Konten dari Pengguna

6 Contoh Teks Eksemplum pada Sebuah Cerita

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh teks eksemplum. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh teks eksemplum. Sumber: www.unsplash.com

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang mengalami berbagai peristiwa yang meninggalkan kesan mendalam, baik berupa pengalaman menyenangkan maupun penuh penyesalan. Teks eksemplum adalah salah satu jenis teks naratif yang menggambarkan pengalaman-pengalaman tersebut. Seperti apa contoh teks eksemplum pada sebuah cerita?

Menurut buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan, Taufiqur Rahman, ‎Hamidulloh Ibda (2017:84), teks eksemplum biasanya diawali dengan pengenalan tokoh. Kemudian peristiwa yang dialami oleh tokoh, serta ditutup dengan interpretasi yang timbul dari tokoh tersebut.

Contoh Teks Eksemplum dengan Pesan Moral

Ilustrasi contoh teks eksemplum. Sumber: www.unsplash.com

Teks eksemplum adalah jenis teks yang menceritakan pengalaman atau kejadian nyata yang diakhiri dengan pesan moral atau pelajaran. Strukturnya terdiri dari tiga bagian utama, yaitu orientasi (pengenalan cerita dan tokoh), insiden (permasalahan yang terjadi), dan interpretasi (penyelesaian dan pelajaran yang dapat diambil).

Beberapa contoh teks eksemplum pada sebuah cerita di bawah ini merupakan contoh jenis teks yang berisi cerita tentang seorang tokoh atau perilaku dari sepenggal cerita. Diharapkan dapat membantu pembaca untuk lebih memahami teks jenis ini.

1. Cerita Penyesalan Akibat Mencontek

Dani adalah siswa kelas 9 yang cerdas, tetapi ia malas belajar. Ketika ujian berlangsung, ia memilih untuk menyontek. Guru yang mengawasi ujian melihatnya dan langsung mengambil kertas ujian Dani. Akibatnya, Dani mendapat nilai nol. Ia menyesal dan berjanji akan belajar keras agar tidak perlu menyontek lagi.

  • Orientasi: Dani adalah seorang siswa yang cerdas namun malas belajar.

  • Insiden: Suatu hari, ia menyontek saat ujian dan ketahuan oleh gurunya.

  • Interpretasi: Dani merasa sangat menyesal dan belajar untuk tidak mengulang kesalahan tersebut.

2. Akibat Bermain Gadget Terlalu Lama

Tina sering menghabiskan waktu hingga larut malam bermain ponsel, terutama untuk bermain media sosial. Suatu malam, ia tidak tidur hingga jam dua pagi karena terlalu asyik. Akibatnya, keesokan harinya Tina kesiangan dan terlambat ke sekolah. Guru menegurnya, dan Tina merasa sangat malu. Ia akhirnya belajar untuk mengatur waktu agar tidak terlambat lagi.

  • Orientasi: Tina adalah seorang remaja yang gemar bermain ponsel, terutama media sosial.

  • Insiden: Suatu malam, ia tidur sangat larut karena asyik bermain, sehingga bangun terlambat dan kesiangan ke sekolah.

  • Interpretasi: Tina menyadari pentingnya mengatur waktu dan belajar lebih bijak dalam menggunakan ponsel.

3. Kisah Seorang Anak yang Membantah Orang Tua

Budi sering merasa jengkel ketika ibunya mengingatkannya untuk belajar. Suatu hari, ia membentak ibunya karena merasa terganggu saat bermain. Ibunya sedih dan menangis. Melihat ibunya menangis, Budi merasa sangat bersalah dan akhirnya meminta maaf. Ia berjanji untuk tidak akan membantah orang tuanya lagi dan belajar lebih menghargai mereka.

  • Orientasi: Budi sering merasa kesal ketika ibunya mengingatkannya untuk belajar.

  • Insiden: Suatu hari, Budi membentak ibunya dan merasa puas.

  • Interpretasi: Setelah ibunya menangis, Budi merasa bersalah dan berjanji untuk lebih menghargai orang tuanya.

4. Menyesal Karena Tidak Mendengarkan Teman

Sinta adalah anak yang suka mengabaikan saran teman-temannya. Saat ada acara sekolah, temannya memperingatkan agar Sinta tidak makan makanan pedas karena sering sakit perut. Namun, Sinta tetap makan banyak makanan pedas hingga akhirnya sakit perut di tengah acara. Ia merasa sangat malu dan akhirnya sadar bahwa mendengarkan saran orang lain terkadang baik untuk dirinya sendiri.

  • Orientasi: Sinta adalah seorang siswi yang suka mengabaikan saran temannya.

  • Insiden: Temannya menyarankan agar Sinta tidak mencoba makanan yang pedas saat acara sekolah, namun Sinta tetap melakukannya dan akhirnya sakit perut.

  • Interpretasi: Sinta belajar untuk lebih mendengarkan saran baik dari orang lain.

5. Kisah Pemuda yang Boros

Riko sering menggunakan uangnya untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak perlu. Ia merasa puas ketika bisa membeli apa yang ia inginkan. Namun, suatu ketika, ia kehabisan uang dan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Akhirnya, ia belajar dari pengalaman itu dan mulai menabung serta mengatur keuangan dengan lebih baik.

  • Orientasi: Riko adalah pemuda yang suka menghamburkan uang untuk hal-hal yang tidak perlu.

  • Insiden: Ketika ia kehabisan uang, ia mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

  • Interpretasi: Riko belajar dari pengalamannya dan mulai mengelola keuangan dengan lebih baik.

6. Akibat Meremehkan Tugas Sekolah

Lisa sering menunda-nunda tugas sekolahnya karena merasa dapat menyelesaikannya dalam waktu singkat. Ketika tiba saatnya untuk mengumpulkan tugas, ia panik dan mengerjakannya dengan terburu-buru. Akibatnya, nilai tugasnya rendah. Dari situ, Lisa menyadari bahwa menunda pekerjaan hanya akan membuat dirinya rugi dan belajar untuk lebih disiplin.

  • Orientasi: Lisa adalah siswa yang cerdas namun sering menunda-nunda tugas.

  • Insiden: Ketika tiba saatnya mengumpulkan tugas, ia tergesa-gesa dan hasilnya tidak memuaskan.

  • Interpretasi: Lisa menyadari bahwa menunda-nunda hanya akan merugikan dirinya dan berjanji untuk lebih disiplin.

Contoh teks eksemplum pada sebuah cerita di atas adalah contoh teks eksemplum sederhana yang dapat memberikan pelajaran tentang sikap dan nilai kehidupan. Setiap cerita menunjukkan bahwa tindakan memiliki konsekuensi, dan seseorang bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian. (VAN)

Baca juga: Kaidah Kebahasaan Teks Tanggapan Berdasarkan Strukturnya