Konten dari Pengguna

4 Jenis Fermentasi Berdasarkan Produk Akhir yang Terbentuk

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis fermentasi. Sumber foto: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis fermentasi. Sumber foto: Pixabay.com

Fermentasi merupakan salah satu bentuk proses perubahan kimia oleh mikroorganisme pada makanan. Jenis fermentasi sangat beragam berdasarkan beberapa hal.

Sebagian orang menyebut makanan hasil proses fermentasi sama dengan makanan basi, padahal tidak demikian. Contoh makanan fermentasi adalah yoghurt, tempe, tape, keju, dan masih banyak lagi.

Jenis Fermentasi Berdasarkan Produk Akhir yang Terbentuk

Ilustrasi jenis fermentasi. Sumber foto: Pixabay.com

Dikutip dari buku Potensi Tithonia Diversifolia Fermentasi sebagai Pakan Ternak Ruminansia, Dr. Roni Pazla, S.Pt, MP dkk (2022: 25), fermentasi adalah salah satu proses kimia mengubah substrat organik oleh enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme.

Fermentasi merupakan sebuah proses metabolisme yang menghasilkan energi, dari gula serta molekul organik lain yang tidak memerlukan oksigen atau sistem transfer elektron.

Penggunaan molekul organik pada proses fermentasi berperan sebagai akhir akseptor elektron. Jenis fermentasi terbagi menjadi dua, yaitu:

  1. Fermentasi homo, yakni fermentasi yang hanya satu jenis pembentukan produk.

  2. Fermentasi hetero, yakni fermentasi lebih dari satu produk terbentuk.

Adapun jenis proses fermentasi berdasarkan produk akhir yang terbentuk adalah sebagai berikut.

1. Fermentasi Asam Laktat

Proses fermentasi asam laktat merupakan dasar untuk pembuatan keju, asinan, susu asam dan lain-lain. Proses NAD atau nicotinamide adenine dinucleotide

ditambah dengan hydrogen menjadi NADH. Enzim pada asam laktat dehidrogenase mengkatalisis reaksi tersebut.

Fermentasi asam laktat merupakan hasil dari fermentasi glukosa yang menghasilkan asam laktat, yang dimulai dengan glikolisis sehingga menghasilkan asam piruvat.

2. Fermentasi Alkohol

Jenis selanjutnya yaitu fermentasi alcohol. Fermentasi ini digunakan dalam produksi industri anggur, biofuel, bir, dan lain sebagainya. Produk akhir dari proses fermentasi ini adalah alkohol dan CO2.

Dalam jenis fermentasi ini, kandungan asam piruvat akan diubah menjadi etanol atau etil alkohol. Umumnya, bahan baku dalam fermentasi tersebut dapat berupa inti sari buah, tape ataupun nasi ketan.

3. Fermentasi Asam Asetat

Fermentasi asam asetat adalah kelanjutan dari proses fermentasi alkohol. Hal ini berawal dari terjadinya pemecahan gula menjadi alkohol, lalu diikuti dengan oksidasi alkohol menjadi asam asetat.

Cuka yang dihasilkan melalui proses ini merupakan hasil dari proses dua langkah.

  • Langkah pertama yaitu proses pembentukan etil alkohol dari gula secara anaerobik menggunakan ragi.

  • Langkah kedua yaitu, etil alkohol dioksidasi lebih lanjut menjadi asam asetat menggunakan bakteri acetobacter. Oksidasi mikroba alkohol pada proses ini diubah menjadi asam dan disebut proses aerobik.

4. Fermentasi Asam Butirat

Jenis lainnya adalah jenis dari proses fermentasi asam butirat. Asetil-KoA pada proses ini direduksi menjadi asam butirat sehingga menghasilkan sebuah energi yang relatif lebih tinggi yaitu, 3 molekul ATP terbentuk 2 dan CO2.

Baca juga: 7 Manfaat Fermentasi pada Makanan bagi Kesehatan

Itulah jenis fermentasi berdasarkan produk akhir yang terbentuk. Semoga dipahami sehingga menjadi bacaan yang bermanfaat untuk menambah wawasan. (MAE)