6 Gerakan Dasar Senam Lantai dan Manfaatnya untuk Tubuh

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gerakan dasar senam lantai di antaranya berguling, kayang, sikap lilin, guling lenitng, dan lainnya. Gerakan dasar ini harus dikuasai terlebih dahulu sebelum melakukan gerak kombinasi pada senam ini.
Senam lantai merupakan salah satu olahraga latihan fisik dengan gerakan sistematis dan terencana. Manfaat senam lantai ini tentunya sangat banyak. Senam lantai dapat membuat tubuh menjadi sehat, otot semakin kuat, tubuh semakin lentur, dan masih banyak lagi.
Gerakan Dasar Senam Lantai
Senam lantai atau tumbling adalah latihan yang melibatkan gerakan akrobatik seperti berguling, berputar, bertumpu pada tangan, atau meloncat yang dilakukan di matras atau di lantai.
Tujuan menggunakan matras adalah untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya cedera karena ada banyak gerakan yang bersentuhan dengan lantai.
Dikutip dalam buku Dr. Olahraga Mengenalkan Teknik Senam Dasar oleh Haryanto (2012:16-21) gerakan dasar senam lantai sebagai berikut.
1. Berguling
Cara melakukan gerakaan dasar berguling yaitu:
Sikap permulaan jongkok, kedua tangan menumpu pada matras selebar bahu.
Kedua kaki diluruskan, siku tangan ditekuk, kepala dilipat sampai dagu menyentuh dada.
Mengguling ke depan dengan mendaratkan tengkuk terlebih dahulu dan kedua kaki dilipat rapat pada dada.
Kedua tangan melemaskan tumpuan dari matras, pegang mata kaki.
Kembali berusaha bangun.
2. Kayang
Kayang adalah posisi kaki bertumpu dengan empat titik dalam keadaan terbalik, merenggang dan mengangkat perut dan panggul. Nilai dari pada gerakan kayang yaitu dengan menempatkan kaki lebih tinggi memberikan tekanan pada bahu dan sedikit pada pinggang.
Manfaat dari gerakan kayang adalah untuk meningkatkan kelentukan bahu dan kelentukan pinggang. Cara melakukan gerakan kayang yaitu:
Sikap permulaan berdiri, keduan tangan menumpu pada pinggul.
Kedua kaki ditekuk, siku tangan ditekuk, kepala dilipat ke belakang.
Kedua tangan diputar ke belakang sampai menyentuh matras sebagai tumpuan.
Posisi badan melengkung bagai busur.
3. Sikap Lilin
Sikap lilin merupakan sikap tidur terlentang kemudian kedua kaki diangkat ke atas (rapat) bersama-sama, pinggang ditopang kedua tangan dan pundak tetap menempel pada lantai. Dalam melakukan sikap lilin, kekuatan otot perut berfungsi untuk menopang pinggang.
Cara melakukan gerakan sikap lilin yaitu:
Tidur terlentang , kedua tangan di samping badan, pandangan ke atas.
Angkat kedua kaki lurus ke atas dan rapat.
Yang menjadi landasan adalah seluruh pundak dibantu kedua tangan menopang pada pinggang.
Pertahankan sikap ini beberapa saat.
4. Guling Lenting
Gerakan dasar guling lenting terdiri dari latihan rangkaian berakat berguling dan lenting kepala atau dahi. Adapun penjelasannya sebagai berikut.
Latihan Rangkaian Berakat Berguling
Cara melakukannya yaitu:
Sikap permulaan berbaring menelantang atau duduk telumpar.
Mengguling ke belakang, tungkai keras, kaki dekat kepala, lengan bengkok, tangan menumpu di samping kepala, ibu jari dekat dengan telinga.
Mengguling ke depan disertai dengan lecutan tungkai ke atas depan, tangan menolak badan melayang dan membusur, kepala rapat.
Mendarat dengan kaki rapat, dorong panggul ke depan, badan membusur dengan keras ke atas.
Lenting Kepala atau Dahi
Cara melakukannya yaitu:
Membungkuk bertumpu pada dahi dan membentuk segi tiga sama sisi, punggung tegak lurus, tungkai rapat dan lurus, jari-jari kaki bertumpu di lantai
Mengguling ke belekang disertai lecutan tungkai serentak tangan menolak sekuat-kuat kepala pasif, badan melayang dan membusur.
Mendarat dengan kaki rapat, badan membusur lengan ke atas.
5. Berguling ke Depan Dilanjutkan Lenitng Tengkuk atau Kepala
Cara melakukan gerakan guling depan yaitu:
Sikap permulaan jongkok tangan menumpu pada matras selebar bahu.
Luruskan kedua kaki, siku tangan ditekuk, kepala dilipat sampai dagu dengan menyentuh dada.
Mengguling ke depan dengan mendaratkan kuduk terlebih dahulu dan kedua kaki dilipat rapat pada dada.
Kedua tangan melepaskan tumpuan dari matras, pegang mata kaki dan berusaha bangun.
Kembali berusaha jongkok.
6. Tangan Berdiri
Cara melakukan gerakan ini yaitu:
Sikap permulaan berdiri tegak, salah satu kaki sedikit ke depan
Bungkukkan badan, tangan menumpu pada matras selebar bahu lengan keras, pandangan sedikit ke depan, pantat didorong setinggi-tingginya, tungkai depan bengkok sedang tungkai belakang lurus.
Ayunkan tungkai belakang ke atas, kencangkan otot perut.
Kedua tungkai rapat dan lurus merupakan satu garis dengan badan dan lengan, pandangan di antara tumpuan tangan, badan dijulurkan ke atas.
Perhatikan keseimbangan.
Manfaat Senam Lantai
Setelah melakukannya dengan benar maka senam ini akan menimbulkan banyak manfaat bagi tubuh. adapun manfaat senam lantai yaitu:
Membuat tubuh menjadi lentur
Menguatkan tulang
Meningkatkan kekuatan otot
Melatih koordinasi anggota tubuh
Meningkatkan daya tahan tubuh
Mencukupi kebutuhan olahraga
Membakar kalori dalam tubuh
Meningkatkan perilaku disiplin dalam diri
Mengatasi depresi
Meningkatkan sosialisasi
Baca juga: Mengenal Fungsi Musik dalam Senam Irama yang Wajib Diketahui
Itu tadi gerakan dasar senam lantai dan manfaatnya untuk tubuh. Semoga penjelasan di atas dapat menambah wawasan pembaca dan bisa menerapkannya. (MRZ)
