Konten dari Pengguna

6 Jenis Ekosistem Hutan, Pengertian dan Ciri-cirinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis ekosistem hutan. Sumber: pexels.com/Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis ekosistem hutan. Sumber: pexels.com/Pixabay.

Jenis ekosistem hutan bermacam-macam tergantung dengan dasar pembagian kategori hutan tersebut. Pengetahuan tentang jenis hutan diperlukan untuk memberikan pengelolaan yang tepat bagi kelestarian hutan tersebut.

Ekosistem merupakan daya dukung utama untuk mempertahankan keberadaan hutan. Hutan sebagai sumber daya alam utama penting untuk dipahami.

Jenis Ekosistem Hutan

Ilustrasi jenis ekosistem hutan. Sumber: pexels.com/ElifIlkel.

Dikutip dari Ekologi Tanaman, Muhammad Alqamari (2022:52), ekosistem atau sistem ekologi adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya, yaitu air, tanah, udara, cahaya matahari, unsur hara dan makhluk hidup.

Di Indonesia, ada dua macam ekosistem, yaitu alamiah dan buatan. Hutan termasuk ke dalam ekosistem alamiah. Berikut adalah jenis ekosistem hutan berdasarkan ketinggian tempat dan tanaman penyusunnnya.

  1. Hutan Mangrove

    Magrove tumbuh di pasir, lumpur atau pasir bercampur lumpur. Magrove adalah tumbuhan yang unik karena memiliki toleransi terhadap air asin atau air laut sehingga digunakan sebagai salah satu solusi untuk menghambat abrasi di tepi pantai.

    Jenis tanaman di hutan mangrove antara lain bakau, nipah, api-api, parepat dan pidada.

  2. Hutan Rawa Air Tawar

    Hutan ini tumbuh di kawasan yang tergenang secara periodik. Berdasarkan vegetasi yang dominan, hutan ini dibagi lagi menjadi:

    1. Hutan sagu, dengan tumbuhan utama berupa pohon sagu (Metroxylon sp.).

    2. Padang rumput atau savana

    3. Hutan rawa, dengan tanaman utama berupa pohon kayu putih dan pandan. Hutan rawa banyak terdapat di Papua.

  3. Hutan Rawa Gambut

    Hutan ini tumbuh di atas tumpukan organik yang melimpah tapi dengan kandungan hara yang rendah sehingga jenis vegetasinya terbatas. Tumbuhan yang sering dijumpai adalah jelutung dan ramin.

  4. Hutan Hujan Dataran Rendah

    Dataran rendah ini berada di ketinggian 0 - 1000 mdpl. Hutan ini merupakan sumber daya alam yang sangat kaya karena tempat tumbuhnya pohon dengan kayu berkualitas premium, seperti kayu ulin, meranti, kapur, keruing dan kayu besi.

    Hutan ini juga merupakan tempat tinggal berbagai hewan, antara lain harimau, gajah, badak dan sebagainya.

  5. Hutan Pegunungan

    Hutan ini dibagi lagi menjadi 2 macam, yaitu:

    1. Hutan pegunungan bawah di ketinggian 1000 - 1500 mdpl. Tumbuhan utama di sini adalah tumbuhan merayap, lumut dan anggrek.

    2. Hutan pegunungan atas di ketinggian 1500 - 2400 mdpl. Hutan ini banyak ditumbuhi lumut, tanaman epifit, tumbuhan yang mencolok, dan tumbuhan berdaun kecil.

  6. Hutan Subalpin da Alpin

    Berada di ketinggian 3000-4000 mdpl, hutan ini banyak ditumbuhi perdu, rumput-rumputan dan semak.

Baca juga: 3 Tingkat Keanekaragaman Hayati di Bumi

Itulah jenis ekosistem hutan, berikut pengertian dan ciri-cirinya. Hutan harus dijaga kelestarian karena berdampak langsung pada kehidupan manusia. (lus)