Konten dari Pengguna

6 Penyebab Tanaman Menjadi Layu di Musim Panas yang Harus Diketahui

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyebab tanaman menjadi layu di musim panas. Sumber: Pixabay/pieonane
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyebab tanaman menjadi layu di musim panas. Sumber: Pixabay/pieonane

Musim panas ditandai dengan suhu yang lebih tinggi. Saat musim ini tiba, banyak sejumlah tanaman di halaman rumah mulai tampak layu. Hal ini karena ada beberapa penyebab tanaman menjadi layu di musim panas, seperti kekurangan air (dehidrasi).

Daftar Isi

Penyebab Tanaman Menjadi Layu di Musim Panas

Penyebab tanaman layu.

Mengetahui penyebab tanaman menjadi layu di musim panas sangatlah penting guna bisa mengambil langkah pencegahan dan perawatan yang tepat. Dengan begitu, tanaman tetap sehat dan tidak cepat mati. Adapun penyebab tanaman layu saat musim panas, yaitu:

  • Kekurangan Air (Dehidrasi): Bisa disebabkan oleh kurangnya penyiraman atau tanah yang tidak mampu menahan air dengan baik.

  • Transpirasi Berlebihan: Penguapan air dari daun lebih cepat daripada kemampuan tanaman untuk menyerap air dari tanah.

  • Stres Panas: Tanaman mencoba mengurangi stres dengan mengurangi kadar air melalui mekanisme penutupan stomata.

  • Kondisi Tanah Tidak Tepat: Tanah kering tidak bisa menyediakan air yang cukup, sedangkan tanah basah menyebabkan akar membusuk dan tidak berfungsi dengan baik.

  • Intensitas Cahaya yang Berlebihan: Tanaman memerlukan cahaya matahari untuk fotosintesis. Tetapi jika cahata terlalu banyak bisa menyebabkan tanaman layu.

  • Hama dan Penyakit: Beberapa hama atau penyakit lebih aktif di musim panas dan bisa menyerang tanaman.

Cara Mengatasi Tanaman Layu Saat Musim Panas

Untuk mengatasi tanaman layu saat musim panas, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya yaitu:

  • Penyiraman yang Cukup: Lakukan penyiraman pada pagi hari atau sore hari setelah matahari mulai meredup.

  • Penggunaan Mulsa: Bisa mulsa organik maupun anorganik. Contohnya seperti jerami, pupuk kandang yang sudah membusuk, kompos, atau plastik untuk menjaga kelembaban tanah dan mengurangi penguapan.

  • Pemberian Naungan: Pindahkan tanaman ke tempat lebih teduh. Jika tidak bisa dipindahkan gunakan kain peneduh (shade cloth) atau payung.

  • Hindari Pemupukan Berlebihan: Tanaman stres karena panas tidak bisa menyerap pupuk dengan baik, bahkan bisa terbakar.

Jenis Tanaman yang Tahan Panas dan Tidak Mudah Layu

Dikutip dalam buku Rahasia Kebun Asri oleh Don Ws, dkk (2006:195), tanaman tahan panas tidak butuh banyak air, meski ditanam di tempat terbuka atau dalam pot. Tanaman tahan panas dan tidak mudah layu di antaranya kaktus, lidah buaya, lavender, bougenville, dan bunga matahari.

Perbedaan Tanaman Layu Karena Panas Vs Layu Karena Penyakit

Perlu diketahui bahwa ada perbedaan antara tanaman layu karena panas dengan layu akibat penyakit. Perbedaannya, yaitu:

  • Layu karena Panas: Disebabkan oleh kurangnya pasokan air dan penguapan berlebih. Daunnya terlihat kering, menggulung, menguning, mengering, dan bisa berguguran. Namun, jika segera disiram, tanaman bisa kembali segar.

  • Layu karena Penyakit: Disebabkan oleh infeksi jamur atau bakteri yang menyerang akar atau batang. Meskipun sudah disiram, tanaman tetap layu dan sering kali disertai bercak, akar membusuk, atau batang menghitam.

Namun, tak perlu khawatir karena tanaman yang layu bisa disembuhkan kembali. Asalkan tahu cara mengatasi tanaman layu dengan benar.

Kesimpulan

  • Ada enam penyebab tanaman menjadi layu di musim panas yaitu kekurangan air, transpirasi berlebihan, stres panas, kondisi tanah kurang tepat, intensitas cahaya yang berlebihan, serta penyakit dan hama.

  • Cara mengatasi tanaman layu saat musim panas, yaitu penyiraman cukup, penggunaan mulsa, pemberian naungan, dan hindari pemupukan berlebih.

  • Terdapat perbedaan antara tanaman layu karena panas dengan layu karena penyakit yang bisa dilihat, terutama reaksi tanaman setelah disiram. (MRZ)

Baca juga: 5 Tanaman Hias yang Tidak Butuh Banyak Air dan Minim Perawatan