Konten dari Pengguna

5 Contoh Bahan Kimia Korosif yang Berbahaya dan Beracun

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh bahan kimia korosif. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Unsplash/National Cancer Institute
zoom-in-whitePerbesar
Contoh bahan kimia korosif. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Unsplash/National Cancer Institute

Pada dasarnya, tidak semua bahan kimia aman jika bersentuhan dengan kulit. Terdapat beberapa contoh bahan kimia korosif ang berbahaya dan beracun. Apabila terkena anggota tubuh akan mengakibatkan iritasi.

Dikutip dari buku Biologi SMP/MTs Kls VII (KTSP) oleh Agung Wijaya (:42) bahan korosif adalah salah satu bahan yang dapat mengakibatkan cacat permanen pada jaringan yang terkena bahan tersebut. Hal ini tergantung pada kekuatan korosif dari bahan kimia tersebut.

Contoh Bahan Kimia Korosif

Contoh bahan kimia korosif Foto hanya ilustrasi. Sumber: Unsplash/Louis Reed

Bahan kimia yang bersifat korosif pada umumnya akan dilabeli dengan simbol tertentu. Sehingga penggunaannya akan lebih hati-hati dengan peralatan yang dapat melindunginya. Untuk mengetahuinya, berikut adalah contoh bahan kimia korosif yang berbahaya jika bersentuhan dengan kulit.

1. Asam Sulfat (H2SO4)

Asam sulfat adalah jenis asam yang dapat memberikan dampak korosi pada sebagian besar logam. Asam ini juga termasuk dalam asam yang kuat dengan warna bening, tidak berbau, dan sangat korosif.

2. Asam Klorida (HCl)

Asam klorida merupakan jenis asam anorganik kuat. Selain itu, pemanfaatan asam klorida sendiri sering digunakan untuk proses industri terutama pengolahan logam. Menariknya, asam ini ternyata ada dalam tubuh manusia tepatnya menjadi komponen utama pada cairan asam lambung.

3. Asam Nitrat (HNO3)

Asam nitrat adalah jenis cairan korosif yang sering digunakan dalam rumah tangga. Biasanya, digunakan untuk menghilangkan kerak atau melarutkan logam mulia. Asam nitrat pada dasarnya tetap berbahaya karena dapat meninggalkan bekas luka bakar pada kulit.

4. Kalisium Hidroksida (KOH)

Kalisium hidroksida merupakan jenis basa kuat yang dapat menyebabkan korosi pada logam. Tak hanya itu, senyawa ini juga dapat mengiritasi saluran pernafasan, merusak kulit, dan juga mata jika terkena tubuh.

5. Natrium Hidroksida (NaOH)

Natrium hidroksida ialah padatan kristal putih tidak berbau, mudah larut dalam air, namun juga bersifat korosif. Senyawa yang termasuk golongan basa kuat ini dapat merusak material kaca. Ketika bersentuhan dengan tubuh, efek yang ditimbulkan adalah luka bakar yang cukup parah.

Baca Juga: 7 Faktor yang Mempengaruhi Korosi beserta Pencegahannya

Itulah beberapa contoh bahan korosif yang dapat menimbulkan kerusakan, bahkan menghancurkan zat yang bersentuhan dengannya. Semoga membantu! (NUM)