Konten dari Pengguna

6 Dampak Positif dan Negatif Penambangan Batu Bara

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dampak positif dan negatif penambangan batu bara. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dampak positif dan negatif penambangan batu bara. Sumber: www.unsplash.com

Penambangan batu bara memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun, penambangan batu bara juga membawa sejumlah dampak positif dan negatif penambangan batu bara yang bisa menjadi dua sisi yang saling memengaruhi.

Menurut buku Industri Pertambangan Di Indonesia, Dr Adis Imam Munandar, S.Si, MM , ‎Zeffa Aprilasani, ST, M.Si, ‎Dr Palupi Lindiasari Samputra, S.Pi, MM (2018:70), batubara merupakan sisa tumbuhan dari zaman prasejarah yang berubah dari bentuk yang awalnya berakumulasi di rawa dan tanah gambut.

Pembentukan batubara dimulai sejak Carboniferous Period dikenal sebagai zaman batu bara pertama yang berlangsung antara 360 juta hingga 290 juta tahun yang lalu.

Dampak Positif dan Negatif Penambangan Batu Bara yang Perlu Diketahui

Ilustrasi dampak positif dan negatif penambangan batu bara. Sumber: www.unsplash.com

Dalam proses penambangan batu bara, dibutuhkan waktu yang sangat lama agar batu bara terbentuk kembali. Oleh sebab itu, batu bara merupakan jenis sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui sehingga membuat harganya terbilang mahal.

Tentunya ada dampak positif dan negatif penambangan batu bara yang menjadi bahan pertimbangan dari banyak pihak. Seperti apa dampak-dampak tersebut?

1. Dampak Positif

  1. Sumber Bahan Bakar Pembangkit Listrik

    Batu bara dapat dikonversikan menjadi bentuk uap panas. Kemudian terbentuk sumber tenaga yang dapat menghasilkan tenaga listrik dengan menggerakkan turbin generator listrik.

    Sumber energi pembangkit listrik yang umum digunakan yakni pembangkit listrik tenaga air, uap, pembangkit listrik tenaga uap, pembangkit listrik tenaga surya, dan pembangkit listrik tenaga batu bara.

  2. Membantu Industri Baja

    Batu bara dapat membantu perindustrian produksi baja karena banyak kebutuhan manusia terbuat dari material baja. Misalnya, peralatan kesehatan, mesin-mesin yang digunakan di dalam rumah tangga, peralatan transportasi, dan peralatan pertanian.

  3. Membantu Produksi Pupuk Pertanian

    Untuk memproduksi pupuk pertanian, membutuhkan gas khusus yang digunakan untuk pembakaran. Ada banyak produk kimia yang juga dihasilkan dari sisa olahan pembakaran batu bara.

    Hasilnya kemudian dimurnikan dengan proses yang kemudia akan membentuk bahan-bahan untuk membuat pupuk kimia. Oleh sebab itu, produk pertanian kimia tidak terlepas dari bahan batu bara dalam proses pengolahannya.

2. Dampak Negatif

  1. Pencemaran Air

    Pencemaran air adalah masuknya suatu zat, energi atau komponen lainnya yang mengakibatkan penurunan kualitas air. Kondisi ini menyebabkan air tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

    Akibat dari pencemaran air dapat menyebabkan rusaknya ekosistem yang ada di air. Termasuk juga erosi kekurangan sumber air bersih, serta dapat menyebabkan tanah longsor.

  2. Pencemaran Udara

    Pencemaran udara adalah keadaan di mana komposisi udara menjadi tidak stabil. Umumnya, pencemaran udara diakibatkan karena adanya asap-asap kendaraan bermotor, asap-asap industri pabrik, juga respirasi manusia berupa karbondioksida yang naik ke atmosfer.

    Akibat yang muncul dari pencemaran udara adalah dapat menyebabkan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) dan emfisema (gejala kesulitan pengangkutan oksigen).

    Selain itu, dapat juga terjadi penipisan lapisan ozon hingga berlubang dan sinar UV yang dipancarkan matahari dapat masuk langsung ke bumi dan dapat menyebabkan pemanasan global.

  3. Pencemaran Tanah

    Pencemaran tanah terjadi karena kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri yang langsung dibuang ke tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah.

    Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.

    Akibat lainnya adalah dapat menimbulkan banjir, tanah menjadi tandus, terganggunya aktivitas mausia, tanah longsor, terganggunya kesehatan, serta dapat meyebabkan kesuburan tanah menjadi rusak.

Baca juga: 4 Jenis Batu Bara dan Karakteristiknya

Tentunya dibutuhkan kebijakan yang adil dalam pengelolaan dan pelaksanaan tambang batu bara. Agar dampak positif dan negatif penambangan batu bara dapat diantisipasi dan tidak merugikan masyarakat dan lingkungan di sekitar lokasi penambangan. (VAN)