Konten dari Pengguna

6 Contoh Pupuh Pucung dalam Bahasa Sunda

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh pupuh pucung dalam bahasa Sunda. Sumber foto: Unplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh pupuh pucung dalam bahasa Sunda. Sumber foto: Unplash

Pupuh merupakan lagu dalam bahasa Sunda yang terikat oleh banyak suku kata dalam satu bait, jumlah larik, dan permainan lagu. Salah satu jenis pupuh adalah pupuh pucung. Biasanya, contoh pupuh pucung terdiri dari empat larik atau baris.

Karya sastra pupuh juga memiliki kekayaan nilai-nilai moral yang sangat tinggi. Syair yang diciptakan bukan hanya sekadar rangakaian kata-kata tanpa isi melainkan mengandung nilai-nilai filosofi yang sangat dalam.

Contoh Pupuh Pucung dalam Bahasa Sunda

Ilustrasi contoh pupuh pucung dalam bahasa Sunda. Sumber foto: Unplash

Istilah pupuh merujuk pada tembang yang memiliki pola kalimat baku atau dapat disebut pula sebagai lagu yang memiliki aturan tertentu. Pada baris-baris liriknya, lagu sunda ini memiliki jumlah 17 patokan sesuai dengan jumlah jenis pupuh yang ada di Jawa Barat.

Mengutip dari buku Pendidikan Musik: Permasalahan dan Pembelajarannya, J. Julia (2017:67), aturan dalam lagu pupuh meliputi aturan dalam jumlah baris, jumlah suku kata dalam setiap baris, huruf vokal dalam suku kata terakhir dalam setiap baris, dan watak setiap pupuh.

Salah satu jenis pupuh dalam bahasa Sunda adalah pupuh pucung. Biasanya, jenis lagu ini menggambarkan nasihat, pepatah, atau sesuatu yang layak untuk diberitahukan kepada masyarakat.

Karakteristik pupuh pucung dapat dilihat dari guru lagu dan guru wilangannya yang terdiri dari 12-u, 6-a, 8-e/o, 12-a. Adapun contoh pupuh pucung bisa diketahui sebagai berikut ini.

Contoh 1

Utamana jama kudu rea batur,

keur silih tulungan,

silih titipkeun nya diri,

budi akal lantaran ti pada jalma.

  • Artinya dalam bahasa Indonesia

Apalagi saat harus bersama orang lain,

untuk saling membantu,

saling percaya,

alasan karena orang.

Contoh 2

Bapa pucung ka putrana lajeng nyaur,

Putra ngadeuheusan,

Ramana lenggah ngagedeng,

Sang bupatya ngadawuh hibat kaputra.

  • Artinya dalam bahasa Indonesia

Sang ayah memandang putranya lalu memanggil,

Putranya menurut,

Ayahnya duduk,

Bupati mengucapkan hibat kaputra.

Contoh 3

Maneh kudu ngajaga sabatur-batur,

tungguan di jalan,

di gunung di Malabari,

nyieun garduh nyieun tangsi leuleutikan.

  • Artinya dalam bahasa Indonesia

Kalian harus menjaga,

menunggu di jalan,

di Gunung Malabari,

Membuat gardu membuat tangsi kecil.

Contoh 4

Maneh tunggu bisi aya nu lumaku,

ngakukeun ti Arab,

atawa ti sejen nagri,

poma-poma ku maneh kudu paehan.

  • Artinya dalam bahasa Indonesia

Kamu (harus) menjaga jangan sampai ada yang lewat,

mengaku dari Arab,

atau dari negri lain,

harus dibunuh.

Contoh 5

Ulah maju lamun maksa bae tuluy

ku maneh paehan,

ceulina kudu ditiir,

sakur anu teu beunang dihalang-halang.

  • Artinya dalam bahasa Indonesia

Jangan maju, bila memaksa

bunuh olehmu,

telinganya harus ditusuk,

Siapapun yang tidak dihalangi.

Contoh 6

Ana nanggung anu lengoh kabeh kudu,

ku maneh pegatan,

kudu sina balik deui,

Kajineman Malingsakti cedok nyembah.

  • Artinya dalam bahasa Indonesia

Yang menanggung yang tidak

olehmu dihalangi,

harus kembali lagi,

Kajineman Malingsakti menyembah.

Baca juga: 4 Contoh Pupuh Dangdanggula Sunda beserta Artinya dalam Bahasa Indonesia

Beberapa contoh pupuh pucung dalam bahasa Sunda di atas, sering dinyanyikan dan dipelajari di sekolah. Semoga penjelasan yang disampaikan bermanfaat. (NTA)