5 Contoh Rima Aliterasi dalam Puisi

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam sebuah puisi, rima biasanya menjadi elemen penting yang tidak terpisahkan dan berperan dalam menciptakan musikalitas atau orkestrasi. Pengulangan bunyi membuat puisi terdengar merdu saat dibacakan, dengan penggunaan berbagai jenis rima. Dari banyaknya jenis rima, ada contoh rima aliterasi.
Menurut buku Bahasa Dan Sastra Indonesia, Tim Grasindo (hal:51), rima tergolong salah satu unsur fiksional puisi dan merupakan bunyi yang berselang atau berulang pada lirik atau akhir larik puisi.
Contoh Rima Aliterasi dan Penjelasan Singkatnya
Pengertian dari rima aliterasi adalah salah satu bentuk rima yang digunakan dalam puisi, di mana bunyi awal yang sama diulang dalam setiap kata pada satu baris atau pada baris-baris yang berlainan.
Contoh rima aliterasi berikut ini sering ditemui pada bait puisi, dengan ciri khasnya yang membedakan dengan jenis rima lain.
1. Kenangan Indah
Kenangan kala kita bersama
Bersandar di bawah bintang-bintang
Tertawa tanpa tersisa duka
Malam merangkai mimpi-mimpi
Contoh ini menunjukkan pada baris pertama rima aliterasi terdapat pada bunyi "k" di kata "kenangan," "kala," dan "kita"
Pada baris kedua, rima aliterasi ada pada bunyi "b" di kata "bersandar," "bawah," dan "bintang-bintang"
Di baris ketiga, rima aliterasi pada bunyi "t" di kata "tertawa," "tanpa," dan "tersisa"
Sementara pada baris keempat rima aliterasi pada bunyi "m" di kata "malam" dan "merangkai," serta "mimpi-mimpi"
2. Pagi yang Cerah
Mentari menyapa pagi cerah
Angin menyisir alun-alun
Burung bernyanyi riang gembira
Embun menetes tenang terasa
Contoh kedua ini menunjukkan di baris pertama rima aliterasi ada pada bunyi "m" di kata "mentari" dan "menyapa"
Lalu, di baris kedua rima aliterasinya terdapat pada bunyi "a" di kata "angin" dan "alun-alun"
Untuk baris ketiga rima aliterasi pada bunyi "b" di kata "burung" dan "bernyanyi” dan di baris keempat rima aliterasi pada bunyi "t" di kata "tenang" dan "terasa"
3. Hati yang Tenang
Hati hening hanyut hasrat
Hanyut hilang hati hampa
Contoh lainnya, seperti ini dengan pengulangan bunyi "h" pada kata "hati," "hening," "hanyut," "hasrat," "hilang," dan "hampa" menciptakan rima aliterasi.
4. Senandung Cinta
Senandung sinar senja
Sinar senja semakin sinar
Dalam contoh ini, rima aliterasi ada pada bunyi "s" di kata "senandung," "sinar," "senja," "sinar," dan "semakin"
5. Mimpi di Malam Hari
Mimpi malam menghilang
Menghantar malam menuju mimpi
Rima aliterasi ada pada bunyi "m" di kata "mimpi," "malam," "menghilang," "menghantar," "menuju," dan "mimpi"
Rima aliterasi tidak hanya memperkaya estetika puisi, tetapi juga membantu memperkuat makna dan emosi yang ingin disampaikan oleh penyair.
Dengan menggunakan contoh rima aliterasi di sini, calon penyair dapat menciptakan suasana tertentu dan menekankan kata-kata kunci yang penting dalam puisinya.(VAN)
Baca juga: 5 Contoh Rima dalam Puisi dan Pengertiannya
