6 Sifat Asam Basa beserta Reaksi dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu kimia, sifat asam basa dapat dilihat melalui parameter pH seperti asam memiliki pH di bawah 7, sedangkan basa memiliki pH di atas 7. Jika suatu larutan memiliki pH tepat di angka 7 artinya larutan tersebut sifatnya netral.
Kedua zat yaitu asam dan basa jika dicampur akan menetralkan satu sama lain dan menghasilkan garam. Garam memiliki sifat dengan rasa asin dan tidak ada sifat karakteristik asam atau basa.
Sifat Asam Basa
Asam merupakan zat di dalam air yang dapat terioniasi melepaskan ion hidrogen, dan dapat membentuk ikatan kovalen dengan pasangan elektron. Sedangkan basa adalah zat di dalam air yang dapat terionisasi melepaskan ion hidroksida.
Dikutip dalam buku IPA Terpadu SMP/MTs Kls VII A Oleh Agung Wijaya (2007:49 51) dijelaskan asam dan basa memiliki sifat yang dapat membedakan zat tersebut dengan zat lainnya. Adapun sifat asam basa sebagai berikut:
Sifat Asam
Mempunyai rasa masam.
Mengubah lakmus biru menjadi merah.
Dapat menghantarkan arus listrik (asam kuat).
Jika dilarutkan dalam air akan melepaskan ion hidrogen.
Bersifat korosif terhadap logam.
Dapat menetralkan basa.
Sifat Basa
Memiliki rasa pahit.
Terasa licin jika terkena kulit (tidak untuk dicoba dikulit, berbahaya).
Mengubah lakmus merah menjadi biru.
Dapat menghantarkan arus listrik (basa kuat).
Jika dilarutkan dalam air akan melepaskan ion hidroksil.
Dapat menetralkan asam.
Reaksi Asam Basa
Reaksi asam basa merupakan reaksi kimia yang terjadi akibat pertukaran satu atau lebih ion H+ pada molekul yang memiliki sifat asam dan molekul yang memiliki sifat basa. Artinya, reaksi asam basa dapat berlangsung di antara molekul asam dan basa.
Reaksi antara asam dan basa menghasilkan garam dan air yang memiliki sifat netral jika molekul asam dan basa yang digunakan sama-sama kuat. Contoh, HCl (asam kuat) direaksikan dengan NaOH (basa kuat) menghasilkan air dan NaCl (garam) yang bersifat netral.
Namun, jika salah satu asam dan basa ada yang bersifat kuat dan lemah kemudian direaksikan, maka garam dan air yang dihasilkan akan mengikuti zat pereaksi yang kuat. Reaksi asam basa ini disebut sebagai reaksi penetralan.
Contoh Asam Basa
Terdapat banyak contoh asam dan basa dalam kehidupan sehari-hari yang bisa untuk ditemui. termasuk yang ada di dalam makanan, minuman, hingga cairan yang digunakan untuk membersihkan rumah. Berikut ini merupakan beberapa contoh dari asam dan basa.
1. Contoh Asam
Contoh asam yang dapat di jumpai dalam kehidupan sehari-hari di antaranya asam askorbat, asam sitrat, asam sulfat, dan asan nitrat, adapun penjelasannya sebagai berikut:
Asam Askorbat
Asam askorbat adalah salah satu senyawa kimia yang disebut vitamin C. Asam ini berbentuk bubuk kristal kuning keputihan yang larut dalam air dan memiliki sifat-sifat antioksidan. Asam askorbat atau vitamin C yang banyak terkandung di dalam buah-buahan
Asam Sitrat
Asam sitrat merupakan asam organik lemah dengan rumus kimia HOC(CH₂CO₂H)₂ yang ditemukan pada daun dan buah tumbuhan genus Citrus. Senyawa ini merupakan bahan pengawet yang baik dan alami.
Asam Sulfat
Asam sulfat (H₂SO4 ) merupakan asam mineral yang kuat. Zat ini larut dalam air pada semua perbandingan. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan seperti digunakan pada proses pembuatan deterjen, bahan pembuatan baterai, sebagai bahan dari aki mobil, dan lainnya.
Asam Nitrat
Asam nitrat (HNO₃) adalah sejenis cairan korosif yang tak berwarna, dan merupakan asam beracun yang dapat menyebabkan luka bakar. Asam nitrat biasanya digunakan pada pupuk dan bahan peledak.
2. Contoh Basa
Selain contoh asam, dalam kehidupan sehari hari dapat dijumpai juga contoh basa seperti kalsium hidroksia, kalium hidroksida, natrium hidroksida, dan amonia. Berikut penjelasannya:
Kalsium Hidroksida
Kalsium hidroksida dengan rumus kimia Ca(OH)₂ merupakan zat berupa kristal tak berwarna atau bubuk putih. Kalsium hidroksida dihasilkan melalui reaksi kalsium oksida dengan air. Kalsium hidroksida digunakan dalam mortar dan plester.
Kalium Hidroksida
Kalium hidroksida (KOH) umumnya disebut sebagai potash kaustik yang merupakan padatan tak berwarna dengan sifat basa kuat. KOH biasa digunakan sebagai bahan pembuat kosmetik atau produk sabun.
Natrium Hidroksida
Natrium hidroksida (NaOH) merupakan senyawa kimia yang bersifat basa, berfungsi untuk menghilangkan atau membersihkan zat-zat dan kotoran yang melekat pada serat sisal sehingga banyak digunakan dalam bahan pembuatan sabun.
Amonia
Amonia (NH₃)merupakan basa lemah. Biasanya senyawa ini didapati berupa gas dengan bau tajam yang khas. Walaupun amonia memiliki sumbangan penting bagi keberadaan nutrisi di bumi, amonia sendiri adalah senyawa kaustik dan dapat merusak kesehatan.
Baca juga: 3 Contoh Asam Lemah dan Asam Kuat beserta Sifatnya
Dengan mengetahui sifat asam basa beserta reaksi dan contohnya, diharapkan pembaca bisa membedakan kedua zat tersebut dan selalu mencermati bahan dengan sifat seperti di atas sebelum menggunakannya agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan. (MRZ)
