50 Contoh Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh penerapan pancasila dalam kehidupan sehari-hari salah satunya menjaga kerukunan antarumat beragama di lingkungan masyarakat. Contoh penerapan tersebut merupakan penerapan pancasila sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa.
Pancasila terdiri atas 5 sila. Masing-masing sila memiliki nilai yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan menerapkan nilai ini untuk mewujudkan kehidupan yang menjunjung perdamaian, menghindari kekerasan, dan menghindari sikap kedaerahan berlebih.
Contoh Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Dikutip dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan SMP VIII oleh Hadi Wiyono, Isworo (2007:16), Pancasila yang telah disahkan di dalam Pembukaan UUD 1945 merupakan pandangan hidup dan dasar negara yang mengandung nilai-nilai luhur yang merupakan pegangan dalam mengatur sikap dan tingkah laku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagai warga negara Indonesia, sudah seharusnya nilai-nilai luhur tersebut diterapkan. Nilai tersebut terdapat dalam sila pancasila. Berikut contoh penerapan pancasila dalam kehidupan sehari-hari mulai dari sila pertama hingga sila ke lima.
1. Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila pertama menunjukkan bahwa bangsa Indonesia percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, pencipta alam semesta beserta isinya. Contoh penerapan sila pertama di antaranya yaitu:
Percaya dan takwa Tuhan Yang Maha Esa.
Bersungguh-sungguh dalam menjalankan ajaran agama.
Tidak melakukan penistaan terhadap suatu agama, seperti melakukan perusakan rumah-rumah ibadah.
Menciptakan suasana taat beribadah di dalam keluarga.
Membina kerukunan hidup antarumat beragama.
Tidak membeda-bedakan agama.
Menjaga kerukunan antarumat beragama di lingkungan sosial masyarakat.
Tidak melakukan perbuatan yang dilarang agama.
Tidak mengganggu teman yang sedang beribadah di sekolah.
Bersikap toleransi kepada umat agama lain.
2. Sila Kedua Kemanusiaan yang Adil dan beradab
Sila kedua menunjukkan bahwa bangsa Indonesia diakui dan diperlakukan sesuai harkat dan martabatnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Sehingga memiliki kesamaan derajat, hak, dan kewajibannya tanpa membeda-bedakan berdasarkan agama, suku, atau ras.
Adapun contoh penerapan sila kedua di antaranya yaitu:
Mengakui adanya harkat dan martabat manusia.
Mengakui keberadaan manusia sebagai makhluk yang paling mulia diciptakan Tuhan.
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan berlaku adil terhadap sesama manusia.
Menjaga kesopanan dan saling mengharga.
Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban antara sesama manusia.
Menghormati orang tua, menyayangi saudara, dan berbuat baik kepada tetangga.
Tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan suku, agama, warna kulit, tingkat ekonomi, maupun tingkat pendidikan.
Tidak melakukan diskriminasi dengan orang-orang yang dijumpai baik di sekolah, rumah, dan tempat lainnya.
Berani membela kebenaran dan keadilan.
Cinta tanah air dan bangsa dengan membeli produk dalam negeri.
3. Sila Ketiga Persatuan Indonesia
Sila ketiga mengandung makna bahwa seluruh masyarakat Indonesia wajib menjaga persatuan NKRI. Contoh penerapan sila ketiga di antaranya yaitu:
Melaksanakan upacara bendera di sekolah dengan khidmat dan tertib.
Rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.
Mengutamakan kepentingan bangsa di atas pribadi maupun golongan.
Tidak membeda-bedakan teman.
Mengembangkan sikap menghargai orang lain.
Giat dan tekun belajar agar dapat membanggakan nama baik sekolah.
Membantu teman yang kesusahan di kelas.
Selalu menjaga kerukunan dengan sesama anggota keluarga.
Menjunjung persatuan dan kesatuan.
Membina hubungan baik dengan semua unsur bangsa.
4. Sila Keempat Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Sila keempat mengandung makna pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah untuk mencapai mufakat. Contoh penerapan sila keempat yaitu:
Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
Menghormati dan menghargai pendapat orang lain.
Di dalam musyawarah harus diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan.
Mengedepankan musyawarah, diskusi, atau bertukar pendapat untuk mencapai mufakat atau kesepakatan dalam menyelesaikan masalah.
Ikut serta dalam pemilihan umum.
Tiap anggota keluarga bertanggung jawab dalam melakukan hasil musyawarah.
Masalah keluarga diselesaikan dengan musyawarah untuk mencapai kesepakatan.
Mengajarkan untuk menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
Ikhlas dalam keputusan bersama dan lapang dada tidak seenaknya sendiri.
Melaksanakan hasil keputusan yang berdasar musyawarah dengan niatan dan perbuatan baik dan dengan rasa tanggung jawab.
5. Sila Kelima Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila kelima mengandung nilai keadilan. Contoh penerapan sila keempat yaitu:
Berlaku adil pada semua orang sesuai hak dan kewajibannya.
Menghargai hasil karya teman.
Menghormati hak-hak orang lain.
Memberikan pertolongan pada orang yang membutuhkan secara adil.
Menghormati hak asasi orang lain beserta kewajibannya.
Menjunjung tinggi semangat kekeluargaan dan gotong-royong.
Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
Berteman baik dengan setiap siswa tanpa memandang status, derajat, agama, suku, dan ras yang berbeda.
Bekerja sama membersihkan kelas dan lingkungan sekolah.
Melakukan kegiatan untuk mewujudkan kemajuan dan keadilan sosial.
Baca juga: 10 Contoh Pancasila Sebagai Karakter Keilmuan Indonesia
Demikian contoh penerapan pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang dapat pembaca ketahui. Semoga ulasan di atas dapat menambah wawasan pembaca. (MRZ)
