Konten dari Pengguna

7 Ciri Awan Altocumulus dan Pengertiannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri Awan Altocumulus. Sumber: Pexels/Nadejda Bostanova
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri Awan Altocumulus. Sumber: Pexels/Nadejda Bostanova

Altocumulus adalah salah satu jenis awan yang masuk ke dalam jenis cumulus. Salah satu ciri awan altocumulus yang paling umum adalah terbentuk di ketinggian menengah, yaitu antara 2.000 hingga 7.000 meter (6.500 hingga 23.000 kaki) di atas permukaan laut.

Awan ini berbentuk bulatan kecil-kecil seperti kapas dan menyebar luas di langit dengan jumlah gumpalan yang banyak. Awan altocumulus dapat memperlihatkan perubahan bentuk dan ukuran yang konstan karena perubahan dalam kondisi atmosfer.

Pengertian Awan Altocumulus

Ilustrasi Ciri Awan Altocumulus. Sumber: Pexels/Dom Sch

Mengutip buku Intisari Ilmu Cuaca, Sue Nicholson (2005:15), awan altocumulus adalah awan yang berada pada ketinggian yang sedang. Alto berasal dari Bahasa Latin, yakni altus yang berarti tinggi. Sedangkan cumulus berarti kumpulan. Oleh karenanya, ciri-ciri awan altocumulus adalah terbentuk pada ketinggian menengah atau sedang.

Awan altocumulus terbentuk ketika udara yang relatif lembap naik ke ketinggian menengah dan mengalami pendinginan. Ketika udara mencapai suhu jenuh dan uap airnya mengkondensasi, terbentuklah awan altocumulus. Proses ini sering terjadi di zona frontal atau di dekat batas antara massa udara berbeda.

Ciri Awan Altocumulus

Ilustrasi Ciri Awan Altocumulus. Sumber: Unsplash/Nicole Geri

Sama seperti awan-awan lainnya, tentu terdapat beberapa ciri awan altocumulus yang dapat diketahui. Beberapa cirinya dapat dilihat dengan mata. Berikut adalah beberapa ciri awan altocumulus.

  1. Awan altocumulus umumnya terlihat seperti lapisan gumpalan putih yang menutupi sebagian langit.

  2. Awan ini terdiri dari gumpalan-gumpalan kecil yang terkumpul bersama, tetapi memiliki jarak yang cukup antara satu dengan yang lainnya.

  3. Terbentuk di ketinggian menengah, yaitu di antara awan stratokumulus di bawahnya dan awan cirrus di atasnya.

  4. Awan altocumulus dapat memiliki warna putih atau abu-abu, tergantung pada posisi matahari dan kondisi pencahayaan.

  5. Meskipun awan ini dapat menutupi sebagian besar langit, biasanya masih memungkinkan cahaya matahari untuk tembus. Oleh karena itu, sering kali tidak menyebabkan redup total.

  6. Awan ini sering muncul pada pagi hari.

  7. Tampilan awannya terlihat tipis dan memiliki bayangan.

Baca juga: 3 Jenis-jenis Awan dan Ciri-cirinya

Itulah beberapa ciri awan altocumulus. Perlu diketahui bahwa peningkatan pertumbuhan atau penyebaran awan altocumulus dapat menunjukkan perubahan cuaca atau mendekati kedatangan cuaca frontal. (BAI)