Konten dari Pengguna

50 Contoh Kata Ulang Dwilingga dan Kata Ulang Lain dalam Bahasa Indonesia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh kata ulang dwilingga. Sumber: unsplash.com/DaiKe.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh kata ulang dwilingga. Sumber: unsplash.com/DaiKe.

Contoh kata ulang dwilingga dan kata ulang lainnya dapat dijadikan bahan untuk lebih memahami bagaimana kata dalam bahasa Indonesia diulang. Bentuk kata ulang cukup beragam sehingga kadang menimbulkan keraguan mana yang benar.

Kesulitan utama yang mungkin ditemui ketika menulis kata ulang adalah ada beberapa bentuk yang berubah atau mendapat imbuhan. Mempelajari kata ulang, termasuk dwilingga, merupakan tambahan pengetahuan yang bermanfaat.

Contoh Kata Ulang Dwilingga

Ilustrassi contoh kata ulang dwilingga. Sumber: unsplash.com/AnaTavares.

Dikutip dari Bahasa Indonesia untuk Kelas VIII, Agus Supriatna dan Kawan-kawan (2007:12), kata ulang atau reduplikasi adalah kata yang mengalami proses perulangan. Perulangan bisa terjadi sebagian atau seluruhnya dan disertai perubahan fungsi atau tidak.

Berikut contoh kata ulang dwilingga dan kata ulang lainnya dalam bahasa Indonesia.

1. Kata ulang dwilingga.

Kata ulang dwilingga adalah kata ulang yang perulangannya terjadi di seluruh kata dasar.

Contoh:

  1. Buku → buku-buku

  2. Jalan → jalan-jalan.

  3. Duduk → duduk-duduk.

  4. Anak → anak-anak.

  5. Besar → besar-besar.

  6. Saudara → saudara-saudara.

  7. Makan → makan-makan.

  8. Ibu → ibu-ibu.

  9. Bapak → bapak-bapak.

  10. Main → main-main.

2. Kata ulang dwipurwa.

Kata ulang dwipurwa adalah kata ulang yang perulangannya terjadi pada suku kata awal.

Contoh:

  1. Laki → lelaki.

  2. Tamu → tetamu.

  3. Sama → sesama.

  4. Luhur → leluhur.

  5. Jaring → jejaring.

  6. Tua → tetua.

  7. Orang → seseorang.

  8. Runtuh → reruntuhan.

  9. Tanaman → tetanaman.

  10. Tumbuhan → tetumbuhan.

3. Kata ulang dwilingga salin suara.

Kata ulang dwilingga salin suara adalah kata ulang yang perulangannya terjadi pada seluruh kata dasar tapi fonemnya ada yang berubah.

Contoh:

  1. Carut-marut.

  2. Lenggak-lenggok.

  3. Huru-hara.

  4. Suka-duka.

  5. Kaya-raya.

  6. Bolak-balik.

  7. Sayur-mayur.

  8. Gerak-gerik.

  9. Serba-serbi.

  10. Warna-warni.

4. Kata ulang berimbuhan.

Kata ulang berimbuhan adalah kata ulang yang perulangannya terjadi pada seluruh kata dasar ditambah dengan imbuhan.

Contoh:

  1. Anak → anak-anakan.

  2. Tulis → tulis-menulis.

  3. Giat → kegiatan-kegiatan.

  4. Kotek → berkotek-kotek.

  5. Deru → menderu-deru.

  6. Tali → tali-temali.

  7. Desak → berdesak-desakkan.

  8. Kuda → kuda-kudaan.

  9. Rumah → rumah-rumahan.

  10. Tarik → tarik-menarik.

5. Kata ulang semu.

Kata ulang semu adalah kata ulang yang tidak memiliki bentuk dasar yang diulang.

Contoh:

  1. Biri-biri.

  2. Kura-kura.

  3. Cumi-cumi.

  4. Labi-labi

  5. Laba-laba.

  6. Ubur-ubur.

  7. Kupu-kupu.

  8. Kunang-kunang.

  9. Alang-alang.

  10. Gado-gado.

Baca juga: 15 Contoh Kalimat Majemuk Berdasarkan Jenis-jenisnya

Itulah contoh kata ulang dwilingga dan contoh kata ulang lainnya. Pembahasan di atas merupakan sebagian dari keberagaman dalam tata bahasa Indonesia yang penting untuk dilestarikan. (lus)