6 Contoh Perilaku Menyimpang beserta Konsepnya dalam Ilmu Sosiologi

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tak bisa dipungkiri, contoh perilaku menyimpang cukup banyak terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Tentunya perilaku menyimpang tentunya sangat mengganggu dan menciptakan keresahan di masyarakat.
Perilaku menyimpang sebenarnya dipelajari dalam ilmu sosiologi. Fenomena ini dikaji karena kehidupan di masyarakat tidak bisa selamanya sejalan dengan nilai dan norma yang berlaku.
Konsep Perilaku Menyimpang dalam Ilmu Sosiologi
Dikutip dari buku Sosiologi: Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat untuk Kelas X SMA/MA, Bagja Waluya (2007:88), perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang dinyatakan sebagai suatu pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat.
Dari pengertian tersebut, dapat dilihat bahwa norma adalah ukuran dari menyimpang atau tidaknya suatu perbuatan. Selain itu, perilaku menyimpang juga dapat diukur dari sesuai atau tidaknya perilaku seseorang di mata sebagian besar masyarakat.
Baca juga: Pengertian, Jenis, dan Fungsi Norma Sosial dalam Kehidupan
Seseorang yang melakukan penyimpangan pada umumnya disebut tindakan yang melanggar aturan. Tindakan menyimpang ini biasanya dilakukan karena ingin mendapatkan sesuatu.
Menurut ilmu sosiologi, perilaku menyimpang merupakan hasil dari proses sosialisasi yang tidak sempurna. Penyimpangan juga bisa disebabkan oleh penyerapan nilai dan norma yang tidak sesuai dengan tuntutan masyarakat.
Kedua hal tersebut cukup berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian seseorang sehingga menghasilkan perilaku yang menyimpang.
6 Contoh Perilaku Menyimpang
Pada dasarnya, perilaku menyimpang terbagi menjadi dua jenis, yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. Berikut penjelasannya beserta contohnya.
1. Penyimpangan Primer
Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang yang bersifat sementara dan tidak dilakukan secara terus menerus. Jenis penyimpangan ini juga tidak signifikan serta tidak terlalu merugikan orang lain.
Contoh penyimpangan primer antara lain sebagai berikut.
Seseorang yang tanpa sengaja menabrak orang lain.
Seseorang yang telat datang ke sekolah.
Seseorang yang salah memakai seragam kerja.
2. Penyimpangan Sekunder
Penyimpangan sekunder adalah penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang yang bersifat nyata dan sering dilakukan. Penyimpangan sekunder umumnya dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain.
Penyimpangan sekunder adalah tindakan-tindakan yang tidak bisa ditoleransi karena sudah melanggar norma yang ada. Beberapa contoh penyimpangan sekunder di antaranya.
Menyetir mobil dalam keadaan mabuk hingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Terlibat dalam tawuran dan melakukan perkelahian.
Melakukan tindakan pencurian.
Sekian penjelasan mengenai contoh perilaku menyimpang beserta penjelasan konsepnya menurut ilmu sosiologi. Sebagai bagian dari masyarakat, jangan coba-coba untuk melakukan perilaku menyimpang dan selalu terapkan norma sosial di masyarakat. (YAS)
