7 Cara Membuat Batik Jumputan untuk Anak SD

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang kaya akan makna dan keindahan serta menarik untuk dipraktikkan. Salah satu teknik batik yang mudah dipelajari adalah batik jumputan. Untuk itu, ada cara membuat batik jumputan untuk anak SD secara praktis.
Menurut buku Pendidikan Seni Rupa Estetik Sekolah Dasar, Arina Restian (2020:173), batik jumputan adalah salah satu jenis batik yang menggunakan teknik jumputan untuk membuat motifnya. Batik jumputan juga sering disebut dengan batik ikat celup sesuai dengan proses pembuatannya.
Cara Membuat Batik Jumputan untuk Anak SD yang Mudah dan Aman
Dalam pelaksanaannya, jumputan merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk membuat motif batik dengan cara mengikat kencang beberapa bagian kain yang kemudian dicelupkan pada pewarna pakaian.
Mengenalkan pembuatan batik jumputan dinilai cukup sederhana dan disukai oleh semua usia, termasuk anak-anak. Sebelum mengetahui cara membuat batik jumputan untuk anak SD, ada beberapa material yang perlu disiapkan. Berikut penjelasannya.
1. Alat dan Bahan
Kain mori atau blacu
Pewarna pakaian
Air sebanyak 2 liter
Garam 2 sendok makan
Cuka secukupnya
Kelereng atau koin
Karet gelang
Kompor
Panci
Sendok kayu
Ember
2. Cara Membuat Batik Jumputan
Siapkan kain mori yang bersih dan bentangkan
Buat bentuk atau motif dengan mengikatkan erat kelereng atau koin menggunakan tali
Siapkan panci dan kompor, lalu masukkan 2 liter air ke dalam panci dan panaskan hingga mendidih.
Tambahkan zat pewarna ke dalam air mendidih dan campur dengan 2 sendok teh garam, kemudian aduk hingga merata.
Celupkan kain yang telah diikat ke dalam air dingin, peras, dan kemudian masukkan ke dalam larutan pewarna. Gunakan dua bilah kayu untuk memutar-mutar kain dalam larutan sehingga warnanya merata.
Biarkan kain tetap dalam larutan selama sekitar satu jam, lalu angkat, dinginkan, dan cuci hingga bersih.
Buka ikatan, singkirkan tali dan kelereng, dan jemur kain di tempat teduh hingga kering. Rapikan kain batik jumputan yang telah selesai dibuat, dan kini siap digunakan.
Baca juga: Dari Manakah Asal Motif Hias Batik? Ini Jawabannya
Meskipun cara membuat batik jumputan untuk anak SD tergolong ringkas dan singkat, namun untuk keamanan disarankan orang dewasa tetap mengawal proses pembuatan batik jumputan ini.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, anak-anak SD dapat belajar membuat batik jumputan dengan mudah dan menyenangkan. Kegiatan ini tidak hanya mengembangkan kreativitas mereka, tetapi juga memperkenalkan mereka pada salah satu kekayaan wastra Indonesia yang patut dilestarikan.(VAN)
