Konten dari Pengguna

4 Kerangka Pembelajaran Mendalam pada Kurikulum Deep Learning

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi 4 kerangka pembelajaran mendalam. Sumber: unsplash.com/HusniatiSalma.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi 4 kerangka pembelajaran mendalam. Sumber: unsplash.com/HusniatiSalma.

4 kerangka pembelajaran mendalam perlu dipahami agar dapat menjalankan kurikulum deep learning dengan baik. Untuk menghadapi perubahan zaman, mutu pendidikan harus ditingkatkan.

Kerangka pembelajaran dibuat agar para guru memiliki gambaran tentang proses pembelajaran akan dijalankan. Kerangka pembelajaran tersebut memuat faktor-faktor yang mendukung keberhasilan pembelajaran mendalam.

4 Kerangka Pembelajaran Mendalam

Ilustrasi 4 kerangka pembelajaran mendalam. Sumber: unsplash.com/HusniatiSalma.

Dikutip dari laman kurikulum.kemdikbud.go.id, deep learning atau pembelajaran mendalam adalah pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna dan menggembirakan.

Untuk mewujudkannya, ada 4 kerangka pembelajaran yang perlu diperhatikan. Kerangka pembelajaran tersebut merupakan panduan sistematis bagi guru untuk menyusun desain pembelajaran.

Berikut ini adalah 4 kerangka pembelajaran mendalam tersebut.

1. Praktik Pedagogis

Praktik ini mengutamakan pengalaman yang autentik, praktik nyata, mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi. Ada 3 prinsip dalam praktik pedagogis, yaitu berkesadaran, bermakna dan menggembirakan.

Contoh: pembelajaran berbasis inkuiri, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran STEM hingga pembelajaran berdiferensiasi.

2. Kemitraan Pembelajaran

Kemitraan pembelajaran diperlukan untuk memberikan pengalaman belajar, kebaruan informasi serta umpan balik pada peserta didik. Kemitraan bisa dilakukan guru dengan lingkungan sekolah, luar sekolah dan masyarakat.

Kemitraan antara guru dan lingkungan sekolah membuat kontrol pembelajaran tidak hanya di tangan guru, melainkan menjadi tanggung jawab bersama.

3. Lingkungan Pembelajaran

Lingkungan pembelajaran dalam pembelajaran mendalam menekankan integrasi antara 3 hal di bawah ini:

  1. Budaya belajar, yang dikembangkan untuk menciptakan iklim yang aman, nyaman dan saling memuliakan agar mendukung pembelajaran yang kondusif, interaktif dan memotivasi siswa untuk bereksplorasi, berekpresi dan berkolaborasi.

  2. Ruang fisik, yang dioptimalisasi untuk proses interaksi langsung agar menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan kenyamanan dan mendukung pembelajaran mendalam.

  3. Ruang virtual, yang dimanfaatkan untuk interaksi, transfer ilmu, dan penilaian pembelajaran tanpa keterbatasan ruang fisik.

4. Pemanfaatan Digital

Teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk perencanaan, pelaksanaan dan asesmen pembelajaran untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, fleksibel dan kolaboratif.

Teknologi digital memungkinkan tersedianya beragam sumber belajar sehingga menciptakan pengetahuan yang bermakna pada peserta dirik.

4 kerangka pembelajaran mendalam di atas merupakan panduan bagi guru untuk mempersiapkan proses pembelajaran yang sesuai. Pembelajaran mendalam yang sukses akan menghasilkan lulusan yang memenuhi kompetensi masa depan. (lus)

Baca juga: Apa yang Merupakan Contoh dari Praktik Pedagogis dalam Pembelajaran Mendalam