Konten dari Pengguna

5 Faktor yang Harus Dipenuhi dalam Menyusun Program Interval Training

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi faktor yang harus dipenuhi dalam menyusun program interval training - Sumber: pexels.com/@olly/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi faktor yang harus dipenuhi dalam menyusun program interval training - Sumber: pexels.com/@olly/

Terdapat beberapa faktor yang harus dipenuhi dalam menyusun program interval training. Program interval training biasanya dapat disesuaikan dengan berbagai jenis aktivitas fisik, termasuk berlari, bersepeda, berenang, angkat beban, atau aktivitas lainnya.

Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan seorang profesional kesehatan atau pelatih untuk membantu merancang program interval training. Tapi tetapa saja ada beberapa faktor yang belu dipahami dengan baik sebelumnya.

Faktor yang Harus Dipenuhi dalam Menyusun Program Interval Training

Ilustrasi faktor yang harus dipenuhi dalam menyusun program interval training - Sumber: pexels.com/@mali/

Interval training adalah metode latihan yang melibatkan aktivitas fisik dengan periode intensitas tinggi yang diselingi dengan periode istirahat. Metode ini merupakan elemen penting dalam program latihan secara keseluruhan.

Dalam satu sesi interval training, biasanya seorang atlet melakukan latihan berulang dengan periode istirahat di antara setiap latihannya. Jenis latihan yang digunakan dalam interval training dapat berupa berlari (interval running) atau berenang (interval swimming).

Berdasarkan buku Maximum Interval Training, John Cissik, Jay Dawes, 2015, untuk menyusun program interval training yang efektif, terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Faktor yang harus dipenuhi dalam menyusun program interval training tersebut adalah sebagai berikut.

1. Tujuan Latihan

Tentukan tujuan latihan lebih dulu. Apakah ingin meningkatkan kebugaran kardiovaskular, meningkatkan kekuatan, atau ingin menurunkan berat badan? Tujuan ini akan memengaruhi jenis interval training yang dipilih.

2. Jenis Latihan

Pilih jenis latihan yang sesuai dengan tujuan, seperti berlari, bersepeda, berenang, atau latihan angkat beban. Jenis latihan ini akan memengaruhi bagaimana seseorang menyusun program interval yang sesuai dengan kondisinya.

3. Durasi atau Lamanya Latihan

Tentukan berapa lama periode intensitas tinggi (interval) dan berapa lama periode pemulihan. Bisa bervariasi tergantung pada tingkat kebugaran dan tujuan. Misalnya, interval intensitas tinggi bisa berlangsung 20-60 detik, diikuti oleh periode pemulihan selama 1-3 menit.

4. Beban atau Intensitas Latihan

Tentukan seberapa keras akan berlatih selama interval intensitas tinggi. Ini dapat diukur dalam persentase dari denyut jantung maksimum seseorang, tingkat usaha percepatan maksimum, atau tingkat kecepatan bagian tubuh dalam olahraga tertentu.

5. Volume dan Frekuensi

Tentukan berapa banyak interval yang akan dilakukan dalam satu sesi latihan dan seberapa sering akan melakukannya dalam seminggu. Bisa berkisar dari beberapa interval hingga banyak interval dalam satu sesi, tergantung pada tingkat kebugaran dan tujuan.

Baca Juga: 5 Manfaat Latihan Kebugaran Jasmani untuk Kesehatan Fisik

Selain beberapa faktor tersebut, sebaiknya jangan melupakan pentingnya keselamatan dan pemulihan. Pastikan memiliki waktu yang cukup untuk pemulihan di antara sesi interval. Pastikan tubuh memiliki waktu untuk pulih dan berkembang secara natural.

Faktor yang harus dipenuhi dalam menyusun program interval training bisa disusun sendiri atau dibantu oleh ahlinya. Khususnya bila memiliki kondisi kesehatan tertentu atau belum pernah melakukan interval training sebelumnya. (DNR)