Konten dari Pengguna

5 Kutipan Contoh Cerpen beserta Pengarangnya dari Indonesia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh cerpen beserta pengarangnya - Sumber: pixabay.com/josealbafotos
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh cerpen beserta pengarangnya - Sumber: pixabay.com/josealbafotos

Ada banyak sekali contoh cerpen beserta pengarangnya yang berasal dari Indonesia. Indonesia memang memiliki banyak penulis cerpen yang berbakat dan produktif.

Salah satu faktornya adalah banyak komunitas sastra di Indonesia yang bisa mendukung dan memotivasi para penulis. Termasuk kelompok-kelompok sastra, festival sastra, dan platform daring yang didedikasikan untuk sastra.

Contoh Cerpen beserta Pengarangnya

Ilustrasi contoh cerpen beserta pengarangnya - Sumber: pixabay.com/pexels

Berdasarkan buku Mengenali dan Menuliskan Ide Menjadi Cerpen, I Wayan Kerti, 2020, cerpen atau cerita pendek merupakan bagian dari bentuk prosa baru yang terus berkembang sampai saat ini dengan berbagai dinamikanya.

Cerpen biasanya lebih pendek dibandingkan dengan novel atau karya sastra yang lebih panjang. Meskipun pendek, cerpen tetap harus memiliki struktur cerita yang lengkap dengan awalan, permasalahan, klimaks, dan penyelesaian.

Inilah beberapa kutipan dari contoh cerpen beserta pengarangnya yang asli dari Indonesia.

1. Seribu Kunang-Kunang di Manhattan oleh Umar Kayam

Kutipan:

Mereka duduk bermalas-malasan di sofa. Marno dengan segelas scotch dan Jane dengan segelas martini. Mereka sama-sama memandang ke luar jendela.

“Bulan itu ungu, Marno.”

“Kau tetap hendak memaksaku untuk percaya itu ?”

“Ya, tentu saja, Kekasihku. Ayolah akui. Itu ungu, bukan?”

“Kalau bulan itu ungu, apa pula warna langit dan mendungnya itu?”

“Oh, aku tidak ambil pusing tentang langit dan mendung. Bulan itu u-ng-u! U-ng-u! Ayolah, bilang, ungu!”

“Kuning keemasan!”

“Setan! Besok aku bawa kau ke dokter mata.”

2. Robohnya Surau Kami oleh AA. Navis

Kutipan:

Sebagai penjaga surau, Kakek tidak mendapat apa-apa. Ia hidup dari sedekah yang dipungutnya sekali se-Jumat. Sekali enam bulan ia mendapat seperempat dari hasil pemungutan ikan mas dari kolam itu. Dan sekali setahun orang-orang mengantarkan fitrah Id kepadanya. Tapi sebagai garin ia tak begitu dikenal. Ia lebih dikenal sebagai pengasah pisau. Karena ia begitu mahir dengan pekerjaannya itu.

Orang-orang suka minta tolong kepadanya, sedang ia tak pernah minta imbalan apa-apa. Orang-orang perempuan yang minta tolong mengasahkan pisau atau gunting, memberinya sambal sebagai imbalan. Orang laki-laki yang minta tolong, memberinya imbalan rokok, kadang-kadang uang. Tapi yang paling sering diterimanya ialah ucapan terima kasih dan sedikit senyum.

3. Macan oleh Seno Gumira Ajidarma

Kutipan:

Di sisi lain jalan terdapatlah jurang berdinding curam yang menggemakan arus sungai di dasarnya. Suara arus tentu lebih mengalihkan perhatian. Gemanya bahkan membuat mereka harus berbicara cukup keras.

”Hujan begini Simbah tidak ke mana-mana kan?”

”Oooh kurasa hujan seperti ini tidak banyak artinya untuk Simbah, justru ini saatnya keluar untuk mencari mangsa yang menggigil kedinginan.”

”Berarti mangsanya itu kamu!”

”Huss!”

”Ha-ha-ha-ha!”

”Ha-ha-ha-ha!”

”Ha-ha-ha-ha!”

Baginya ini hanya suara-suara karena ia memang tidak mengerti bahasa manusia. Namun, ia memang bisa memangsa salah seorang di antaranya.

4. Sesaat Sebelum Berangkat oleh Puthut EA

Kutipan:

Aku menutup kembali pintu lemari pakaian. Isak tangis tertahan masih terdengar dari luar kamar. Tanganku meraih daun pintu, menutup pintu kamar yang terbuka sejengkal. Suara tangisan tinggal lamat-lamat.

Aku berjalan pelan menuju jendela, membukanya, lalu duduk di atas kursi. Pagi ini, langit berwarna kelabu. Sejujurnya, sempat melintas pertanyaan di kepalaku, kenapa aku tidak menangis? Kemudian pikiranku mengembara, menyusuri tiap jengkal peristiwa yang terjadi tiga pekan lalu.

5. Kuda Terbang Maria Pinto oleh Linda Christanty

Kutipan:

Gaun lembut Maria Pinto membelah anyir perang dengan kibaran putih yang menyilaukan. Dua pengawal menemani perjalanan rutin ini, menjaga junjungan mereka dari atas kereta. Yosef membiarkan iring-iringan itu berlalu. Lutut-lututnya lemas. Ia terduduk di tanah.

Angin pun berangsur tenang. Alang-alang yang subur jangkung, semak-semak duri di tanah gersang, dan gunung batu terjal di kejauhan kembali memenuhi penglihatannya bersama kenangan akan gadis itu.

Baca Juga: 3 Contoh Unsur Ekstrinsik dalam Cerpen

Itu tadi beberapa kutipan dari contoh cerpen beserta pengarangnya. Kemunculan banyak penulis cerpen di Indonesia telah menghasilkan karya-karya yang beragam dalam hal tema, gaya, dan sudut pandang. (DNR)