7 Contoh Alat Musik Papua dan Fungsinya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh alat musik Papua cukup beragam. Ada yang dimainkan dengan cara dipukul, ditiup, dipetik sampai dengan digesek.
Seperti dikutip dari laman portal.merauke.go.id, Provinsi Papua yang terletak di ujung timur negara Indonesia memiliki banyak kebudayaan unik dan menarik. Salah satu kekayaan budaya Papua seperti alat musik tradisionalnya.
7 Contoh Alat Musik Papua
Selain itu, masing-masing dari alat musik Papua ini mengeluarkan suara khas. Berikut beberapa contoh alat musik Papua tersebut.
1. Tifa
Tifa adalah alat musik tradisional Papua paling terkenal. Bentuknya mirip gendang, dan cara memainkannya dengan cara dipukul. Tifa dapat menghasilkan suara bagus dan indah.
Biasanya, alat musik ini digunakan untuk mengiringi tarian tradisional Papua seperti Tarian Asmat, Tarian gatsi, dan Tarian Perang.
2. Fuu
Fuu memiliki banyak nama lain seperti Korno dan Tahuri. Namun saat ini, sebutan paling populer adalah Fuu. Alat musik ini dimainkan dengan cara ditiup dan bisa digunakan sebagai alat komunikasi antar penduduk, atau mengiringi berbagai kesenian daerah seperti tari-tarian Suku Asmat.
3. Guoto
Selanjutnya, Guoto termasuk alat musik yang berasal dari Papua Barat. Cara memainkannya yaitu dengan cara dipetik senarnya, sehingga menghasilkan suara khas. Guoto biasanya dimainkan untuk menyambut tamu.
4. Triton
Triton adalah alat musik dari Papua yang menggunakan kulit kerang, dan mudah ditemukan di hampir setiap pantai di wilayah Papua seperti di Waropen, Yapen, Biak, dan Nabira. Alat ini biasanya digunakan sebagai pemanggil atau seruan prosesi ritual.
5. Kecapi Mulut
Apabila kecapi biasanya dimainkan dengan cara dipetik, lain dengan kecapi asal Papua, karena dimainkan dengan cara dijepit oleh bibir, lalu ditiup sampai ditarik talinya. Kecapi Mulut asal Papua digunakan oleh masyarakat Suku Dani untuk sarana hiburan.
6. Amyen
Amyen dimainkan dengan cara ditiup. Selain itu, alat ini juga digunakan sebagai pemberi tanda bahaya ketika berperang melawan musuh. Tidak hanya terbuat dari kayu saja, Amyen juga dapat dibuat dari bahan kayu putih yang digunakan Suku Web di Kabupaten Keerom Papua.
7. Yi
Terakhir, ada Yi. Dari bentuknya mirip seperti suling, hanya saja Yi terlihat lebih tebal dan lubang angin di bagian bawah lebih besar dari pada suling pada umumnya. Alat ini biasanya digunakan untuk memanggil orang-orang untuk berkumpul.
Baca juga: 5 Fungsi Musik Non Tradisional Bagi Budaya Indonesia
Itulah tujuh contoh alat musik Papua dan fungsinya yang tidak hanya sebagai sarana hiburan saja, melainkan juga sebagai kekayaan budaya Papua. Semoga dapat menambah wawasan kebudayaan di Indonesia. (ERI)
