Konten dari Pengguna

4 Peran Prodi PGSD Dalam Menghadapi ATHG Non Fisik

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peran Prodi PGSD Dalam Menghadapi ATHG Non Fisik. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Kenny
zoom-in-whitePerbesar
Peran Prodi PGSD Dalam Menghadapi ATHG Non Fisik. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Kenny

Ada beberapa peran prodi PGSD dalam menghadapi ATHG non fisik. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) memiliki peran strategis dalam menghadapi berbagai hal.

Mulai dari Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) non fisik. Hal ini dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peran Prodi PGSD Dalam Menghadapi ATHG Non Fisik yang Penting Diketahui

Peran Prodi PGSD Dalam Menghadapi ATHG Non Fisik. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/LexScope

Dikutip dari buku Model KASE2F, Irawati dkk (2022), PGSD merupakan program studi yang paling banyak diminati oleh mahasiswa. Sebagai calon pendidik generasi muda, mahasiswa PGSD berperan penting dalam berbagai hal.

Salah satunya membentuk karakter dan nilai-nilai kebangsaan sejak dini. Berikut ini adalah beberapa peran prodi PGSD dalam menghadapi ATHG non fisik.

1. Pendidikan Karakter dan Nilai Kebangsaan

Mahasiswa PGSD dapat menanamkan nilai-nilai Pancasila, semangat nasionalisme, dan toleransi kepada peserta didik. Melalui pembelajaran yang integratif, guru membantu membentuk generasi yang memiliki kesadaran berbangsa.

Guru juga membantu generasi muda agar memiliki jiwa bernegara yang kuat. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran paham radikalisme dan intoleransi yang dapat merusak persatuan bangsa.

2. Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi

Sebagai agen perubahan, mahasiswa PGSD dapat berperan dalam mencegah penyebaran paham radikalisme dan intoleransi di lingkungan sekolah dan masyarakat. Dengan pendekatan edukatif, generasi muda bisa menyampaikan pentingnya hidup.

3. Peningkatan Literasi Digital

Dalam era digital, penyebaran informasi palsu (hoaks) menjadi salah satu bentuk ATHG non fisik. Mahasiswa PGSD dapat meningkatkan literasi digital peserta didik.

Hal ini dapat dilakukan dengan mengajarkan cara memilah informasi yang benar dan menghindari penyebaran berita bohong. Hal ini membantu menciptakan masyarakat yang kritis dan bijak dalam menggunakan teknologi informasi.

4. Penguatan Ketahanan Sosial Budaya

Melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pembelajaran berbasis budaya lokal, mahasiswa PGSD dapat memperkuat ketahanan sosial budaya peserta didik. Guru PGSD juga mengenalkan dan melestarikan budaya daerah.

Guru PGSD membantu membangun identitas nasional yang kuat dan mencegah pengaruh negatif budaya asing. Di mana hal ini tidak sesuai dengan nilai-nilai bangsa.

Peran mahasiswa PGSD dalam menghadapi ATHG non fisik sangat penting. Melalui poin di atas, PGSD berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berintegritas.

Itulah beberapa peran prodi PGSD dalam menghadapi ATHG non fisik. Dengan demikian, mahasiswa PGSD turut serta dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. (Msr)

Baca juga: Bagaimana Cara Memperkuat Internalisasi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari?