Konten dari Pengguna

5 Variasi Gerakan Lompat Tinggi yang Perlu Diketahui

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Variasi gerakan lompat tinggi. Sumber: pexels.com/Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Variasi gerakan lompat tinggi. Sumber: pexels.com/Pixabay.

Variasi gerakan lompat tinggi banyak diperlihatkan para atlet di berbagai kejuaraan. Meski ada beberapa gaya yang pernah dipertontonkan, namun umumnya gaya para juaralah yang paling banyak diikuti.

Untuk pemula, pengetahuan tentang ciri khas masing-masing variasi atau gaya dalam lompat tinggi penting untuk diketahui. Masing-masing variasi memiliki tingkat kesulitan dan tingkat efektivitas yang berbeda bagi tiap orang.

Variasi Gerakan Lompat Tinggi

Ilustrasi Variasi gerakan lompat tinggi. Sumber: pexels.com/AndriusŠimkus.

Dikutip dari Mengenal Atletik, Oktavia Rokhimaturrizki (2022:43), kompetisi lompat tinggi sudah ada sejak zaman Yunani Kuno. Namun cabang olahraga ini baru tercatat secara resmi dalam kompetisi di Skotlandia pada awal abad ke-19.

Sepanjang sejarah salah satu cabang olahraga atletik tersebut, telah tercipta beberapa variasi gerakan lompat tinggi yang dizinkan. Berikut adalah variasi-variasi tersebut:

  1. Gaya Gunting (Sweeney atau Scissors)

    Ini merupakan teknik pada masa awal lompat tinggi dikenal. Ketika itu atlet mendarat di atas tanah berumput dengan cara membelakang. Sayangnya cara ini sering membuat atlet cedera.

    Teknik ini menggunakan metode pendekatan langsung yang diawali dari tengah lapangan. Atlet berlari lurus dengan sudut 30° ke arah mistar. Kaki yang paling dekat dengan mistar digunakan untuk melompat.

  2. Gaya Guling (Eastern Cut-off)

    Gaya ini merupakan evolusi dari gaya gunting. Namun untuk melakukannya butuh atlet dengan tubuh fleksibel karena harus memutar tubuh ke posisi horizontal di puncak lompatan. Karena posisi panggul lebih tinggi, maka hasil lompatan juga lebih tinggi.

  3. Gaya Guling Sisi (Western Roll)

    Gaya ini hampir sama dengan gaya gunting, yaitu bila tumpuan yang digunakan adalah kaki kiri, maka ketika mendarat juga menggunakan kaki kiri. Perbedaannya adalah pada awalan, yaitu dari samping.

  4. Gaya Guling Straddle

    Atlet mengambil awalan dari samping dengan jumlah langkah ganjil. Gunakan kaki yang berbeda untuk menumpu dan mengayun. Setelah kaki melewati mistar, tubuh dibalik hingga menelungkup di atas sepanjang mistar.

    Yang terpenting, kaki lebih rendah dari palang ketika di puncak lompatan agar panggul bisa naik setinggi mungkin.

  5. Gaya Fosbury Flop

    Teknik ini paling banyak digunakan hingga sekarang. Fosbury Flop diperkenalkan oleh Dick Fosbury pada tahun 1968. Dick memenangkan National Collegiate Athletic Association (NCAA) dan Olimpiade Mexico City dengan gaya ini.

    Pada teknik ini, awalan harus cepat dan menikung untuk meningkatkan energi tolakan. Ketika melompat, tubuh membuat putaran 180°.

Baca juga: Pengertian Olahraga Atletik dan Jenis-jenisnya

Itulah 5 variasi gerakan lompat tinggi yang perlu diketahui. Lompat tinggi adalah olahraga berisiko besar sehingga apa pun pilihan gayanya, yang penting adalah dilakukan dengan teknik yang benar. (lus)