5 Contoh Puisi 3 Bait tentang Alam dan Lingkungan

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi merupakan salah satu bentuk seni sastra yang mampu menggambarkan keindahan, termasuk alam dan lingkungan. Dalam mengungkapkan rasa terhadap alam dan lingkungan, ada beberapa pilihan contoh puisi 3 bait untuk memulai gerakan cinta bumi.
Menurut buku Think Smart Bahasa Indonesia, Ismail Kusmayadi (2007:65), definisi puisi menurut Herman J. Waluyo adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya.
Contoh Puisi 3 Bait sebagai Inspirasi
Bentuk ajakan untuk peduli terhadap alam dan lingkungan dapat diaplikasikan pada banyak aspek. Salah satunya melalui karya puisi. Beberapa contoh puisi 3 bait di bawah ini dapat menjadi inspirasi dan dapat digunakan dalam menyuarakan tujuan untuk melakukan kebaikan.
1. Hutan Rimba
Hutan rimba, hijau nan permai,
Tempat bernaung flora fauna.
Suara gemericik air jernih,
Menyejukkan jiwa yang resah.
Namun kini, hutan terancam,
Oleh ulah manusia yang rakus.
Hutan ditebangi, hewan diburu,
Lingkungan tercemar, alam merana.
Ciptakan langkah kecil untuk menjaga,
Lestarikan flora dan faunanya.
Hutan adalah paru-paru dunia,
Tanpa hutan, hidup semua makhluk tak ada artinya.
2. Sang Samudera Biru
Samudera biru, luas tak terkira,
Menyimpan misteri dan kekayaan.
Ombak menari di tepi pantai,
Menyapa pasir putih nan permai.
Namun kini, laut tercemar,
Oleh sampah dan limbah manusia.
Ikan mati, terumbu karang memucat,
Keindahan laut perlahan sirna.
Mengapa tak jaga sang samudera?
Jangan jadikan tempat sampah.
Laut adalah sumber kehidupan,
Merawatnya adalah kewajiban.
3. Birunya Angkasa
Angkasa nan cerah, biru terbentang,
Awan putih berarak pelan,
Sinar mentari menghangatkan bumi,
Memberi kehidupan dan energi.
Apa jadinya keindahan angkasa jika tercemar,
Oleh asap kendaraan dan pabrik,
Udara kotor, polusi meningkat,
Ancaman bagi kesehatan dan kehidupan.
Angkasa, tetaplah biru,
Tanpa sentuhan emisi dan polusi.
Angkasa ini milik bersama,
Berjanjilah untuk senantiasa menjaganya.
4. Sekar nan Mekar
Sekar, si bunga yang mekar,
Menebar harum di taman sari.
Kupu-kupu beterbangan,
Mencari madu dengan riang gembira.
Namun kini, sekar menangis,
Karena pestisida dan polusi,
Kupu-kupu punah, taman tak lagi indah,
Keindahan alam perlahan sirna.
Apalah dunia tanpa warna bunga di taman?
Yang akan sesaat jika terabaikan.
Sekar adalah bunga simbol keindahan,
Jaga dan rawatlah, dan keindahan alam akan kembali datang.
5. Wahai Sungai
Wahai sungai nan jernih, mengalirlah tenang,
Siramilah sawah dan ladang,
Biarkan ikan berenang bebas di jernihmu,
Izinkan anak-anak bermain dengan riang.
Wahai sungai nan jernih,
Mengapa kau tampak bersedih?
Oh, airmu keruh dan menghitam,
Oleh sampah dan limbah rumah tangga.
Kini yang tampak, ikan mati, air tak lagi jernih,
Dirimu menjadi tempat sampah,
Wahai sungai tetaplah sebagai sumber kehidupan,
Jangan biarkan siapa pun menghancurkan dirimu.
Baca juga: 3 Contoh Puisi Subjektif yang Menarik
Lima contoh puisi 3 bait di atas mengajak untuk lebih menghargai keindahan alam dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Berkarya melalui puisi menjadi cara kreatif dalam menebarkan kebaikan dalam hal apapun. (VAN)
