4 Perbedaan Ekskresi dan Sekresi dalam Tubuh Manusia

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tubuh manusia menghasilkan zat-zat sisa yang harus dikeluarkan karena zat ini bersifat racun. Proses pengeluaran zat sisa tubuh antara lain ekskresi dan sekresi. Perbedaan eksresi dan sekresi salah satunya terletak pada produk yang dikeluarkan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sekresi adalah pengeluaran hasil kelenjar atau sel secara aktif. Sedangkan ekskresi merupakan pengeluaran atau pembuangan ampas hasil metabolisme yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.
Perbedaan Ekskresi dan Sekresi
Dikutip dalam buku Cerdas Belajar Biologi, Oman Karmana (2007:217), sekresi merupakan suatu proses pengeluaran zat yang berbentuk cairan oleh sel-sel atau kelenjar. Cairan tersebut masih dimanfaatkan oleh tubuh untuk proses metabolisme.
Cairan tersebut misalnya enzim dan hormon. Sedangkan ekskresi merupakan proses pengeluaran zat sisa metabolisme dari tubuh yang sudah tidak dapat digunakan lagi seperti pengeluaran urin, pengeluaran keringat, dan pengeluaran CO2 dari tubuh manusia.
Melalui pengertian di atas, perbedaan ekskresi dan sekresi dapat dibedakan berdasarkan definisi, sifat residu, organ yang terlibat, dan produk yang dihasilkan. Berikut penjelasannya.
1. Definisi
Ekskresi: Ekskresi adalah penghilangan bahan limbah dari organisme hidup.
Sekresi: Sekresi adalah gerakan material dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain.
2. Sifat Residu
Ekskresi: Sudah tidak diperlukan oleh tubuh.
Sekresi: Masih dibutuhkan oleh tubuh. Zat ini dihasilkan oleh suatu sel atau suatu kelenjar untuk dikirimkan ke bagian tubuh yang membutuhkan.
3. Organ yang Terlibat
Ekskresi: Paru-paru, ginjal, hati dan kulit.
Sekresi: Kelenjar ludah, kelenjar pencernaan, kelenjar endokrin, pankreas, hati, dan kantong empedu.
4. Produk yang Dihasilkan
Ekskresi: Urin, CO2, bilirubin, dan keringat.
Sekresi: Hormon, enzim, sebum, dan air liur
Contoh Ekskresi dan Sekresi
Untuk lebih memahami penjelasan di atas, simak contoh ekskresi dan sekresi berikut ini.
1. Ekskresi
Secara keseluruhan, sistem ekskresi bekerja secara terus-menerus untuk menjaga keseimbangan cairan, elektrolit, dan produk limbah dalam tubuh, sehingga membantu menjaga kesehatan dan kestabilan lingkungan dalam tubuh. Contoh dari ekskresi, yaitu
Urin
Ginjal menyaring darah untuk menghilangkan produk limbah (urea, kreatinin, dan asam urat) serta menjaga keseimbangan elektrolit dan cairan dalam tubuh. Setelah melalui proses penyaringan, produk limbah akan menuju saluran keluar (tubulus renal).
Di tubulus renal beberapa zat yang berguna (glukosa dan asam amino) akan diambil kembali oleh tubulus dan kembali ke dalam darah. Sedangkan zat yang tidak berguna akan keluar dalam bentuk urin.
Keringat
Selain melalui ginjal, sampah metabolisme juga dikeluarkan melalui kulit. Keringat dikeluarkan oleh kulit melalui kelenjar keringat (glandula sudorifera) yang ada di lapisan dermis kulit. Kelenjar ini mengeluarkan 5-10% cairan dari seluruh sisa metabolisme tubuh.
Karbondioksida (CO2)
Ketika menghirup udara, paru-paru akan memasukkan oksigen, kemudian mengeluarkan karbondioksida beserta uap air. Udara yang masuk akan dipilah ke saluran-saluran udara (bronkus) dan memasuki paru-paru.
Udara yang dihirup akan dipilah lagi ke dalam bronkiolus menuju kantung udara (alveolus). Di sini terjadi pertukaran antara oksigen dan karbon dioksida. Oksigen dalam alveolus kemudian akan diserap oleh pembuluh darah dan disalurkan ke jantung.
2. Sekresi
Terdapat sejumlah kelenjar dan sel tubuh yang terlibat dalam proses sekresi. Melalui proses sekresi, zat-zat sisa pada kelenjar dan organ dilepaskan untuk dimanfaatkan oleh tubuh berupa enzim dan hormon.
Cairan Pankreas
Cairan pankreas adalah zat yang disekresikan oleh pankreas. Cairan ini mengandung tripsinogen, kimotripsinogen, elastase, karboksipeptidase, lipase pankreas, nuklease, dan amilase.
Cairan Lambung
Cairan lambung atau asam lambung juga merupakan hasil dari sekresi pada lapisan lambung. Asam lambung memiliki fungsi untuk membantu pencernaan protein dengan merangsang enzim pencernaan.
Kelenjar Endokrin
Kelenjar endokrin melepaskan zat berupa cairan hormon ke dalam aliran darah. Cairan ini disekresikan melalui lamina basal. Hormon yang disekresikan oleh kelenjar endokrin dapat mempertahankan homeostasis agar tubuh dapat berfungsi dengan normal.
Baca juga: Mengenal Struktur Pendukung Pembuangan Sisa Metambolisme dalam Tubuh
Itu tadi perbedaan ekskresi dan sekresi dalam tubuh manusia yang dapat diketahui. Perlu diingat bahwa ekskresi dan sekresi sama-sama merupakan proses pengeluaran racun pada tubuh, tetapi peran dari kedua proses tersebut berbeda. (MRZ)
