5 Hadits Tentang Memelihara Kehidupan Manusia Lengkap

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hadis merupakan salah satu sumber hukum umat Islam. hadis memiliki peran penting dalam membimbing umat Islam dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama secara menyeluruh. Salah satu hadis yang penting untuk diperhatikan adalah hadits tentang memelihara kehidupan manusia.
Selain menjadi sumber hukum, hadis mengajarkan nilai-nilai moral dan etika yang luhur. Seperti hadis yang membahas tentang memelihara kehidupan manusia yang pada dasarnya menunjukkan betapa Islam sangat menghargai dan menjunjung tinggi nilai nyawa dan martabat manusia.
Hadits Tentang Memelihara Kehidupan Manusia
Mengutip buku Memahami Ilmu Hadis karya Asep Herdi (2024:21) hadis adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi saw baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapan dan sebagainya. Hadis dapat menjadi salah satu sumber utama ajaran Islam setelah Al-Qur’an.
Hadis memberikan penjelasan rinci terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang bersifat umum. Hadis memberikan contoh konkret tentang bagaimana menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran Islam. Berikut ini beberapa hadits tentang memelihara kehidupan manusia yang dapat diperhatikan.
1. Hadis Riwayat Imam Ahmad
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: جَاءَ حَمْزَةُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، اجْعَلْنِي عَلَى شَيْءٍ أَعِيشُ بِهِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "يَا حَمْزَةُ، نَفْسٌ تُحْيِيهَا أَحَبُّ إِلَيْكَ أَمْ نَفْسٌ تُمِيتُهَا؟ " قَالَ: بَلْ نَفْسٌ أُحْيِيهَا: قَالَ: "عَلَيْكَ بِنَفْسِكَ".
Artinya: Dari Abdullah ibnu Amr yang telah mengatakan bahwa Hamzah ibnu Abdul Muttalib datang kepada Rasulullah saw, lalu bertanya: Wahai Rasulullah, berikanlah kepadaku sesuatu pegangan untuk kehidupanku.” Rasulullah saw menjawab, "Hai Hamzah, jiwa seseorang yang kamu pelihara kehidupannya lebih kamu sukai ataukah jiwa seseorang yang kamu matikan?" Hamzah menjawab, "Tidak, bahkan jiwa yang aku pelihara kehidupannya.” Rasulullah saw bersabda, "Peliharalah dirimu.” (HR. Imam Ahmad)
2. Hadis Riwayat Imam Muslim
أَخَذَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا أَخَذَ عَلَى النِّسَاءِ: أَلَّا نُشْرِكَ بِاللَّهِ شَيْئًا: وَلَا نَسْرِقَ، وَلَا نَزْنِي، وَلَا نَقْتُلَ أَوْلَادَنَا وَلَا يَعْضَه بَعْضُنَا بَعْضًا، فَمَنْ وَفَّى مِنْكُمْ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ، وَمَنْ أَصَابَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَعُوقِبَ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ، وَمَنْ سَتَرَهُ اللَّهُ فأمْرُه إِلَى اللَّهِ، إِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُ
Artinya: Rasulullah Saw. telah mengambil janji dari kami sebagaimana beliau telah mengambil janji dari kaum wanita, yaitu kami tidak boleh mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun, tidak boleh mencuri, tidak boleh berzina, tidak boleh membunuh anak-anak kita, dan tidak boleh membenci (memusuhi) sebagian yang lain.
Maka barang siapa yang menunaikannya di antara kalian, pahalanya ada pada Allah. Dan barang siapa yang melakukan sesuatu dari larangan tersebut, lalu ia dihukum, maka hukuman itu merupakan kifarat bagi (dosa)nya. Barang siapa yang ditutupi oleh Allah, maka perkaranya terserah kepada Allah; jika Dia menghendaki mengazabnya, pasti Dia mengazabnya; dan jika Dia menghendaki memaafkannya, niscaya Dia memaafkannya"
3. Larangan Membunuh
Allah Swt. berfirman bahwa seorang mukmin tidak boleh membunuh saudaranya yang mukmin dengan alasan apa pun. Seperti yang disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui Ibnu Mas'ud, bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:
لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ: النَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ
Artinya: Tidak halal darah seorang muslim yang telah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku adalah utusan Allah, kecuali karena salah satu dari tiga perkara, yaitu membunuh jiwa balasannya dibunuh lagi, duda yang berzina, orang yang meninggalkan agamanya lagi memisahkan diri dari jamaah.
4. Larangan Membahayakan Diri Sendiri dan Orang Lain
عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: "لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ".
Artinya: Dari Ubadah bin Shamit, Rasulullah saw bersabda: "Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain."
5. Menolong Sesama
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: "وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ، مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ".
Artinya: Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda: "Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya."
Dengan memahami berbagai hadits tentang memelihara kehidupan manusia, umat Islam dapat lebih mendalami ajaran agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini menjadi landasan penting bagi umat Islam dalam membangun kehidupan sosial yang damai dan penuh tanggung jawab. (BAI)
Baca Juga: Hadits tentang Puasa Syawal dan Keutamaannya
