50 Contoh Kata Ulang Dwilingga dan Kata Ulang Lain dalam Bahasa Indonesia

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh kata ulang dwilingga dan kata ulang lainnya dapat dijadikan bahan untuk lebih memahami bagaimana kata dalam bahasa Indonesia diulang. Bentuk kata ulang cukup beragam sehingga kadang menimbulkan keraguan mana yang benar.
Kesulitan utama yang mungkin ditemui ketika menulis kata ulang adalah ada beberapa bentuk yang berubah atau mendapat imbuhan. Mempelajari kata ulang, termasuk dwilingga, merupakan tambahan pengetahuan yang bermanfaat.
Contoh Kata Ulang Dwilingga
Dikutip dari Bahasa Indonesia untuk Kelas VIII, Agus Supriatna dan Kawan-kawan (2007:12), kata ulang atau reduplikasi adalah kata yang mengalami proses perulangan. Perulangan bisa terjadi sebagian atau seluruhnya dan disertai perubahan fungsi atau tidak.
Berikut contoh kata ulang dwilingga dan kata ulang lainnya dalam bahasa Indonesia.
1. Kata ulang dwilingga.
Kata ulang dwilingga adalah kata ulang yang perulangannya terjadi di seluruh kata dasar.
Contoh:
Buku → buku-buku
Jalan → jalan-jalan.
Duduk → duduk-duduk.
Anak → anak-anak.
Besar → besar-besar.
Saudara → saudara-saudara.
Makan → makan-makan.
Ibu → ibu-ibu.
Bapak → bapak-bapak.
Main → main-main.
2. Kata ulang dwipurwa.
Kata ulang dwipurwa adalah kata ulang yang perulangannya terjadi pada suku kata awal.
Contoh:
Laki → lelaki.
Tamu → tetamu.
Sama → sesama.
Luhur → leluhur.
Jaring → jejaring.
Tua → tetua.
Orang → seseorang.
Runtuh → reruntuhan.
Tanaman → tetanaman.
Tumbuhan → tetumbuhan.
3. Kata ulang dwilingga salin suara.
Kata ulang dwilingga salin suara adalah kata ulang yang perulangannya terjadi pada seluruh kata dasar tapi fonemnya ada yang berubah.
Contoh:
Carut-marut.
Lenggak-lenggok.
Huru-hara.
Suka-duka.
Kaya-raya.
Bolak-balik.
Sayur-mayur.
Gerak-gerik.
Serba-serbi.
Warna-warni.
4. Kata ulang berimbuhan.
Kata ulang berimbuhan adalah kata ulang yang perulangannya terjadi pada seluruh kata dasar ditambah dengan imbuhan.
Contoh:
Anak → anak-anakan.
Tulis → tulis-menulis.
Giat → kegiatan-kegiatan.
Kotek → berkotek-kotek.
Deru → menderu-deru.
Tali → tali-temali.
Desak → berdesak-desakkan.
Kuda → kuda-kudaan.
Rumah → rumah-rumahan.
Tarik → tarik-menarik.
5. Kata ulang semu.
Kata ulang semu adalah kata ulang yang tidak memiliki bentuk dasar yang diulang.
Contoh:
Biri-biri.
Kura-kura.
Cumi-cumi.
Labi-labi
Laba-laba.
Ubur-ubur.
Kupu-kupu.
Kunang-kunang.
Alang-alang.
Gado-gado.
Baca juga: 15 Contoh Kalimat Majemuk Berdasarkan Jenis-jenisnya
Itulah contoh kata ulang dwilingga dan contoh kata ulang lainnya. Pembahasan di atas merupakan sebagian dari keberagaman dalam tata bahasa Indonesia yang penting untuk dilestarikan. (lus)
