Konten dari Pengguna

6 Contoh Logical Fallacy dalam Kehidupan sehari-hari

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi conntoh logical fallacy dalam kehidupan sehari-hari. Sumber foto: Unplash/Magnet.me
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi conntoh logical fallacy dalam kehidupan sehari-hari. Sumber foto: Unplash/Magnet.me

Dalam bahasa Indonesia, logical fallacy dapat didefinisikan sebagai suatu kesalahan dalam penalaran atau kesalahan dalam berlogika. Contoh logical fallacy dapat dijumpai pada pengacara yang tidak adil.

Kesalahan berpikir biasa digunakan pengacara sebagai trik untuk memutar balikan sebuah fakta. Selain itu, niat mencari kebenaran bisa berubah menjadi pembenaran jika menggunakan logical fallacy.

Pengertian Logical Fallacy

Ilustrasi pengertian logical fallacy. Sumber foto: Unplash/Helena Lopes

Kata fallacy berasal dari bahasa latin fallacia yang memiliki arti 'tipuan', 'penipuan', atau 'penipu'. Mengutip dari buku Panduan Berpikir Logis: Ilmu Logika dan Pedoman Praktiknya oleh Adrian Rizal D. (117), logical fallacy adalah sesat atau cacat penalaran atau kekeliruan dalam pemikiran logis. Sehingga, argumen yang disampaikan menjadi tidak valid dan tidak relevan.

Adanya logical fallacy mampu menghambat masyarakat dalam mengetahui kebenaran. Ketidakmampuan untuk berbagai berpikir kritis dapat menjebak masyarakat di manipulasi oleh orang-orang yang sudah ahli dalam berdialek atau ber-retorika sehingga tampak meyakinkan dari luar.

Oleh sebab itu, masyarakat harus memahami logical fallacy dengan baik agar dapat mengetahui perbedaan antara argumen yang tidak berguna dengan argumen yang benar-benar berguna atau masuk akal.

Contoh Logical Fallacy

Ilustrasi contoh logical fallacy. Sumber foto: Unplash/Nguyen Dang Hoang Nhu

Logical fallacy ini bisa dilihat melalui ungkapan pernyataan atau tindakan dalam kehidupan sehari-hari yang terkadang dianggap benar dan baik-baik saja. Kesalahan dalam berpikir ini bisa menyebabkan aksi yang salah dalam merespon sesuatu atau dalam membuat keputusan.

Adapun contoh logical fallacy yang bisa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Seseorang yang beranggapan bahwa kuliah termasuk hal yang sia-sia jika ujung-ujungnya tetap menjadi pengangguran.

  2. Alina mengatakan kepada Angga bahwa menurut artikel yang sedang dibacanya, merokok bisa menyebabkan gangguan fungsi jantung dan paru-paru. Lalu, Angga yang perokok berargumen bahwa selama dirinya merokok, Angga tidak pernah mengalami masalah dengan kesehatannya.

  3. Fania berdebat dengan Ani dan mengatakan bahwa di laut selatan tidak ada apa-apa. Sementara itu, Ani berargumen jika di dalam laut selatan terdapat kerajaan yang sangat megah. Jika tidak percaya, Fania dapat membuktikannya.

  4. Beberapa orang memilih kuliah di universitas negeri. Jadi, universitas negeri adalah universitas terbaik.

  5. Karina beberapa kali mengalami putus cinta. Maka dari itu, Karina beranggapan jika semua cowok sama saja. Mereka hanya mementingkan diri sendiri dan suka menyakiti cewek.

  6. Andhini mengatakan kepada kekasihnya bahwa dirinya akan fokus ke karier terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menikah. Adi selaku kekasihnya beranggapan bahwa Dhini tidak serius untuk menikah dan tidak cinta kepadanya.

Contoh logical fallacy dapat terjadi secara tidak sengaja, biasanya oleh orang-orang yang kemampuan penalarannya terbatas. Tak jarang, kesalahan berpikir dengan logika ini juga terjadi secara sengaja oleh orang-orang tertentu yang bertujuan untuk memengaruhi atau memanipulasi orang lain. (NTA)

Baca juga: 7 Contoh Proposisi Universal Afirmatif dalam Ilmu Logika