Konten dari Pengguna

7 Teknik Memasak Kering yang Wajib Diketahui

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teknik memasak kering. Sumber Unsplash/Thomas Park
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teknik memasak kering. Sumber Unsplash/Thomas Park

Untuk mendapatkan makanan dengan cita rasa yang lezat dan enak, diperlukan teknik yang tepat dalam memasaknya. Dalam memasak terdapat dua teknik yang dapat digunakan, salah satunya yaitu teknik kering. Salah satu teknik memasak kering yaitu deep frying.

Teknik memasak kering (dry cooking) adalah cara memasak tanpa menggunakan cairan seperti air ataupun kaldu. Identiknya, teknik memasak kering ini selalu dikaitkan dengan kegiatan menggoreng, membakar, dan mengoven.

Teknik Memasak Kering

Ilustrasi teknik memasak kering. Sumber: Unsplash/Rani George

Dikutip dalam buku Panduan Penyiapan Pangan Sehat Untuk Semua oleh Agnes Murdiati, Amaliah (2013:202) teknik memasak kering adalah cara memasak yang tidak menggunakan air dalam proses pematangan bahan makanan.

Beberapa teknik yang termasuk cara memasak kering antara lain menggoreng, menumis, dan memanggang. Berikut ini penjelasan yang perlu diketahui terkait teknik memasak ini.

1. Deep Fring

Deep frying adalah memasak atau menggoreng makanan dengan menggunakan minyak yang lebih banyak dari pada bahan makanan yang dimasak sehingga makanan seluruhnya dapat terendam dalam minyak. Teknik ini menghasilkan hasil goreng yang krispi atau kering.

2. Shallow Frying

Shallow frying adalah menggoreng dengan sedikit minyak yang cocok untuk daging atau bahan pangan yang disayat tipis. Pada teknik ini, bahan makanan yang dimasak harus dibolak-balik sampai matang. Teknik ini biasa digunakan untuk mengolah ikan, daging, dan telur.

3. Smoking

Pada teknik ini, bahan makanan dimasak menggunakan udara panas ataupun asap dalam waktu yang lama. Asap yang digunakan haruslah sangat panas dan banyak agar bahan bisa matang dengan sempurna. Ini juga merupakan metode pengawetan makanan tradisional.

Hasil makanan dari teknik smoking dapat matang dengan kering dan bertahan lama hingga berbulan-bulan. Contoh dari teknik ini yaitu ikan asap dan daging asap.

4. Saute

Saute atau yang dikenal dengan istilah sauteing adalah teknik menggoreng makanan hanya dengan sedikit minyak. Biasanya sauteing menggunakan wajan yang cenderung datar (pan frying).

Memasak dengan teknik ini dibutuhkan suhu yang sangat panas dan waktu yang cukup sebentar, yakni hanya sampai makanan berubah warna menjadi kecokelatan. Hal tersebut akan menyempurnakan proses memasak.

5. Grilling

Grilling merupakan proses mematangkan bahan makanan menggunakan api secara langsung dengan teknik fast cooking. Teknik ini digunakan seseorang dalam proses memasak sate.

6. Barbecuing

Mirip dengan grilling, barbecuing menggunakan api dalam proses mematangkan makanan. Bedanya barbecuing merupakan teknik slow cooking. Pada teknik ini bahan makanan yang dimasak berukuran besar, dengan api yang tidak besar dan jarak yang tidak dekat.

Hal ini dikarenakan proses barbecuing dilakukan dalam waktu yang lama, dan bertujuan agar masakan bisa matang sempurna tanpa gosong. Dalam teknik ini umumnya menggunakan bumbu kering dengan produk akhir beraroma asap atau smoky.

7. Roasting

Teknik ini sama-sama menggunakan sistem memanggang. Kebanyakan orang menggunakannya untuk memanggang daging dan sayuran. Roasting menggunakan udara yang dipanaskan dari dalam oven.

Umumnya sistem roasting menggunakan panas 49-260 derajat celcius. Jika ingin mencoba teknik ini, bahan seperti daging dan sayuran dapat dibungkus dengan aluminium foil atau bisa juga diletakkan di atas piring khusus tahan panas.

Baca juga: 7 Jenis-Jenis Jamur yang Bisa Dikonsumsi

Dengan mengetahui teknik memasak kering yang telah dijelaskan melalui ulasan di atas, semoga pembaca dapat memilih teknik yang tepat dan cocok untuk di aplikasikan dalam masakan sehari-hari. (MRZ)