5 Sifat Larutan Penyangga beserta Fungsi dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian larutan penyangga, yaitu larutan yang mempertahankan dan menjaga keseimbangan pH. Salah satu sifat larutan penyangga adalah mampu mempertahankan pH walaupun ditambah sedikit asam kuat maupun basa kuat.
Maksud penyangga pada larutan ini merupakan sesuatu yang menyangga tingkat kenetralan dalam sebuah larutan. Sehingga tidak terjadi perubahan nilai ketika mendapat tambahan larutan asam atau basa meski sedikit saja.
Sifat Larutan Penyangga
Dikutip dalam buku Pintar Pelajaran: Ringkasan Materi Dan Kunpulan Rumus Lengkap, Tim Guru Indonesia (2010: 131), larutan penyangga adalah larutan yang mengandung asam lemah dengan basa konjugasinya, atau sebaliknya.
Larutan penyangga mempunyai komponen asam yang mampu menahan kenaikan pH dan sebuah komponen basa yang mampu menahan penurunan pH. Komponen itu merupakan konjugat dari asam basa lemah penyusun larutan buffer itu sendiri.
Larutan penyangga juga merupakan larutan yang dibentuk oleh reaksi asam lemah dengan basa konjugatnya ataupun basa lemah. Reaksi ini disebut juga sebagai reaksi asam-basa konjugasi. Adapun sifat larutan penyangga, yaitu
Dapat mempertahankan pH walaupun ditambah sedikit asam kuat maupun basa kuat.
Pengenceran yang terjadi pada larutan penyangga, tidak akan merubah pH.
Semakin banyak jumlah mol dalam suatu larutan, maka larutan tersebut memiliki kemampuan mempertahankan pH yang kuat.
Pada suhu yang tetap atau tidak berubah, nilai Ka selalu tetap.
Campuran garam dan asam mempunyai pH yang setabil, dengan pH campuran terletak antara pKa-1 dan pKa+1.
Fungsi Larutan Penyangga
Secara umum fungsi dari larutan penyangga, yaitu mempertahankan pH dengan menetralkan asam atau basa. Adapun fungsi lain larutan penyangga, yaitu sebagai berikut.
1. Darah Manusia
Darah manusia memiliki pH berkisar 7,35 – 7,45 . Jika pH darah <7,35 biasa disebut keadaan asidosis, tetapi bila pH darah tersebut >7,45 disebut alkalosis.
Asidosis dan alkalosis mampu menimbulkan kematian. Agar pH darah tidak berubah, dalam darah terdapat larutan penyangga asam karbonat dan ion bikarbonat.
2. Cairan Sel Tubuh
Dalam cairan sel tubuh, larutan penyangga berfungsi dalam ekskresi ion H+ pada ginjal. Hal ini disebabkan adanya penyangga asam hidrogen fosfat H2PO4(-) dan basa konjugasinya ion monohidrogen fosfat HPO4(2-).
3. Industri Farmasi
Dalam industri farmasi, larutan penyangga berfungsi dalam pembuatan obat yang berasal dari campuran asam basa dan konjugasi nya senyawa fosfat.
4. Industri Makanan
Larutan penyangga juga berfungsi dalam mempertahakan pH pada makanan. Salah satu contohnya, yaitu pada buah-buahan yang ada dalam kaleng. Buah ini perlu di bubuhi natrium sitrat dan asam sitrat untuk menjaga pH agar buah tidak mudah rusak oleh bakteri
Contoh Larutan Penyangga
Contoh larutan penyangga yang ada di tubuh manusia adalah penyangga karbonat H2CO3 atau HCO3(-) yang fungsinya menjaga pH darah manusia. Larutan ini terdiri dari asam lemah H2CO3 dengan basa konjugasinya yaitu HCO3(-).
Contoh lain dari larutan ini, yaitu penyangga fosfat yang terdiri dari asam lemah H2PO4(-) dan basa konjugasinya, yaitu HPO4(2-). Larutan ini terdapat di dalam cairan intra sel dari makhluk hidup pada umumnya untuk menjaga pH.
Baca juga: Pengertian, Sifat beserta Contoh Asam dan Basa
Itu tadi sifat larutan penyangga beserta fungsi dan contohnya. Perlu dicatat bahwa larutan penyangga harus benar-benar stabil dan memiliki konsentrasi yang tepat dan tetap untuk memastikan hasil yang akurat dalam analisis kimia. (MRZ)
