6 Contoh Mitigasi Bencana beserta Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh mitigasi bencana salah satunya mitigasi gempa bumi. Mitigasi adalah salah satu cara menanggulangi bencana. Kegiatan mitigasi dilakukan untuk mengurangi dan memperkecil akibat terjadinya bencana dengan jangka waktu mitigasi umumnya panjang.
Mitigasi perlu dilakukan di Indonesia, mengingat Indonesia merupakan negara yang terletak di lokasi geografis yang rawan bencana alam. Dengan adanya mitigasi risiko bencana tersebut dapat dikurangi.
Pengertian Mitigasi Bencana
Mitigasi bencana merupakan upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak yang diakibatkan bencana terhadap masyarakat di kawasan rawan bencana. Baik itu bencana alam, bencana ulah manusia maupun gabungan keduanya dalam suatu negara.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mitigasi adalah kata benda yang memiliki dua makna. Salah satu makna mitigasi adalah tindakan mengurangi dampak bencana.
Dikutip dalam buku Mitigasi Bencana oleh Prof. Dr. Henita Rahmayanti, M.Si., (2021:68) mitigasi merupakan suatu langkah atau upaya yang dilakukan sebelum atau sesudah terjadinya bencana. bentuk upaya mitigasi berupa pengamanan, perlindungan dan penyelamatan yang dilakukan secara sebelum maupun sesudah bencana perlu untuk dilakukan.
Contoh Mitigasi Bencana
Bencana adalah peristiwa yang mengancam dan menganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan faktor alam, nonalam, atau manusia. Sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
Setiap bencana memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Berbagai wilayah di negara Indonesia memiliki sistem mitigasi tertentu berdasarkan jenis bencananya. Berikut ini contoh mitigasi berdasarkan berbagai jenis bencana.
1. Mitigasi Gempa Bumi
Kegiatan mitigasi ini dilakukan untuk meminimalisasi risiko atau dampak bencana dari gempa bumi. Kegiatan mitigasi bencana gempa bumi yaitu:
Identifikasi sumber bahaya dan ancaman bencana.
Mendirikan bangunan sesuai aturan baku (tahan gempa).
Memahami lokasi bangunan tempat tinggal dan menempatkan perabotan pada tempat yang proporsional.
Menyiapkan peralatan seperti senter, P3K, makanan instan, dan lain-lain.
Memeriksa penggunaan listrik dan gas.
Mencatat nomor telepon penting dalam penanganan kebencanaan gempa bumi.
Memahami jalur evakuasi dan mengikuti kegiatan simulasi mitigasi bencana gempa.
Pemantauan penggunaan teknologi yang dilakukan secara tiba-tiba.
2. Mitigasi Tsunami
Kegiatan mitigasi ini dilakukan untuk dapat meminimalisasi risiko atau dampak dari bencana tsunami. Kegiatan mitigasi bencana tsunami yaitu:
Penanaman mangrove (bakau) di sepanjang pantai untuk menghambat gelombang tsunami.
Pembekalan pengetahuan terkait data gempa yang berpotensi mengakibatkan tsunami.
Terdapat sistem peringatan dini tsunami dalam skala regional dan internasional.
Pengadaan pemantauan berkala.
Sistem pendeteksi tsunami dirancang dua bagian. Pertama jaringan komunikasi dan infrastruktur. Kedua, jaringan sensor pendeteksi tsunami akan terjadi.
3. Mitigasi Gunung Berapi
Kegiatan mitigasi ini dilakukan untuk meminimalisasi risiko atau dampak bencana. Kegiatan mitigasi bencana letusan gunung berapi yaitu:
Pembangunan tanggul untuk menahan lahar agar tidak masuk ke wilayah pemukiman.
Pengadaan pemantauan berk
Kegiatan tanggap darurat berupaa melakukan pemeriksaan berkala dan terpadu, mengevaluasi laporan dan data aktivitas vulkanik, mengirimkan tim lokasi, dan membentuk tim tanggap darurat.
Pemetaan kawasan rawan bencana gunung berapi.
Penyelidikan gunung berapi menggunakan metode geologi, geofisika, dan geokimia.
Sosialisasi, yang dilakukan pada pemerintah daerah dan masyarakat.
4. Mitigasi Kekeringan
Kegiatan mitigasi ini dilakukan untuk dapat meminimalisasi risikoatau dampak bencana kekeringan. Kegiatan mitigasi bencana kekeringan yaitu:
Pembangunan waduk untuk mencegah terjadinya defisit air di musim kemarau.
Reboisasi hutan untuk mencegah terjadinya kekeringan.
Penghijauan di area permukiman warga maupun di jalan besar.
Pemantauan penggunaan teknologi.
Membangun atau melakukan rehabilitasi terhadap jaringan irigasi.
Memelihara dan melakukan rehabilitasi terhadap konservasi lahan maupun air.
Melakukan sosialisasi untuk penghematan air.
5. Mitigasi Banjir
Kegiatan mitigasi ini dilakukan untuk dapat meminimalisasi risiko atau dampak bencana banjir. Kegiatan mitigasi bencana banjir yaitu:
Pembangunan waduk untuk mencegah terjadinya banjir.
Pembangunan tanggul untuk menghindari banjir.
Penataan daerah aliran sungai.
Penghijauan (reboisasi) daerah hulu, tengah, dan hilir sungai.
Pembangunan sistem peringatan dan pemantauan.
Sepanjang bantaran sungai tidak dijadikan lahan pembangunan.
Pembersihan sampah dan pengerukan endapan sungai dilakukan secara berkala.
6. Mitigasi Tanah Longsor
Kegiatan mitigasi ini dilakukan untuk meminimalisasi risiko atau dampak bencana tanah longsor. Kegiatan mitigasi bencana tanah longsor yaitu:
Menghindari daerah rawan bencana longsor untuk membangun permukiman.
Mengurangi tingkat keterjalan lereng.
Membuat terasering dengan sistem drainase yang tepat.
Melakukan penghijauan dengan tanaman berakar dalam.
Mendirikan bangunan berpondasi kuat.
Penutupan rekahan di atas lereng untuk mencegah air cepat masuk.
Melakukan relokasi permukiman, gedung, fasilitas umum, atau lainnya di daerah yang berpotensi terjadi tanah longsor (dalam beberapa kasus).
Baca juga: Ketahui Upaya yang Dapat Dilakukan untuk Mengurangi Risiko Bencana Gempa Bumi
Contoh mitigasi bencana merupakan bentuk upaya pemerintah Indonesia dalam meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari bencana tersebut. Yang terpenting dalam mitigasi yaitu sebuah pemahaman tentang bagaimana setiap bencana itu terjadi. (MRZ)
