Konten dari Pengguna

7 Jenis Zat Aditif dan Kegunaannya pada Makanan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Jenis Zat Aditif, Foto Unsplash Hayffield
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jenis Zat Aditif, Foto Unsplash Hayffield

Saat sedang mengolah makanan, masyarakat kerap menambahkan zat lain dengan berbagai tujuan yang dinamakan aditif. Saat ini terdapat berbagai jenis zat aditif yang biasa digunakan di kehidupan sehari-hari. Bahkan, ilmu sains juga membahas hal tersebut.

Tak hanya jenis-jenisnya saja, ilmu sains juga membahas apa saja kegunaannya. Dengan demikian, masyarakat bisa semakin memahami penerapannya pada makanan.

Ragam Jenis Zat Aditif Makanan dan Manfaatnya

Ilustrasi Jenis Zat Aditif, Foto Unsplash Bao Menglong

Inilah berbagai jenis zat aditif yang biasa ditambahkan ke dalam makanan.

1. Pewarna

Mengutip buku Pewarna Makanan Alami Indonesia oleh F.G. Winarno dan Andieta Octaria (2020:2), pewarna makanan merupakan senyawa yang digunakan untuk memberi, memperbaiki atau meningkatkan warna pada produk pangan.

Pewarna makanan dapat terbuat dari bahan alami, seperti bayam untuk memberi warna hijau. Namun, ada juga pewarna yang terbuat dari bahan buatan.

2. Pengawet

Sesuai namanya, pengawet makanan ditambahkan agar makanan tidak cepat basi. Kini ada dua jenis pengawet makanan yang biasa digunakan, yakni antimikroba untuk memperlambat pertumbuhan mikroba dan antioksidan untuk mencegah oksidasi makanan.

3. Pemberi Aroma

Zat aditif ini bisa memberi berbagai aroma pada makanan agar mempunyai bau yang menarik. Ada dua jenis pemberi aroma yang kerap digunakan, yakni berbahan alami, seperti daun pandan dan berbahan kimia, seperti senyawa ester.

4. Penyedap

Zat aditif penyedap diberikan untuk menambah rasa dari makanan tersebut agar lebih nikmat. Penyedap makanan bisa terbuat dari bahan alami, seperti rempah-rempah. Ada juga yang terbuat dari bahan kimia, seperti MSG atau monosodium glutamat.

Baca juga: Mitos atau Fakta: MSG Sebabkan Kebodohan

5. Pengental

Jenis zat yang satu ini dapat membuat makanan menjadi lebih kental. Berbagai bahan yang bisa digunakan untuk tujuan tersebut adalah telur, tepung maizena, dan lain-lain.

6. Pemanis

Seperti namanya, zat aditif ini bisa membuat makanan menjadi lebih manis. Biasanya masyarakat akan menambahkan gula tebu atau gula aren untuk memperoleh tujuan tersebut. Namun, ada juga pemanis buatan yang sering digunakan di industri makanan.

7. Pengemulsi

Pengemulsi merupakan zat yang membuat air dan minyak tidak terpisah di dalam makanan. Masyarakat bisa mendapatkan pengemulsi alami dari kuning telur. Ada juga yang menggunakan pengemulsi buatan pada berbagai produk, seperti es krim.

Tujuh jenis zat aditif beserta manfaatnya di atas bisa dijadikan referensi untuk meningkatkan wawasan. Terlebih lagi, wawasan tersebut bisa digunakan saat akan mengolah makanan. (LOV)