7 Contoh Pasangan Tuturan dalam Teks Negosiasi

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh pasangan tuturan merujuk pada bentuk kalimat yang dapat ditemui dalam teks negosiasi. Istilah dari tata bahasa Indonesia ini jarang terdengar di masyarakat, namun praktiknya sudah banyak dilakukan ketika bernegosiasi.
Pada teks negosiasi terdapat beberapa ciri-ciri kebahasaan yang khas. Keberadaan pasangan tuturan membuat teks negosiasi mudah dikenali.
Contoh Pasangan Tuturan
Dikutip dari Teks Negosiasi, Debby dan Mellisa (2020:22), tuturan adalah kalimat yang diucapkan oleh seseorang untuk menyampaikan maksud tertentu. Sedangkan pasangan tuturan berarti ada 2 orang atau pihak yang mengucapkannya.
Umumnya tuturan merupakan bentuk komunikasi lisan atau dialog dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, ketika sesorang mengucapkan sesuatu, maka pihak lain akan meresponnya. Respon yang diberikan tidak harus menyetujui pernyataan pihak pertama.
Berikut adalah contoh pasangan tuturan dalam teks negosiasi:
Mengucapkan salam >< membalas salam.
Pasangan tuturan ini merupakan perilaku sopan santun yang biasa dilakukan di masyarakat.
Bertanya >< menjawab atau tidak menjawab.
Tidak menjawab merupakan tanda bahwa negosiasi tidak berjalan dengan efektif. Dalam negosiasi, penolakan lebih baik daripada tidak menjawab. Dengan penolakan, pihak pertama bisa memperbaiki atau menghentikan penawaran.
Meminta >< memenuhi atau menolak permintaan.
Meminta merupakan bentuk negosiasi yang sering disertai dengan bujukan atau iming-iming, bahkan merengek agar permintaan dipenuhi. Permintaan dengan paksaan bukanlah negoisasi.
Meminta tolong >< memenuhi atau menolak memberikan pertolongan.
Permintaan tolong juga dibumbui dengan iming-iming atau janji akan membalas budi di kemudian hari agar permintaan tolong dipenuhi.
Menawarkan >< menerima atau menolak penawaran.
Penawaran tidak harus berasal dari salesman. Penawaran bisa berasal dari banyak aspek dalam kehidupan. Misalnya, negosiasi gaji.
Mengusulkan >< menerima atau menolak usulan.
Negosiasi yang berupa usulan biasanya disertai pernyataan tentang kekurangan dan kelebihan dari usulan tersebut. Dari pernyataan itulah, negosiasi berkembang.
Memerintah >< mematuhi atau menolak perintah.
Perintah juga bisa masuk dalam negosiasi, terutama jika posisi pemberi perintah kurang kuat. Misalnya, negosiasi antara kakak dan adik. Kadang negoisasi ini diwarnai dengan iming-iming atau sedikit ancaman.
Baca juga: 3 Fungsi Negosiasi dalam Kehidupan Sosial hingga Bisnis
Contoh pasangan tuturan pada dasarnya adalah saling merespon satu sama lain. Negosiasi mengandung penerimaan dan penolakan. Respon yang menggantung menandakan negosiasi belum tuntas. (lus)
