5 Ayat Alquran Tentang Masa Depan yang Perlu Umat Islam Renungi

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Al-Qur’an, sebagai pedoman hidup umat Islam, tidak hanya berbicara tentang masa kini, tetapi juga memberikan petunjuk tentang masa depan. Seperti 5 ayat Alquran tentang masa depan yang perlu umat Islam ketahui dan renungi.
Dikutip dalam buku Prinsip Tradisionalistik dan Konsep Masa Depan Masyarakat Sunda oleh Adeng Lukmantara (2023:107) hidup di dunia ini sebenarnya berbicara tentang masa depan. Jika dalam agama Islam keridlaan Ilahi merupakan tujuan akhir, karena manusia mempercayai akhirat. Sehingga, umat Islam harus menjaga agar keimanannya terhadap sang pencipta tetap terjaga.
Mengetahui 5 Ayat Alquran Tentang Masa Depan, Perlu Umat Islam Renungi!
Dalam Islam, masa depan bukan sekadar sesuatu yang belum terjadi, tetapi merupakan bagian dari ketetapan Allah Swt yang harus diyakini, diterima dengan ikhlas, dan diupayakan secara maksimal. Al-Qur’an hadir sebagai cahaya penuntun menghadapi masa depan.
Al-Qur’an menyebutkan banyak hal tentang masa depan, mulai hari akhir, takdir, balasan amal manusia, hingga janji-janji Allah bagi orang yang beriman. Berikut 5 ayat Alquran tentang masa depan sebagai panduan dan motivasi menjalani hidup yang lebih terarah.
1. Al-Imran Ayat 185
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ (١٨٥)
Arab-Latin: Kullu nafsin żā`iqatul maụt, wa innamā tuwaffauna ujụrakum yaumal-qiyāmah, fa man zuḥziḥa 'anin-nāri wa udkhilal-jannata fa qad fāz, wa mal-ḥayātud-dun-yā illā matā'ul-gurụr
Artinya:
Tiap-tiap yang berjiwa akan terasa mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
Ayat ini bertujuan mengingatkan manusia akan kematian dan dorongan untuk beramal saleh. Selain itu surat ini menegaskan bahwa kebahagiaan hakiki berada di akhirat kelak.
2. Ar-Ra’ad Ayat 11
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ (١١)
Arab-Latin: lahû mu‘aqqibâtum mim baini yadaihi wa min khalfihî yaḫfadhûnahû min amrillâh, innallâha lâ yughayyiru mâ biqaumin ḫattâ yughayyirû mâ bi'anfusihim, wa idzâ arâdallâhu biqaumin sû'an fa lâ maradda lah, wa mâ lahum min dûnihî miw wâl
Artinya:
Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Ayat ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada umat Islam untuk berinisiatif dan berusaha memperbaiki diri dan keadaannya sendiri. Dengan begitu, barulah perubahan positif bisa terwujud, didukung oleh perlindungan dan kehendak Allah.
4. Al-Zalzalah Ayat 7-8
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ (٧) وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ (٨)
Arab-Latin: (7) Fa may ya'mal misqāla żarratin khairay yarah. (8) wa may ya'mal misqāla żarratin syarray yarah.
Artinya:
(7) Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. (8) Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.
Ayat ini bertujuan untuk mengingatkan umat muslim bahwa setiap amal perbuatan manusia, baik kebaikan maupun keburukan akan dihitung dan mendapatkan balasan dari Allah Swt. Meskipun kebaikan maupun keburukan itu sekecil zarah.
5. Al-Infitar Ayat 13-15
اِنَّ الۡاَبۡرَارَ لَفِىۡ نَعِيۡمٍۚ (١٣) وَاِنَّ الۡفُجَّارَ لَفِىۡ جَحِيۡمٍ (١٤) يَّصۡلَوۡنَهَا يَوۡمَ الدِّيۡنِ (١٥)
Arab-Latin: (13) Innal-abrâra lafî na'îm. (14) Wa innal-fujjâra lafî jahîm. (15) Yaṣlaunahā yaumad-dīn.
Artinya:
(13) Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan, (14) dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka. (15) Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.
Ayat ini menjelaskan nasib akhir manusia. Pada hari pembalasan (kiamat) orang-orang baik akan berada dalam kenikmatan surga, sedangkan orang-orang durhaka akan dimasukkan ke neraka. Semua dimintai pertanggungjawaban atas amalnya.
Itulah 5 ayat Alquran tentang masa depan yang bukan hanya sekadar informasi, melainkan ajakan merenung dan memperbaiki diri. Masa depan bukan milik manusia yang hanya merencanakan, tetapi milik manusia yang juga berserah kepada Allah Swt sambil beramal. (MRZ)
Baca juga: 4 Ayat Al-Qur'an Tentang Maulid Nabi yang Perlu Diketahui Umat Muslim
