5 Ciri-ciri Historiografi Tradisional, beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu Sejarah, terdapat istilah historiografi. Setidaknya terdapat empat jenis historiografi yang salah satunya adalah historiografi tradisional. Itulah mengapa ada materi mengenai ciri-ciri historiografi tradisional saat mempelajari ilmu ini.
Tak hanya itu, ada juga materi mengenai kelebihan dan kekurangan dari historiografi tersebut. Tujuan dari pembelajaran materi-materi ini adalah agar masyarakat bisa membandingkannya dengan jenis historiografi lainnya.
Ciri-ciri Historiografi Tradisional
Menurut Historiografi Islam oleh Fajriudin (2018:158), historiografi tradisional adalah karya tulis sejarah yang dibuat oleh para pujangga dari suatu kerajaan, baik itu kerajaan yang bernapaskan Hindu/Buddha maupun kerajaan/kesultanan yang bernapaskan Islam tempo dahulu yang pernah berdiri di Nusantara Indonesia.
Masih mengutip buku yang sama pada halaman 159, berikut ciri-ciri historiografi tradisional secara singkat.
Historiografi tradisional ditulis bersifat istana/keraton-sentris, artinya karya historiografi tradisional banyak mengungkapkan sekitar kehidupan keluarga istana/keraton.
Historiografi tradisional ditulis bersifat relgio-magis, artinya dalam historiografi tradisional seorang raja ditulis sebagai manusia yang memiliki kelebihan secara batiniah.
Historiografi tradisional ditulis bersifat regio-sentisme, artinya historiografi tradisional ditulis lebih menonjolkan regio (wilayah) kekuasaan suatu kerajaan.
Historiografi tradisional ditulis bersifat etnosentrisme, artinya historiografi tradisional ditulis dengan penekanan pada penonjolan/egoism terhadap suku bangsa dan budaya yang ada dalam wilayah kerajaan.
Historiografi tradisional bersifat psikopolitis sentrisme, artinya historiografi tradisional ditulis oleh para pujangga yang sangat kental dengan muatan-muatan psikologi seorang raja sehingga karya historiografi tradisional dijadikan sebagai alat politik.
Kelebihan dan Kekurangan Historiografi Tradisional
Tak hanya ciri-ciri historiografi tradisional, ada juga kelebihan dan kekurangannya historiografi tersebut yang bisa dipahami. Berikut uraiannya.
1. Kelebihan Historiografi Tradisional
Historiografi tradisional ditulis untuk menghormati dan meninggikan raja sehingga ia akan terus dihormati rakyat.
Historiografi tradisional ditulis dengan anggapan bahwa raja merupakan keturunan atau penjelmaan dewa sehingga rakyat percaya bahwa semua perkataannya benar.
2. Kelemahan Historiografi Tradisional
Historiografi tradisional selalu dihubungkan dengan hal-hal gaib, termasuk kekuatan rajanya.
Historiografi tradisional hanya membahas kehidupan raja dan bangsawan lainnya tanpa memperhatikan rakyat.
Baca juga: Historiografi Kolonial: Pengertian, Kelebihan, dan Kelemahan
Selain historiografi tradisional, masyarakat bisa menambah wawasan tentang ilmu Sejarah dengan mempelajari tiga jenis historiografi lainnya seperti yang disinggung sebelumnya. Jenis-jenis historiografi tersebut adalah historiografi kolonial, modern, dan nasional. (LOV)
