Konten dari Pengguna

7 Unsur Intrinsik Hikayat dalam Bahasa Indonesia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Unsur intrinsik hikayat. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Unsur intrinsik hikayat. Sumber: Unsplash

Unsur intrinsik hikayat dalam Bahasa Indonesia penting dipelajari, khususnya saat mempelajari sastra. Hikayat merupakan salah satu bentuk prosa lama dalam sastra Indonesia yang mengisahkan cerita tentang tokoh besar, Kerajaan, atau peristiwa fantastis yang punya nilai moral.

Dalam karya sastra hikayat, terdapat unsur-unsur intrinsik yang berperan penting dalam membangun cerita. Unsur-unsur tersebut selalu ada dalam setiap hikayat berbagai tema.

Unsur Intrinsik Hikayat dalam Bahasa Indonesia

Ilustrasi Unsur intrinsik hikayat. Sumber: Unsplash

Menurut buku BAHASA INDONESIA 2 SMA Kelas XI, Sri Sutarni dan Sukardi, (2008:21), hikayat secara umum bermakna karya sastra Indonesia yang berisi cerita. Baik berupa sejarah maupun roman fiktif yang dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta.

Hikayat termasuk dalam kesusastraan lama, mempunya dua fungsi utama, yaitu sebagai media pengajaran moral, budi pekerti, atau sopan santun secara turun temurun dari nenek moyang. Unsur intrinsik meliputi tema, alur, amanat, tokoh, sudut pandang, latar, dan gaya bahasa. Berikut penjelasannya.

  1. Tema: Pokok gagasan utama yang menjadi dasar cerita dalam hikayat. Tema dapat berupa nilai kebaikan, kekuatan, keadilan, hingga kesetiaan.

  2. Alur: Rangkaian peristiwa yang membentuk jalan cerita dalam hikayat. Biasanya, alur dalam hikayat bersifat lurus atau maju. Alurnya terdiri dari beberapa tahapan seperti pengenalan, konflik, klimaks, antiklimaks, dan penyelesaian.

  3. Amanat: Pesan moral atau nilai yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Amanat sering berupa ajaran penting mulai dari kejujuran, kesetiaan, hingga keberanian.

  4. Tokoh dan Penokohan: Merupakan karakter atau pelaku dalam hikayat. Penokohan merupakan cara pengarang menggambarkan sifat-sifat tokoh baik melalui dialog atau deskripsi langsung.

  5. Latar: Merupakan tempat, waktu, dan suasana yang mendukung cerita. Dalam hikayat, latar sering berupa Kerajaan, tempat magis, atau wilayah yang menggambarkan kekayaan budaya setempat. Latar waktu juga bisa menjadi penanda era atau masa tertentu dalam sejarah.

  6. Gaya Bahasa: Cara pengarang mengeskpresikan cerita dengan pilihan kata atau penggunaan Bahasa yang khas. Hikayat menggunakan Bahasa Melayu Klasik yang sarat akan kiasan, ungkapan, dan gaya Bahasa yang puitis.

  7. Sudut Pandang: Posisi pengarang dalam menceritakan cerita. Dalam hikayat, pengarang biasanya menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu (omniscient). Hal ini berarti pengarang mengetahui segala hal tentang tokoh dan peristiwa yang terjadi dalam cerita.

Demikian unsur intrinsik hikayat dalam Bahasa Indonesia yang penting untuk diketahui. Hikayat sebagai karya sastra klasik memiliki kekayaan unsur-unsur intrinsik yang membentuk cerita menjadi lebih bermakna. (DIA)

Baca Juga: Unsur Intrinsik Hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak