6 Ciri-ciri Cerita Fantasi beserta Strukturnya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cerita fantasi menjadi salah satu genre yang digemari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, apa saja ciri-ciri cerita fantasi yang membedakannya dengan lainnya?
Umumnya, cerita fantasi menggambarkan dunia penuh imaginasi dan tokoh yang tidak ada dalam kehidupan nyata. Meskipun demikian, setiap cerita pasti mengandung pesan moral yang berharga.
Ciri-ciri Cerita Fantasi dan Strukturnya
Menurut buku Cerita Pendek dan Cerita Fantasi: Untuk Guru dan Siswa Sekolah Menengah Pertama karya Siti Nurhayati (2022:42), terdapat enam ciri-ciri cerita fantasi yang perlu dipahami:
1. Bersifat Fiksi
Cerita fantasi adalah karangan dari hasil daya cipta atau khayalan penulis. Dunia yang digambarkan cenderung tidak sesuai dengan kehidupan nyata. Misalnya, kerajaan di atas langit, sekolah penyihir, dan sebagainya.
2. Ide Cerita Terbuka
Karena merupakan hasil imajinasi penulis, maka ide cerita fantasi pun bersifat terbuka. Ide ceritanya tidak dibatasi oleh logika dan hukum alam yang berlaku di dunia nyata. Contohnya, perjalanan waktu, teleportasi, dan lainnya.
3. Kejadian Aneh dan Ajaib
Unsur keanehan dan keajaiban selalu ada dalam cerita fantasi karena sifatnya yang tidak nyata. Penulis bebas menyisipkan kejadian di tidak logis, seperti benda ajaib, atau tokoh yang sakti.
4. Karakter Unik
Selain itu, karakter cerita fantasi sering kali memiliki kekuatan luar biasa yang tidak dimiliki manusia pada umumnya. Misalnya, superhero, penyihir, atau makhluk mitologi. Keunikan ini membuat cerita semakin menarik dan memberikan warna yang khas.
5. Latar Cerita Beragam
Latar waktu dalam cerita fantasi sangat beragam, mulai dari masa kini, lampau, dan yang akan datang. Biasanya menggunakan lebih dari satu dimensi untuk mewarnai rangkaian peristiwanya.
6. Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang digunakan cerita fantasi berbeda dengan genre lainnya. Kata yang dipilih cenderung variatif, ekspresif, dan emotif. Hal ini bertujuan untuk menciptakan cerita yang menarik.
Adapun struktur cerita fantasi terdiri dari empat bagian, sebagai berikut:
Orientasi: memberikan gambaran awal tentang tokoh dan dunia dalam cerita
Konflik: permasalahan yang menjadi inti jalannya cerita.
Resolusi: menyelesaikan masalah dari konflik yang terjadi.
Ending: bagian akhir cerita yang bisa menjadi kebahagiaan atau kesedihan.
Memahami ciri-ciri cerita fantasi beserta strukturnya akan memudahkan penulis untuk menciptakan karya sebagai hiburan atau pembelajaran. Cerita fantasi tidak akan lekang oleh waktu karena mempunyai alur cerita yang luas dan bebas. (ALF)
Baca juga: 2 Contoh Cerita Fantasi Panjang
