7 Unsur Intrinsik Cerpen Tukang Cukur Karya Budi Darma

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Unsur intrinsik cerpen Tukang Cukur adalah elemen-elemen yang membangun karya sastra tersebut dari dalam dan membentuk cerita secara utuh. Dalam cerpen, novel, atau karya sastra lainnya, unsur intrinsik mencakup berbagai aspek yang menjadikan cerita menarik.
Memahami unsur intrinsik dari suatu cerpen sangat penting. Alasannya karena dapat membantu pembaca atau penikmat sastra menangkap makna mendalam dan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis.
Unsur Intrinsik Cerpen Tukang Cukur Karya Budi Darma
Adanya unsur intrinsik dapat membuat cerpen lebih kaya, bermakna, dan berkesan. Semua aspek tersebut dapat memperkuat daya tarik serta nilai literatur karya tersebut bagi para pembacanya.
Berdasarkan buku BAHASA INDONESIA 2 SMA Kelas XI, (2008), unsur intrinsik penting dalam cerpen karena membantu pembaca memahami isi cerita secara lebih mendalam. Bukan hanya dari segi jalan cerita, tetapi juga dari aspek emosi, tema, dan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis.
Berikut adalah unsur intrinsik cerpen Tukang Cukur karya Budi Darma.
1. Tema Cerita
Cerpen Tukang Cukur karya Budi Darma menyoroti sifat oportunis manusia, digambarkan melalui karakter Tukang Cukur yang selalu berpihak pada kekuatan yang sedang berkuasa.
2. Tokoh
Tokoh Tukang Cukur digambarkan sebagai sosok yang selalu berpihak kepada pihak yang sedang berkuasa. Awalnya, ia berpihak pada PKI, tetapi kemudian berbalik karena PKI kalah melawan TNI (pasukan Siliwangi).
Setelah itu, dia mendukung TNI, meskipun TNI akhirnya mengetahui kelicikannya. Selanjutnya, dia bergabung dengan pasukan KNIL ketika Belanda berhasil menguasai Yogyakarta. Pada akhirnya, ia memihak NII dan tewas di bekas pabrik rokok.
Tokoh pendukung lainnya, seperti Gito, ayah, ibu, Dasuki, Kakek Leman, dan Ruslan, muncul sesekali untuk melengkapi cerita.
3. Penokohan
Dalam unsur penokohan, terdapat tiga tipe karakter, yaitu:
Tokoh protagonis, yaitu Gito, ayah, dan ibunya, yang digambarkan sebagai sosok yang baik dan tidak memiliki sifat jahat.
Tokoh antagonis, yang diwakili oleh Tukang Cukur, seorang oportunis yang terus berganti-ganti aliansi demi keuntungannya sendiri.
Tokoh campuran, seperti Ruslan, yang memiliki sifat baik tetapi juga terlibat dalam pemberontakan, terlihat saat dia membantu keluarga Gito namun ternyata terlibat pemberontakan di akhir cerita.
4. Sudut Pandang
Sudut pandang yang digunakan dalam cerpen ini adalah sudut pandang orang ketiga, melalui perspektif tokoh Gito.
5. Alur Cerita
Cerita ini memiliki alur maju dengan lima tahap utama, yaitu:
Pengenalan, yaitu saat Gito diperkenalkan sebagai anak dari keluarga miskin
Kemunculan konflik, ketika Kakek Leman bercerita tentang tukang cukur yang mencederainya
Klimaks, terjadi ketika Tukang Cukur terus berpindah-pindah keberpihakan kepada pihak yang sedang berkuasa
Antiklimaks, pada saat terjadi pertempuran di pabrik rokok dan ditemukan korban tewas
Penyelesaian, saat Gito menyadari bahwa salah satu korban yang tewas adalah Tukang Cukur.
6. Latar Cerita
Latar dalam cerpen mencakup tempat, waktu, dan suasana.
Latar tempat adalah daerah Kudus, sebagaimana disebutkan bahwa Gito berasal dari Getas Pejaten, daerah pinggiran Kudus.
Latar waktu adalah periode antara September 1948 hingga Desember 1949.
Suasana yang dibangun penuh ketegangan dan kejutan, mencerminkan masa revolusi yang penuh ketidakpastian dan tingkah laku Tukang Cukur yang sulit ditebak.
7. Gaya bahasa
Dalam cerpen ini, gaya bahasa yang digunakan adalah naratif. Narasinya detail dalam menggambarkan tokoh dan latar. Deskripsi latar dan perubahan pada tokoh utama diceritakan dengan alur yang kuat.
Demikian pembahasan mengenai unsur intrinsik cerpen Tukang Cukur karya Budi Darma. Dengan memahami unsur intrinsik, pembaca dapat mengapresiasi kompleksitas dan kreativitas penulis dalam menyampaikan cerita. (DNR)
Baca Juga: Ketahui Unsur Intrinsik Cerpen Pohon Keramat
