Konten dari Pengguna

6 Fungsi Plat Tetes serta Pengertian dan Cara Penggunaannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi plat tetes. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi plat tetes. Sumber: www.unsplash.com

Untuk menunjang kegiatan praktikum atau eksperimen di laboratorium dibutuhkan peralatan khusus seperti plat tetes. Fungsi dari plat tetes salah satunya adalah untuk menentukan polaritas zat sampel.

Menurut buku Pengenalan Alat-Alat Praktikum IPA, Rasmini, Haslinda, Muhammad Arsyad (2021:91), pengertian plat tetes adalah peralatan laboratorium yang berbahan keramik ataupun porselen, menyerupai lempengan atau cekungan seperti mangkok.

Apa Saja Fungsi Plat Tetes?

Ilustrasi fungsi plat tetes. Sumber: www.unsplash.com

Fungsi Plat tetes adalah sebagai penguji keasaman suatu larutan atau mereaksikan larutan. Jadi, cairan yang akan diuji ditempatkan pada cekungan pada plat tetes, kemudian diteteskan reagen yang sesuai dari atas.

Arti dari reagen adalah sebuah substansi yang ditambahkan pada sebuah campuran untuk memunculkan rantai reaksi kimia dari campuran tersebut.

Cairan yang telah tercampur dengan reagen biasanya berubah warna untuk kemudian disimpulkan hasilnya. Reagen yang diteteskan menggunakan alat pipet kecil agar penambahan reagen akurat.

Fungsi lain plat tetes antara lain:

  1. Melakukan observasi mendalam pada sampel bahan tumbuhan atau hewan ukuran kecil.

  2. Tempat dilakukan analisis kualitatif.

  3. Tempat menentukan polaritas zat sampel.

  4. Tempat menentukan kelarutan suatu bahan atau zat.

  5. Dapat untuk mengamati perubahan warna cairan sewaktu reaksi kimia.

  6. Untuk memudahkan pengamatan seksama pada sampel.

Plat tetes dilengkapi dengan lubang yang berfungsi sebagai tempat untuk meneteskan cairan kimia. Plat tetes lebih dikenal sebagai alat uji kualitatif karena pengujiannya yang bersifat pengamatan.

Berbeda dengan alat ukur laboratorium yang hasil analisanya berupa uji kuantitatif berupa angka dan perhitungan.

Baca juga: 7 Fungsi Cawan Porselin dan Tips Merawatnya

Cara Penggunaan Plat Tetes dan Jenisnya

Ilustrasi fungsi plat tetes. Sumber: www.unsplash.com

Cara penggunaan plat tetes sangat mudah sekali karena ini termasuk alat sederhana, yaitu:

  1. Letakkan kertas lakmus berwarna yang dipotong.

  2. Bila berupa sampel yang akan diamati, maka pastikan sampel berukuran kecil.

  3. Teteskan larutan yang akan diuji dengan pipet secara hati-hati pada cairan.

  4. Amati perubahan warna.

  5. Setelah selesai pengamatan plat tetes dibersihkan dengan dicuci sabun.

Ada beberapa jenis plat tetes yang ada di laboratorium. Masing-masing menggunakan bahan yang berbeda sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. Berikut ini adalah 3 jenis plat yang ada di laboratorium.

1. Plat Porselen

Bahan porselen merupakan jenis plat yang sering kita temui di laboratorium. Porselen merupakan bahan yang tahan terhadap asam dan alkali serta dapat diautoklaf.

Warna plat porselen yaitu putih, sehingga dapat bekerja dengan baik pada saat mengamati reaksi perubahan warna.

2. Plat Polystyrene

Pengujian di laboratorium biasanya juga menggunakan jenis pelarut yang kuat. Bahan polystyrene digunakan pada plat tetes polystyrene untuk jenis pelarut yang kuat. Plat ini mudah dibersihkan dan dapat diautoklaf.

3. Plat Mikro

Plat yang satu ini terbuat dari plastik bening yang memudahkan kita pada saat pengujian kimia mikro.

Memahami fungsi plat tetes dapat menambah wawasan tentang kegunaan secara khusus peralatan ini di laboratorium. Semoga informasi di atas bermanfaat. (VAN)