7 Contoh Kohesi Leksikal dalam Bahasa Indonesia

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh kohesi leksikal dapat dijadikan bahan untuk membuat suatu wacana yang padu. Wacana yang mengalir dan berkesinambungan akan membantu pembaca memahami apa yang berusaha disampaikan oleh penulis.
Keutuhan dan kepaduan suatu wacana ditentukan oleh aspek kohesi dan koherensi. Kohesi terdiri dari kohesi leksikal dan gramatikal. Pembahasan khusus tentang kohesi leksikal melibatkan beberapa alat yang patut diketahui.
Contoh Kohesi Leksikal
Kohesi leksikal adalah kepaduan dalam suatu wacana yang dicapai melalui pemilihan kata. Tujuannya untuk mendapatkan efek intensitas, keindahan bahasa dan kejelasan informasi.
Dikutip dari Keutuhan Wacana untuk Mahasiswa Strata Satu Jurusan Bahasa atau Linguistik dan Guru Bahasa Indonesia SMA atau SMK, Junaiyah dan Zaenal Arifin (2010:39), kohesi leksikal meliputi sinonim, antonim, hiponim, meronim, repetisi, kolokasi dan ekuivalensi.
Berikut contoh kohesi leksikal, yang ditunjukkan dengan huruf miring, untuk bahan belajar bahasa Indonesia.
Sinonim atau persamaan.
Bunyi guntur memekakkan telinga. Suaranya menggelegar sehingga menggetarkan jendela rumah.
Antonim atau lawan kata.
Jam 06.00 jalanan masih sepi. Tapi 15 menit kemudian jalanan tiba-tiba ramai dengan orang-orang yang berangkat kerja dan mengantar anak mereka sekolah.
Hiponim atau bagian dari kata yang lebih umum.
Umumnya minuman kekinian seperti boba, thai tea, es kopi, soda, bubble tea dan sejenisnya, mengandung kadar gula yang tinggi.
Meronim atau bagian dari objek lain.
Rumah kosong yang menjadi lokasi film horor itu tampak menyeramkan. Catnya kusam. Lampunya redup dan kadang berkedip. Sesekali terdengar suara mencicit seperti suara pintu yang sedang dibuka seseorang.
Repetisi atau pengulangan.
Menjadi seorang ibu itu harus selalu sabar. Sabar menghadapi suami ceroboh, sabar mengasuh anak yang rewel dan sabar mendengar sindiran tetangga.
Kolokasi atau penyandingan kata.
Syarina dan Rahman duduk di pelaminan. Gadis cantik dan pemuda tampan itu tampak serasi.
Ekuivalensi atau kesepadanan.
Guru memiliki kewajiban mengajar, sedangkan siswa memiliki hak untuk mengikuti pelajaran. Karena itu, suasana belajar di dalam kelas harus dijaga bersama-sama.
Baca juga: 15 Contoh Konjungsi Temporal dalam Bahasa Indonesia
Itulah contoh kohesi leksikal bermanfaat untuk memahami kepaduan wacana dari pemilihan kata dalam bahasa Indonesia. Belajar menerapkan kohesi akan menghasilkan tulisan yang tidak membosankan. (lus)
