Konten dari Pengguna

5 Contoh Ukara Lamba Bahasa Jawa yang Mudah Dipelajari oleh Pemula

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Ukara lamba. Sumber: Pexels/ Jeffry Surianto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Ukara lamba. Sumber: Pexels/ Jeffry Surianto

Contoh ukara lamba digunakan dalam bahasa Jawa untuk mendefinisikan sebuah kalimat tunggal. Kalimat tunggal merupakan sebuah kalimat yang mengandung satu subyek (jejer) dan predikan (predikat) saja.

Kalimat ini juga bisa ditambahkan objek (lesan) dan keterangan (katrangan) yang digunakan untuk memperjelas maksud dari kalimat. Materi ini juga diajarkan dalam mata pelajaran bahasa Jawa di sekolah.

Ciri dan Unsur Ukara Lamba

Ilustrasi Contoh Ukara lamba. Sumber: Pexels/JJJ Jouuun

Berdasarkan buku Mantra Kidung Jawa, Wahyu Widodo (2018), ukara lamba, yaitu kalimat yang terdiri dari satu klausa, yakni kalimat yang terdiri atas subjek (jejer) dan predikat (wasesa). Menentukan ukara lamba bisa ditentukan dengan ciri berikut ini.

  1. Kalimat memiliki satu gagasan dan informasi

  2. Hanya terdiri dari satu susunan (tidak ada unsur lain pada kalimat)

  3. Diawali huruf kapital

  4. Tidak terdapat konjuksi

  5. Ukara lamba mempunyai unsur unsur yang dapat disusun menjadi sebuah kalimat

  6. Memiliki unsur-unsur

Ukara lamba juga memiliki beberapa unsur yang dapat menjadikannya sebuah kelimat. Di antaranya yaitu:

1. Subyek (Jejer)

Subyek (jejer) pada sebuah kalimat menentukan maksud dari kalimat tersebut apabila salah menempatkan subyek (jejer) bisa mengubah maksud atau isi dari sebuah kalimat. Maka dari itu, subyek (jejer) adalah unsur terpenting dari sebuah ukara lamba.

2. Predikat (Wasesa)

Predikat (wasesa) merupakan unsur yang tidak kalah pentingnya dengan subyek (jejer). Karena subyek (jejer) tanpa predikat (wasesa), tidak akan dikatakan sebagai ukara. Predikat (wasesa) sendiri adalah unsur yang menjelaskan sebuah kegiatan dari subyek (jejer).

3. Obyek (Lesan)

Sebuah objek (lesan) biasanya menunjukan benda yang dipakai untuk menjelaskan apa yang sedang digunakan dari unsur subyek (jejer).

4. Keterangan (Katrangan)

Keterangan (katrangan) dalam bahasa Jawa digunakan sebagai ukara pelengkap yang dimaksudkan untuk memperjelas isi dari sebuah kalimat.

Contoh Ukara Lamba

Ilustrasi Contoh Ukara lamba. Sumber: Pexels

Berikut ini contoh ukara lamba yang bisa disimak dan dipelajari.

  1. Diana ngebuk anjing.

    Diana = Subyek (Jejer). Ngebuk = Predikat (Wasesa). Anjing = Obyek (Lesan)

  2. Yanti ngecat tembok ing kamar.

    Yanti = Subyek (Jejer). Ngecat = Predikat (Wasesa). Tembok = Obyek (Lesan). Ing Kamar = Keterangan (Katrangan Tempat)

  3. Risda ngarap tugas nganggo komputer.

    Risda = Subyek (Jejer). Ngarap = Predikat (Wasesa). Tugas = Obyek (Lesan). Nganggo Komputer = Keterangan (Katrangan Alat).

  4. Sapitri mangan sate lahap banget.

    Sapitri = Subyek (Jejer). Mangan = Predikat (Wasesa). Sate = Obyek (Lesan). Lahap Banget = Keterangan (Katrangan Cara).

  5. Riday nesu nesu ngowo parang mau esuk.

    Riday = Subyek (Jejer). Nesu-nesu = Predikat (Wasesa). Ngowo Parang = Obyek (Lesan). Mau esuk = Keterangan (Katrangan Waktu).

Demikian lima contoh ukara lamba bahasa Jawa yang mudah dipelajari oleh pemula dengan penjelasan lengkap terkait subyek (jejer), predikat (wasesa), ditambah keterangan (katrangan). (DIA)

Baca juga: Fungsi Kelengkapan Ritual beserta Pengertiannya yang Menarik di Ketahui