5 Cara Pemanfaatan Bioteknologi Konvensional di Berbagai Bidang

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara pemanfaatan bioteknologi konvensional atau tradisional masih diperlukan meski sudah berkembang bioteknologi modern. Bioteknologi konvensional yang sudah terbukti berhasil juga merupakan bagian dari khazanah ilmu pengetahuan.
Bioteknologi konvensional menggunakan prinsip-prinsip sederhana sehingga bisa dilakukan oleh masyarakat di berbagai tempat. Bioteknologi konvensional memberikan banyak solusi di berbagai bidang.
Cara Pemanfaatan Bioteknologi Konvensional
Bioteknologi tidak melakukan rekayasa gen karena teknologi yang dilakukan masih sederhana. Pengaruh jangka panjang sudah diketahui karena sistem yang telah mapan dan teruji. Kendala memang banyak, tapi manfaat yang didapatkan lebih banyak.
Untuk mengetahui kegunaannya itu, berikut adalah cara pemanfaatan bioteknologi konvensional di berbagai bidang, yang dikutip dari Mudah dan Aktif Belajar Biologi untuk Kelas XII, Rikky Firmansyah dan Kawan-kawan (2007:176).
Pengolahan Bahan Pangan
Bioteknologi konvensional memanfaatkan mikroorganisme untuk proses fermentasi. Mikroorganime mengeluarkan enzim alami yang mampu menguraikan substrat di sekelilingnya untuk menjadi bahan makanannya.
Fermentasi berguna untuk pembuatan alkohol, roti, tempe, kecap, yoghurt, tape, keju dan sebagainya. Tempe adalah lauk favorit masyarakat yang banyak diproduksi oleh perorangan dari kota hingga ke pelosok desa.
Pertanian
Untuk mendapatkan varietas unggul, bidang pertanian sudah lama melakukan perbanyakan menggunakan bioteknologi konvensional. Apalagi manusia sudah mengenal cara bercocok tanam sejak zaman neolitikum sekitar 10.000 tahun yang lalu.
Cara perbanyakan tanaman sederhana yang dilakukan antara lain melalui cangkok, setek, dan kultur jaringan. Meski kultur jaringan dilakukan di laboratorium, namun hanya dilakukan isolasi terhadap bagian tumbuhan pada medium buatan.
Peternakan
Cara paling sederhana yang dilakukan peternak untuk mendapatkan hewan berkualitas unggul sejak zaman purba adalah mengawinkan dua hewan yang memiliki sifat-sifat terbaik. Peternak akan mendapat daging, telur dan susu terbaik pula.
Teknik yang lebih maju adalah inseminasi buatan, yaitu memasukkan sperma ke ternak betina menggunakan insemination gun dan fertilisasi in vitro, yaitu memilih dan mengembangkan embrio di luar uterus.
Kesehatan
Bioteknologi konvensional juga telah menghasilkan obat antibiotik dan vaksin. Antibiotik pertama yang ditemukan adalah Penicillium notatum, yang ditemukan dengan tak sengaja dari kulit jeruk busuk oleh Alexander Flemming pada tahun 1928.
Lingkungan
Limbah merupakan masalah besar manusia yang coba diselesaikan dengan pengolahan secara fisika, kimia dan biologi. Sejauh ini, cara biologi dengan memanfaatkan mikroorganisme adalah yang paling efektif.
Baca juga: Tanaman Transgenik Termasuk Bioteknologi Apa? Ini Penjelasannya
Itulah cara pemanfaatan bioteknologi konvensional telah dilakukan di berbagai bidang. Selama suatu teknologi masih bisa dimanfaatkan maka tidak perlu ditinggalkan untuk menghindari ketergantungan pada satu metode. (lus)
