Konten dari Pengguna

5 Ciri-ciri Historiografi Tradisional, beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-ciri Historiografi Tradisional, Foto Unsplash Daniel Alvasd
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-ciri Historiografi Tradisional, Foto Unsplash Daniel Alvasd

Dalam ilmu Sejarah, terdapat istilah historiografi. Setidaknya terdapat empat jenis historiografi yang salah satunya adalah historiografi tradisional. Itulah mengapa ada materi mengenai ciri-ciri historiografi tradisional saat mempelajari ilmu ini.

Tak hanya itu, ada juga materi mengenai kelebihan dan kekurangan dari historiografi tersebut. Tujuan dari pembelajaran materi-materi ini adalah agar masyarakat bisa membandingkannya dengan jenis historiografi lainnya.

Ciri-ciri Historiografi Tradisional

Ilustrasi Ciri-ciri Historiografi Tradisional, Foto Unsplash Debby Hudson

Menurut Historiografi Islam oleh Fajriudin (2018:158), historiografi tradisional adalah karya tulis sejarah yang dibuat oleh para pujangga dari suatu kerajaan, baik itu kerajaan yang bernapaskan Hindu/Buddha maupun kerajaan/kesultanan yang bernapaskan Islam tempo dahulu yang pernah berdiri di Nusantara Indonesia.

Masih mengutip buku yang sama pada halaman 159, berikut ciri-ciri historiografi tradisional secara singkat.

  1. Historiografi tradisional ditulis bersifat istana/keraton-sentris, artinya karya historiografi tradisional banyak mengungkapkan sekitar kehidupan keluarga istana/keraton.

  2. Historiografi tradisional ditulis bersifat relgio-magis, artinya dalam historiografi tradisional seorang raja ditulis sebagai manusia yang memiliki kelebihan secara batiniah.

  3. Historiografi tradisional ditulis bersifat regio-sentisme, artinya historiografi tradisional ditulis lebih menonjolkan regio (wilayah) kekuasaan suatu kerajaan.

  4. Historiografi tradisional ditulis bersifat etnosentrisme, artinya historiografi tradisional ditulis dengan penekanan pada penonjolan/egoism terhadap suku bangsa dan budaya yang ada dalam wilayah kerajaan.

  5. Historiografi tradisional bersifat psikopolitis sentrisme, artinya historiografi tradisional ditulis oleh para pujangga yang sangat kental dengan muatan-muatan psikologi seorang raja sehingga karya historiografi tradisional dijadikan sebagai alat politik.

Kelebihan dan Kekurangan Historiografi Tradisional

Ilustrasi Ciri-ciri Historiografi Tradisional, Foto Unsplash Jan Kahanek

Tak hanya ciri-ciri historiografi tradisional, ada juga kelebihan dan kekurangannya historiografi tersebut yang bisa dipahami. Berikut uraiannya.

1. Kelebihan Historiografi Tradisional

  • Historiografi tradisional ditulis untuk menghormati dan meninggikan raja sehingga ia akan terus dihormati rakyat.

  • Historiografi tradisional ditulis dengan anggapan bahwa raja merupakan keturunan atau penjelmaan dewa sehingga rakyat percaya bahwa semua perkataannya benar.

2. Kelemahan Historiografi Tradisional

  • Historiografi tradisional selalu dihubungkan dengan hal-hal gaib, termasuk kekuatan rajanya.

  • Historiografi tradisional hanya membahas kehidupan raja dan bangsawan lainnya tanpa memperhatikan rakyat.

Baca juga: Historiografi Kolonial: Pengertian, Kelebihan, dan Kelemahan

Selain historiografi tradisional, masyarakat bisa menambah wawasan tentang ilmu Sejarah dengan mempelajari tiga jenis historiografi lainnya seperti yang disinggung sebelumnya. Jenis-jenis historiografi tersebut adalah historiografi kolonial, modern, dan nasional. (LOV)