Konten dari Pengguna

4 Jenis Pupuk Organik untuk Pertanian

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis pupuk. Sumber: pexels.com/Karolina Grabowska
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis pupuk. Sumber: pexels.com/Karolina Grabowska

Jenis pupuk yang dijual di pasaran ada banyak. Ada dua jenis pupuk yang umum diketahui, yaitu pupuk organik dan anorganik. Sebelum membeli, penting untuk mengetahui jenis-jenis pupuk dan bahan pembuatannya.

Pupuk organik adalah jenis pupuk yang terbuat dari bahan-bahan alami. Sedangkan pupuk anorganik adalah jenis pupuk yang diproduksi oleh pabrik pupuk dengan mencampur bahan-bahan kimia dengan kadar hara yang tinggi.

4 Jenis Pupuk Organik

Ilustrasi jenis pupuk. Sumber: pexels.com/Tima Miroschnichenko

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pupuk organik adalah jenis pupuk yang terbuat dari bahan-bahan alami. Jenis pupuk organik sangat beragam. Berikut ini 4 jenis pupuk organik berdasarkan buku Petunjuk Penggunaan Pupuk oleh Pinus Lingga dan Marsono (2013: 56).

1. Pupuk Kandang

Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kandang ternak, bisa berupa kotoran padat yang bercampur dengan sisa makanan maupun air kencing. Pupuk kandang mengenal istilah pupuk panas dan pupuk dingin.

Pupuk panas adalah pupuk yang penguraiannya berjalan sangat cepat sehingga terbentuk panas, kelemahannya adalah mudah menguap karena bahan organiknya tidak terurai secara sempurna sehingga banyak berubah menjadi gas.

Sedangkan, pupuk dingin adalah pupuk dengan penguraian yang berjalan sangat lambat sehingga tidak terjadi panas.

2. Kompos

Pupuk kompos adalah hasil dari pelapukan bahan-bahan seperti daun-daun, jerami-alang-alang, rumput, kotoran hewan, sampah kota, dan lain sebagainya. Proses pelapukan bahan-bahan tersebut dipercepat oleh bantuan manusia. Kompos mudah didapat dan banyak dipasarkan di toko-toko sarana produksi pertanian dengan bermacam-macam merek.

Kandungan utama kompos adalah bahan organik yang terkenal efektif dalam memperbaiki kondisi tanah. Unsur lain dalam kompos yang beragam antara lain nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium.

3. Pupuk Hijau

Pupuk hijau adalah jenis pupuk yang memanfaatkan bagian-bagian tanaman seperti daun, tangkai, dan batang tanaman tertentu yang masih muda.

Ada berbagai cara memanfaatkan tanaman hijau sebagai pupuk hijau, yaitu :

  • Langsung dibenamkan setelah direbahkan terlebih dahulu. Cara ini sangat dianjurkan apabila tanahnya berair seperti swah atau jika tanah diolah menggunakan traktor.

  • Ditimbun tanah sesudah dicabut dan diletakkan pada saluran yang sudah disiapkan Cara ini cocok dilakukan pada tanah kering.

  • Dibenamkan dengan cara diinjak-injak setelah dicabut, dipotong-potong kecil, lalu ditebar di tanah.

  • Dihamparkan di sekaliling tanaman setelah dicabut sampai membusuk. Cara ini dialkukan jika ingin tanaman pupuk hijau tersebut menjadi mulsa.

4. Humus

Humus adalah sisa tumbuhan berupa daun, akar, cabang, dan batang yang telah membusuk dengan alami melalui bantuan mikroorganisme di dalam tanah dan cuaca. Ciri khas humus adalah memiliki warna hitam sampai coklat tua.

Humus bersifat mudah mengikat, merembeskan air serta gembur. Oleh karena itu humus sangat bermanfaat untuk memperbaiki keadaan tanah yang tidak subur, tapi pupuk jenis ini sangat sulit dicari.

Menambahkan humus dalam tanah dapat dilakukan dengan cara menanam pupuk hijau di lahan. Dengan membenamkan pupuk hijau di dalam tanah, maka akan terjadi pembusukan sehingga humus dapat terbentuk.

Perbedaan antara humus dan kompos adalah bahan dan cara terjadinya. Jika kompos terbuat dari berbagai bahan dan dilapukkan dengan bantuan manusia, humus terjadi dari bagian tanaman yang membusuk atau melapuk dengan sendirinya.

Baca juga: Jenis-jenis Pupuk Anorganik yang Sering Digunakan Petani

Jenis pupuk organik yang telah dijelaskan di atas dapat diperoleh di toko-toko bahan pertanian atau dibuat sendiri. Semoga penjelasan mengenai 4 jenis pupuk organik tersebut dapat menambah wawasan ilmu pertanian. (IND)