4 Jenis Transformasi Geometri dan Penjelasannya

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Transformasi geometri adalah pergantian atau peralihan posisi serta ukuran dari suatu sudut, garis, ruang, maupun bidang geometri. Jenis transformasi geometri terbagi menjadi beberapa kategori.
Dikutip dari buku Kurva Sikloida: Persamaan Parametik dan Aplikasinya oleh Indra Yunan Yunianto (2023:13), pola tertentu yang mengubah bentuk, ukuran, dan letak objek memunculkan empat jenis tranformasi geometri, yaitu translasi, rotasi, dilatasi, dan refleksi.
4 Jenis Transformasi Geometri
Jenis-jenis dari transformasi geometri memiliki perbedaannya masing-masing. Translasi ialah pergeseran, dilatasi merupakan perubahan bentuk, refleksi adalah pencerminan, sedangkan rotasi artinya perputaran. Berikut simak penjelasan lengkapnya di bawah.
1. Translasi
Translasi ialah jenis transformasi yang ditandai dengan perubahan letak atau tergesernya posisi suatu objek goemetri ke posisi baru tanpa mengubah ukuran serta bentuk objek. Translasi sering disebut juga dengan transformasi isosmetri.
2. Refleksi
Jenis transformasi geometri berikutnya adalah refleksi atau pencerminan. Refleksi merupakan perubahan letak suatu objek geometri melalui objek yang memiliki sifat cermin. Jarak antara objek dan cermin dengan bayangan pada cerminnya sama.
Objek yang memiliki sifat cermin dapat berupa garis maupun titik. Sama dengan translasi, refleksi tidak merubah bentuk maupun ukuran dari bayangan objek.
3. Rotasi
Rotasi adalah proses memutar suatu bangun geometri pada titik tertentu. Titik perputaran dari bangun geometri tersebut dinamakan dengan titik pusat rotasi. Arah rotasi geometri telah disepakati memiliki aturan berikut:
Apabila perputarannya berlawanan dengan arah jarum jam, maka rotasinya akan bernilai positif (+).
Apabila perputarannya searah dengan arah jarum jam, maka rotasinya akan bernilai negatif (-).
4. Dilatasi
Dilatasi merupakan transformasi geometri yang mengubah ukuran suatu bangun geometri. Pengubahan ukuran ini bisa membesar maupun mengecil, akan tetapi tidak mengubah bentuk dari bangun atau objek tersebut.
Dilatasi bergantung pada dua hal, yakni faktor skala atau faktor dilatasi dan pusat dilatasi. Faktor dilatasi biasanya dilambangkan dengan simbol k. Berikut beberapa sifat dari dilatasi:
Apabila k lebih dari 1, maka objeknya diperbesar dan searah dengan pusat dilatasi.
Jika k sama dengan 1, maka objek tak mengalami perubahan letak dan ukuran.
Jika k lebih dari 0 dan kurang dari 1, maka objek akan diperkecil serta searah engan pusat dilatasi.
Apabila k lebih dari -1 dan kurang dari 0, maka objek diperkecil dari berletak berlawanan arah dengan pusat dilatasi.
Apabila k kurang dari -1, maka objek diperbesar dan letaknya berlawanan arah dengan pusat dilatasi.
Baca Juga: Rumus Transformasi Geometri dan Jenis-jenisnya
Demikianlah penjelasan mengenai bermacam jenis transformasi geometri yang yang terdapat pada pelajaran matematika ini. Dengan mempelajari dan mengingat aturan dari tiap transformasi di atas maka bab ini akan mudah dipahami. (SLM)
