5 Fungsi Uterus pada Sistem Reproduksi Wanita

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wanita dan pria memiliki organ reproduksi yang berbeda. Salah satu perbedaannya adalah wanita memiliki uterus, sementara pria tidak. Fungsi uterus harus diketahui, terutama oleh para wanita agar bisa menjaga organ ini dengan baik.
Selain fungsinya, apa yang dimaksud dengan uterus dan bagiannya juga harus dipelajari. Sebab, uterus atau rahim ini sangat penting dalam proses kehamilan, kesuburan, serta siklus menstruasi.
Mengenal Uterus dan Strukturnya
Dikutip dari Perawatan Maternitas Edisi 2, Farrer (2001:21-22), uterus adalah organ muskuler yang berongga, berdinding tebal, dan berada di antara kandung kemih dan rektum. Uterus terdiri dari dua bagian, yakni korpus atau badan dan serviks atau leher.
Serviks terbentuk oleh bagian sepertiga bawah uterus dan separuh dari serviks menjulur ke dalam vagina. Panjang uterus adalah sekitar 7,5 cm, dengan lebar 5,5 cm, dan kedalaman 2,5 cm. Adapun ketebalan dinding uterus adalah sekitar 1,2 cm. Oleh karena itu, kavum uteri ukurannya sangat kecil.
Adapun struktur uterus dibagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut.
1. Lapisan
Korpus uteri dilapisi dengan endometrium yang merupakan jaringan epitel yang mengandung stroma dan kelenjar. Pada endometrium terdapat lapisan permukaan yang dibangun dan dilepaskan di setiap siklus menstruasi serta lapisan basal yang konstan.
Sementara itu, kanalis servisis dilapisi dengan epitel silindris dan mengandung kelenjar-kelenjar besar. Sedangkan tonjolan serviks ke dalam vagina dilapisi oleh epitel gepeng berlapis yang berlanjut menjadi lapisan vagina.
2. Lapisan Otot
lapisan dinding uterus adalah lapisan muskuler yang disebut sebagai miometrium. Pada lapisan ini terdapat serabut-serabut otot.
3. Selubung Luar
Lapisan luar peritoneum menyelubungi permukaan anterior dan posterior korpus uteri.
Fungsi Uterus
Masih mengutip dari sumber yang sama, berikut ini adalah beberapa fungsi uterus.
Menyediakan tempat yang sesuai bagi ovum yang telah dibuahi supaya ovum tersebut bisa menanamkan diri.
Uterus juga memberikan nutrisi dan perlindungan kepada embrio atau janin hingga mencapai maturitas.
Fungsi uterus selanjutnya adalah mendorong keluar janin dan plasenta saat dalam masa persalinan.
Uterus juga berfungsi untuk mengendalikan perdarahan dari tempat pelekatan plasenta melalui kontraksi otot-otot yang saling terjalin.
Jika tidak terjadi kehamilan, lapisan atas endometrium akan dilepaskan dan dikeluarkan melalui vagina.
Baca juga: Mengenal Sistem Reproduksi Wanita dan Fungsinya
Dengan mengetahui apa dan fungsi uterus bagi sistem reproduksi wanita, diharapkan setiap wanita bisa menjaga organ ini secara lebih baik. Jangan ragu untuk ke dokter jika merasa ada yang tidak benar. (KRIS)
