4 Upaya Mitigasi Bencana Tanah Longsor

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bencana alam sering sekali datang secara tiba-tiba. Dari banyaknnya bencana alam, salah satu jenis bencana yang sering terjadi di Indonesia adalah tanah longsor. Upaya mitigasi bencana tanah longsor dapat didasarkan atas seberapa daruratnya atau bagaimana kebutuhan kawasan dengan tingkat risiko bencana longsor tersebut.
Tanah longsor adalah pergerakan struktur lapisan tanah dan campuran batuan yang bergerak menuruni daerah yang lebih rendah disekitarnya. Bencana ini terjadi karena tanah begerak dan adanya pengikisan sehingga pergiliran tanah serta batuan terjadi pada sebuah bidang lahan.
Mengenal 4 Upaya Mitigasi Bencana Tanah Longsor
Upaya mitigasi bencana tanah longsor dapat dilakukan secara struktural maupun non struktural berdasarkan klasifikasi tingkat risiko bencana longsor di daaerah tersebut.
Bencana longsor di dorong oleh faktor-faktor fisik alam seperti jenis tanah dan jenis batuan yang mudah mengalami erosi, kelerengan lahan yang curam, dan intensitas curah hujan tinggi.
Berdasarkan buku Mitigasi Bencana oleh Muh. Natsir Abduh, Erniati Bachtiar, Siti Nurjanah Ahmad (2023), mitigasi adalah rangkaian tindakan untuk menurunkan risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan dengan meningkatkan kapasitas untuk menanggapi ancaman bencana.
Berikut contohnya untuk mitigasi bencana tanah longsor yang dapat diterapkan.
1. Pra Bencana
Mengurangi tingginya keterjalan lereng permukaan maupun air.
Mengenalkan daerah rawan longsor.
Dibentuknya tanggul penahan (rock fall) untuk runtuhan batuan.
Selalu waspada saat curah hujan cukup tinggi.
Adanya bangunan penahan, pilling dan jangkar (anchor).
Hindari berkunjung di daerah rawan untuk membangun pemukiman dan fasilitas sarana prasarana.
Membuat terasering dengan sistem drainase yang benar dan tepat.
Melakukan pemadatan tanah di sekitar perumahan.
Dibuatnya selokan yang kuat untuk mengalirkan air hujan saat musim hujan.
Menjaga hutan dan tidak menebang pohon dengan sembarangan.
Melakukan penghijauan tanaman yang sistem perakarannya dalam dan jarak tempat yang tepat.
2. Saat Bencana
Hubungi petugas di lingkungan tempat tinggal saat bencana terjadi.
Kontrol emosi dan jangan panik harus tetap tenang, agar dapat bertindak dengan tepat.
Bila memungkinkan bantu orang lain yang mengalami situasi sulit akibat longsor, bila kondisi sendiri sudah teratasi.
Tinggalkan rumah tempat tinggal, jika tanah longsor cukup besar dan potensi susulan besar. Berlindunglah ke tempat yang aman, bila perlu mengungsilah sementara waktu.
Pantau informasi, sampai informasi menyatakan kondisi aman, baru kembali ke rumah.
3. Pasca Bencana
Membersihkan lingkungan dari material pasca tanah longsor.
Melakukan terapi pemulihan trauma pada korban bencana.
Menghindari wilayah tanah longsor karena kondisi tanah yang tidak padat.
Ketika hujan turun setelah longsor terjadi, selalu antisipasi longsor susulan.
4. Penanggulangan Bencana
Penutupan rekahan untuk mencegah air masuk secara cepat kedalam tanah di lereng.
Mengawasi drainase untuk menjauhkan air dari lereng, agar jangan sampai tersumbat atau meresapkan air ke dalam tanah.
Membuat terasering dengan drainase yang tepat agar teras-teras tidak menyerap air.
Minimalisir longsor dengan melakukan penghijauan tanaman yang sistem perakarannya dalam dan jarak tanam yang tepat.
Baca Juga: 5 Penyebab Terjadinya Tanah Longsor dan Penjelasannya
Demikian ulasan upaya mitigasi bencana tanah longsor yang dapat dipahami untuk mengantisipasi serta menanganinya. Semoga bisa mengurangi tingkat keparahan dan jumlah penduduk yang meninggal karena bencana. (NDA)
