6 Contoh Perubahan Lingkungan Internal dan Eksternal dalam Kehidupan

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh perubahan lingkungan internal dan eksternal akan selalu bisa ditemui dalam kehidupan. Ini terjadi karena lingkungan memang akan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Perubahan lingkungan dapat memberikan dampak pada kehidupan manusia. Mulai dari dampak pada aspek kesehatan, keberlanjutan sumber daya alam, sampai dengan kualitas hidup yang dijalani sehari-hari.
Contoh Perubahan Lingkungan Internal dan Eksternal
Perubahan lingkungan adalah segala jenis modifikasi atau transformasi yang terjadi pada komponen-komponen lingkungan. Termasuk unsur-unsur biotik (makhluk hidup) dan abiotik (benda mati).
Berdasarkan buku Cerdas Belajar Biologi untuk Kelas X SMA/MA, Oman Karmana, 2007, perubahan ini dapat terjadi pada berbagai aspek lingkungan. Seperti udara, air, tanah, keanekaragaman hayati, serta faktor-faktor lain yang membentuk ekosistem.
Ada dua faktor utama penyebab terjadinya perubahan lingkungan, yaitu faktor internal dan eksternal. Berikut adalah beberapa contoh perubahan lingkungan internal dan eksternal tersebut.
1. Faktor Internal
Faktor internal adalah elemen-elemen yang berasal dari dalam suatu lingkungan, termasuk unsur biotik dan abiotik. Faktor internal dapat menjadi pemicu perubahan lingkungan secara alami atau akibat intervensi manusia.
Contohnya:
Perubahan Keanekaragaman Hayati. Meliputi perubahan jumlah dan jenis spesies makhluk hidup di suatu lingkungan. Faktor-faktor alami seperti evolusi, adaptasi, spesiasi, dan kepunahan dapat menjadi pemicu perubahan keanekaragaman hayati.
Perubahan Iklim. Termasuk variasi suhu, curah hujan, kelembaban udara, dan angin yang terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Perubahan ini disebabkan oleh fenomena alami seperti siklus matahari, letusan gunung berapi, dan orbit bumi.
Perubahan Tanah. Bisa dalam bentuk transformasi sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, yang terjadi secara alami atau karena manusia. Proses alami seperti erosi, sedimentasi, pelapukan, dan pembentukan humus dapat memicu perubahan tanah.
2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah elemen-elemen yang berasal dari luar suatu lingkungan, seperti aspek sosial, ekonomi, politik, budaya, dan teknologi. Faktor eksternal dapat menjadi pemicu perubahan lingkungan secara langsung atau tidak langsung.
Contohnya:
Perubahan Ekonomi. Baik dalam bentuk kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa di suatu masyarakat, yang dapat memengaruhi struktur dan fungsi ekonominya. Termasuk sumber daya, modal, tenaga kerja, dan pasar.
Perubahan Sosial. Meliputi adanya perubahan di lembaga-lembaga kemasyarakatan yang memengaruhi sistem sosialnya. Termasuk nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat tersebut.
Perubahan Teknologi. Biasanya terjadi karena evolusi pengetahuan, keterampilan, alat, dan metode yang digunakan manusia untuk memanfaatkan sumber daya alam. Perubahan ini dapat dipicu oleh faktor internal seperti penelitian, pengembangan, dan inovasi.
Baca Juga: 10 Dampak Perubahan Iklim terhadap Lingkungan
Itu tadi berbagai contoh perubahan lingkungan internal dan eksternal dalam kehidupan. Perubahan lingkungan dapat terjadi dalam skala yang berbeda, baik dalam rentang waktu yang pendek seperti cuaca harian, hingga rentang waktu panjang seperti perubahan iklim global. (DNR)
