5 Contoh Buah Non Klimaterik dan Buah Klimaterik

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat contoh buah non klimaterik dan klimaterik di dalam dunia sains. Hal tersebut dibedakan berdasarkan proses pematangannya. Buah non klimaterik tidak melanjutkan proses pematangan setelah dipetik.
Sedangkan pada buah klimaterik, akan melanjutkan proses pematangannya setelah dipetik. Buah yang dikenal masyarakat karena mengandung banyak vitamin ini, ternyata menyimpan beberapa perbedaan yang menarik untuk dipeljari.
Contoh Buah Non Klimaterik
Menurut buku, Potensi Buah Salak, Dr. Haryoto, M.sc., Edy Priyatno, M.Mar (2018:41), pengertian buah non klimaterik adalah buah yang tidak mengalami proses pematangan setelah dipetik, karena corak pernapasannya tidak memberikan puncak klimaterik selama penyimpanan.
Jenis buah ini memiliki pola respirasi yang terus menurun, dan proses pematangannya tidak berhubungan dengan kenaikan respirasi dan kadar etilna. Oleh sebab itu, buah-buahan non klimaterik harus dipetik tepat waktu setelah masak secara optimal.
Berikut beberapa contoh buah non klimaterik yang penting diketahui.
1. Jeruk
Buah ini berbentuk bulat dan memiliki kulit kuning cerah dan hijau bertekstur. Jeruk dipanen tepat waktu untuk mendapatkan kematangan yang pas untuk dikonsumsi.
2. Stroberi
Buah stroberi biasa tumbuh di dataran tinggi, memiliki daun lebar, dan tanamannya rendah. Buahnya jika matang berwarna merah, biji-bijinya lembut, dan bisa dimakan.
3. Belimbing
Contoh buah non klimaterik selanjutnya adalah belimbing. Buah ini dikenal dengan rasanya yang asam segar dan manis. Buah berwarna kuning ini memiliki bentuk yang unik. Sebagian besar tumbuh di wilayah Indonesia, India, Sri Lanka.
Contoh Buah Klimaterik
Buah klimaterik merupakan buah yang tetap melanjutkan proses pematangannya sesudah dipetik. Hal ini karena buah tersebut lebih banyak mengandung gas etilen yang berfungsi untuk pematangan pada buah. Berikut contoh buah klimaterik antara lain adalah sebagai berikut.
1. Pisang
Setelah dipetik pisang dapat berubah rasa dan warna. Hal ini juga berhubungan dengan tingkat kematangannya. Semakin lama disimpan, pisau juga dapat melalui proses pematangan hingga pembusukkan.
2. Alpukat
Contoh buah klimaterik selanjutnya adalah alpukat. Buah ini walaupun saat dipetik belum matang, maka akan tetap melanjutkan pematangan sampai siap untuk dikonsumsi.
Baca Juga: 6 Manfaat Buah Alpukat untuk Kesehatan dan Kecantikan
Itulah contoh buah non klimaterik dan buah klimaterik yang memiliki perbedaan penting dalam proses pematangan buahnya. Pengetahuan tersebut sebaiknya diketahui oleh masyarakat agar mengetahui waktu yang pas untuk mengonsumsi buah-buahan tersebut. (DVA)
