5 Manfaat Bioteknologi Konvensional di Bidang Pangan

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di era globalisasi sekarang ini, perkembangan teknologi berkembang pesat. Hal ini bisa dilihat dari penggunaan mikroorganisme dalam teknologi. Bidang pangan menjadi salah satu penerapan dari manfaat bioteknologi konvensional.
Bioteknologi secara general bisa diterapkan di segala bidang. Namun sejak hadirnya bioteknologi, bidang pangan menjadi salah satu bidang utama yang menerapkan bioteknologi untuk mengawetkan bahan makanan seperti biji-bijian atau bahan pangan lainnya.
Di Indonesia, bioteknologi digunakan untuk mengasilkan produk makanan dan minuman baru seperti roti, bir dan lain sebagainya.
Manfaat Bioteknologi Konvensional Bidang Pangan dan Contohnya
Dikutip dari buku Pengantar Bioteknologi Teori dan Aplikasi, Endik Deni Nugroho dan Dwi Anggrowati Rahayu (2018:4) menjelaskan bahwa bioteknologi berasal dari kata Bios yang artinya hidup, teuchos artinya alat dan logos yang artinya ilmu.
Bioteknologi dimaknai sebagai cabang ilmu yang mempelajari tentang pemanfaatan makhluk hidup seperti bakteri, fungi virus maupun produk dari makhluk hidup seperti protein bioaktif, vitamin dan lain sebagainya.
Dalam aplikasinya, bioteknologi sebagai media produksi untuk menghasilkan barang dan jasa dalam peningkatan kesejahteraaan umat manusia.
Hal ini yang menjadikan bioteknologi sangat berguna dari zaman dahulu maupun saat ini. Dengan hadirnya bioteknologi menjadikan kehidupan manusia menjadi lebih mudah terutama pada proses pengawetan bidang pangan.
Berikut ini merupakan manfaat bioteknologi pada bidang pangan yang jarang diketahui.
Membuat makanan lebih tahan lama
Meningkatkan nilai gizi dan produk makanan dan minuman
Menciptakan sumber makanan baru
Tidak menyebabkan alergi ketika dikonsumsi
Menjadi teknologi yang sederhana dalam mengawetkan makanan
Dengan manfaat bioteknologi tersebut muncullah beragam bahan pangan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat setiap harinya. Berikut beberapa contoh bahan pangan yang memanfaatkan bioteknologi konvensional.
Tempe, bahan makanan ini dibuat dengan bantuan mikroorganisme jamur yang disebut dengan jamur tempe Rhizopus oryzae.
Kecap, dalam pembuatannya membutuhkan mikroorganisme yaitu jamur Aspergillus oryzae.
Yoghurt, minuman susu asam dibuat dengan menambahkan bakteri laktat yakni Streptococcus.
Baca juga: 6 Manfaat Mikroorganisme dalam Bioteknologi
Demikian tadi manfaat bioteknologi konvensional pada bidang pangan. Teman-teman bisa menerapkan dirumah dan semoga menjadi referensi bagi teman-teman. (RFL)
