Konten dari Pengguna

7 Ciri-Ciri Kelompok Formal dan Contohnya dalam Masyarakat

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri kelompok formal  - Sumber: https://pixabay.com/id/users/ua_bob_dmyt_ua-8820017/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri kelompok formal - Sumber: https://pixabay.com/id/users/ua_bob_dmyt_ua-8820017/

Ciri-ciri kelompok formal adalah hal yang membedakannya dengan kelompok informal. Kelompok formal berperan penting dalam masyarakat dan memiliki peran yang ditetapkan dalam mencapai tujuan dan menjalankan kegiatan yang terorganisir.

Kelompok formal dapat berada di berbagai jenis lingkungan dan situasi. Mulai dari dalam konteks organisasi, institusi pendidikan sampai dengan di dalam badan pemerintahan.

Ciri-Ciri Kelompok Formal dan Contohnya

Ilustrasi ciri-ciri kelompok formal - Sumber: https://pixabay.com/id/users/jakaphunbird-2191251/

Berdasarkan buku Perilaku Organisasi 1 Edisi 12, Robbins (Pearson), Penerbit Salemba, kelompok formal (formal group) adalah kelompok-kelompok yang didefinisikan oleh struktur organisasi, dengan penentuan tugas berdasarkan penunjukan penugasan kerja.

Kelompok formal bisa diartikan sebagai sebuah kelompok yang dibentuk dengan tujuan khusus. Kelompok ini memiliki aturan, peran, dan hierarki yang jelas, serta seringkali memiliki otoritas dan tanggung jawab yang ditetapkan.

Anggota kelompok formal biasanya dipilih atau ditunjuk berdasarkan kriteria tertentu, dan komunikasi dalam kelompok ini biasanya dilakukan melalui saluran resmi. Kelompok formal juga memiliki dokumentasi dan catatan kegiatan dan keputusan kelompok mereka,

Beberapa hal yang menjadi ciri-ciri kelompok formal, yaitu:

  1. Memiliki tujuan yang jelas dan struktur yang terorganisir. Mereka sering memiliki aturan, prosedur, dan hierarki yang mengatur bagaimana kelompok beroperasi dan mencapai tujuannya.

  2. Setiap anggota kelompok formal memiliki peran dan tanggung jawab yang ditetapkan. Terdapat tugas anggota dan fungsi spesifik yang berkaitan dengan tujuan kelompok.

  3. Komunikasi dalam kelompok formal biasanya dilakukan melalui saluran resmi. Seperti rapat atau pertemuan rutin, serta protokol tertentu untuk berbagi informasi dan pengambilan keputusan.

  4. Kelompok formal sering memiliki hierarki dan pemimpin yang memimpin dan mengoordinasikan kegiatan kelompok.

  5. Kelompok formal cenderung memiliki dokumentasi tertulis. Gunanya untuk mendokumentasikan kegiatan, keputusan, dan perkembangan kelompok.

  6. Anggota kelompok formal biasanya dipilih atau ditunjuk berdasarkan kriteria tertentu. Seperti kualifikasi, keahlian, atau pemilihan melalui proses yang ditetapkan.

  7. Kelompok formal biasanya diakui secara resmi oleh entitas yang lebih besar, seperti organisasi, lembaga pemerintah, atau badan regulasi.

Contoh Kelompok Formal dalam Kehidupan Masyarakat

Beberapa contoh kelompok formal dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu:

  • Organisasi bisnis, seperti perusahaan, korporasi, dan start-up merupakan contoh kelompok formal dalam dunia bisnis.

  • Organisasi pemerintahan, seperti departemen, kementerian, dan badan pemerintahan lainnya.

  • Institusi pendidikan, meliputi sekolah, perguruan tinggi, dan universitas adalah contoh kelompok formal di bidang pendidikan.

  • Kelompok keagamaan, misalnya di gereja, masjid, kuil, atau kelompok keagamaan lainnya termasuk contoh kelompok formal dalam konteks keagamaan.

  • Asosiasi atau perkumpulan profesi, seperti perkumpulan dokter, pengacara, atau insinyur.

Baca Juga: Memahami Pengertian dan Ciri-Ciri Kelompok Sosial

Ciri-ciri kelompok formal dan beberapa contohnya dalam kehidupan memberikan gambaran bahwa kelompok tersebut sangat terstruktur. Kelompok formal memungkinkan orang untuk bekerjasama dalam sistem, peran, dan tanggung jawab yang jelas. (DNR)