7 Contoh Oposisi Kontrarik dalam Sastra Bahasa Indonesia

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh oposisi kontrarik dapat ditemukan dalam sebuah bacaan karya sastra Indonesia. Oposisi ini dicirikan dengan adanya dua pernyataan bertentangan atas dasar term yang sama.
Oposisi dapat diartikan sebagai perlawanan atau pertentangan. Dalam logika, oposisi dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan dari suatu hubungan benar dan salah yang ada pada premis.
Contoh Oposisi Kontrarik
Dikutip dalam buku Dasar-Dasar Logika oleh Bambang Kusbandrijo (2019:23-24) oposisi merupakan pertentangan antara dua pernyataan atas dasar pengolahan term yang sama. Oposisi dalam logika dibedakan atas dua macam yaitu oposisi satu term atau oposisi sederhana dan oposisi dua term atau oposisi kompleks.
Oposisi satu term salah satunya oposisi kontrarik yang memiliki pengertian pertentangan dua pernyataan universal atas dasar satu term yang sama tetapi berbeda kualitasnya.
Hukum dari oposisi ini adalah bila pernyataan yang satu benar, yang lain pasti salah. Bila pernyataan yang satu salah, maka yang lain dapat juga benar dan dapat juga salah. Contoh oposisi kontrarik di antaranya yaitu:
Semuanya korupsi, semuanya tidak korupsi.
Semuanya berpakaian tradisional, semuanya tidak berpakaian tradisional.
Hari ini hujan dan hari ini tidak hujan.
Semuanya menulis, semuanya tidak ada yang menulis.
Semuanya adalah nepotisme, semuanya tidak ada yang nepotisme.
Semuanya belajar membaca, semuanya tidak belajar membaca.
Adik membantu ibu, adik tidak membantu ibu.
Jenis Oposisi Lainnya Selain Oposisi Kontrarik
Sesuai penjelasan di atas bahwa oposisi kontrarik merupakan salah satu oposisi yang masuk dalam oposisi satu term. Masih terdapat oposisi lainnya yang masuk dalam term ini yaitu oposisi subkontrarik, kontradiktorik, subalternasi. Adapun penjelasannya yaitu:
Oposisi subkontrarik ialah pertentangan dua pernyataan particular atas dasar satu term yang sama, tetapi berbeda-beda kualitasnya.
Oposisi kontradiktorik ialah pertentangan antara dua pernyataan atas dasar term yang sama, tetapi berbeda dalam kuatitas dan kualitasnya.
Oposisi subalternasi ialah pertentangan antara dua pernyataan atas dasar satu term yang sama dan berkualitas sama, tetapi berbeda dalam kuantitasnya.
Melihat 7 contoh oposisi kontrarik di atas, semoga dapat menambah wawasan pembaca mengenai oposisi yang biasanya digunakan dalam penalaran logika Bahasa Indonesia. (MRZ)
Baca juga: 3 Contoh Penalaran Aditif yang Mudah Dipahami
