5 Dampak Pencemaran Sungai yang Harus Dicegah

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dampak pencemaran sungai sangat penting untuk dicegah agar tidak merugikan kelestarian alam dan kehidupan manusia. Sebagian besar pencemaran sungai disebabkan oleh ulah manusia sehingga seharusnya bisa dicegah.
Kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan melalui edukasi. Jangan sampai kesadaran itu muncul ketika sudah merasakan dampaknya. Salah satu bentuk edukasi adalah mengenalkan berbagai dampak pencemaran tersebut.
Dampak Pencemaran Sungai
Sungai merupakan badan air yang sangat mudah tercemar. Ini karena limbah rumah tangga dialirkan melalui selokan menuju ke sungai. Bahkan banyak industri yang didirikan di dekat sungai agar dapat membuang limbahnya secara diam-diam ke sungai.
Karena sungai mengalir ke berbagai tempat, maka dampak pencemarannya mudah tersebar. Berikut adalah dampak pencemaran sungai yang harus diwaspadai, yang dikutip dari Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Afidatul Muadifah (2019:65).
Dampak terhadap kualitas air permukaan dan air tanah.
Dampak ini bisa diketahui dari pengujian kualitas air. Air sungai dan laut di banyak daerah pantai yang dekat dengan kawasan industri menunjukkan kualitas yang berada di bawah kualitas air permukaan. Ini berarti telah terjadi pencemaran.
Dampak terhadap kehidupan biota air.
Zat pencemar dapat secara langsung menurunkan kadar oksigen yang dibutuhkan hewan dan tanaman air. Zat pencemar juga dapat membunuh tanaman air yang berperan menghasilkan oksigen.
Akibat selanjutnya adalah hewan air akan kekurangan oksigen. Selain itu, ikan-ikan dapat keracunan.
Dampak terhadap kesehatan.
Air sungai yang tercemar dan dekat dengan pemukiman dapat menyebabkan terjadinya penyakit, antara lain diare, kolera, tifus dan sebagainya. Anak-anak yang main di sungai dapat terserang gatal-gatal dan korengan.
Dampak terhadap estetika lingkungan.
Lingkungan sungai yang banyak sampah tidak enak dipandang mata. Bagi yang mendirikan usaha di dekat tempat itu, misalnya usaha restoran, akan mengakibatkan pembeli merasa tidak nyaman dan tidak mau datang lagi.
Dampak terhadap udara atau kebauan.
Awalnya sungai itu tidak bau. Yang membuat sungai bau adalah penumpukan limbah organik, anorganik, dan zat kimia di dalam dan tepi sungai.
Sampah yang tidak terurai akan membuat limbah organik terjebak dan menjadi tempat hidup mikroorganisme dan mikroba patogen. Selain menimbulkan bau tak sedap, tumpukan ini menjadi sumber penyakit.
Baca juga: 4 Contoh Limbah Pertambangan serta Bahayanya bagi Lingkungan
Itulah dampak pencemaran sungai yang harus dicegah. Banyak pemukiman di Indonesia yang dekat sungai. Dampak-dampak di atas akan sangat mempengaruhi kualitas hidup masyarakat di sekitarnya. (lus)
