6 Jenis Ekosistem Hutan, Pengertian dan Ciri-cirinya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis ekosistem hutan bermacam-macam tergantung dengan dasar pembagian kategori hutan tersebut. Pengetahuan tentang jenis hutan diperlukan untuk memberikan pengelolaan yang tepat bagi kelestarian hutan tersebut.
Ekosistem merupakan daya dukung utama untuk mempertahankan keberadaan hutan. Hutan sebagai sumber daya alam utama penting untuk dipahami.
Jenis Ekosistem Hutan
Dikutip dari Ekologi Tanaman, Muhammad Alqamari (2022:52), ekosistem atau sistem ekologi adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya, yaitu air, tanah, udara, cahaya matahari, unsur hara dan makhluk hidup.
Di Indonesia, ada dua macam ekosistem, yaitu alamiah dan buatan. Hutan termasuk ke dalam ekosistem alamiah. Berikut adalah jenis ekosistem hutan berdasarkan ketinggian tempat dan tanaman penyusunnnya.
Hutan Mangrove
Magrove tumbuh di pasir, lumpur atau pasir bercampur lumpur. Magrove adalah tumbuhan yang unik karena memiliki toleransi terhadap air asin atau air laut sehingga digunakan sebagai salah satu solusi untuk menghambat abrasi di tepi pantai.
Jenis tanaman di hutan mangrove antara lain bakau, nipah, api-api, parepat dan pidada.
Hutan Rawa Air Tawar
Hutan ini tumbuh di kawasan yang tergenang secara periodik. Berdasarkan vegetasi yang dominan, hutan ini dibagi lagi menjadi:
Hutan sagu, dengan tumbuhan utama berupa pohon sagu (Metroxylon sp.).
Padang rumput atau savana
Hutan rawa, dengan tanaman utama berupa pohon kayu putih dan pandan. Hutan rawa banyak terdapat di Papua.
Hutan Rawa Gambut
Hutan ini tumbuh di atas tumpukan organik yang melimpah tapi dengan kandungan hara yang rendah sehingga jenis vegetasinya terbatas. Tumbuhan yang sering dijumpai adalah jelutung dan ramin.
Hutan Hujan Dataran Rendah
Dataran rendah ini berada di ketinggian 0 - 1000 mdpl. Hutan ini merupakan sumber daya alam yang sangat kaya karena tempat tumbuhnya pohon dengan kayu berkualitas premium, seperti kayu ulin, meranti, kapur, keruing dan kayu besi.
Hutan ini juga merupakan tempat tinggal berbagai hewan, antara lain harimau, gajah, badak dan sebagainya.
Hutan Pegunungan
Hutan ini dibagi lagi menjadi 2 macam, yaitu:
Hutan pegunungan bawah di ketinggian 1000 - 1500 mdpl. Tumbuhan utama di sini adalah tumbuhan merayap, lumut dan anggrek.
Hutan pegunungan atas di ketinggian 1500 - 2400 mdpl. Hutan ini banyak ditumbuhi lumut, tanaman epifit, tumbuhan yang mencolok, dan tumbuhan berdaun kecil.
Hutan Subalpin da Alpin
Berada di ketinggian 3000-4000 mdpl, hutan ini banyak ditumbuhi perdu, rumput-rumputan dan semak.
Baca juga: 3 Tingkat Keanekaragaman Hayati di Bumi
Itulah jenis ekosistem hutan, berikut pengertian dan ciri-cirinya. Hutan harus dijaga kelestarian karena berdampak langsung pada kehidupan manusia. (lus)
