Konten dari Pengguna

8 Contoh Perkiraan dan Harapan Masyarakat dalam Ilmu Ekonomi

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh perkiraan dan harapan masyarakat. Sumber: pexels.com/ErikScheel.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh perkiraan dan harapan masyarakat. Sumber: pexels.com/ErikScheel.

Contoh perkiraan dan harapan masyarakat dapat membantu memahami salah satu faktor yang memengaruhi permintaan. Permintaan memiliki peran sebagai penggerak perekonomian.

Permintaan terhadap tas belanja yang ramah lingkungan misalnya, menyebabkan produksi totebag meningkat tajam. Perkiraan dan harapan sedikit berbeda karena masyarakat mendasarkan pembelian atau pesanan bukan hanya karena ingin atau butuh.

Contoh Perkiraan dan Harapan Masyarakat

Ilustrasi contoh perkiraan dan harapan masyarakat. Sumber: pexels.com/Megan(Markham)Bucknall.

Dikutip dari Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X Semester 1, Alam S. (2007:75), pemintaan adalah keinginan yang disertai kemampuan untuk membeli barang dan jasa pada tingkat harga dan waktu tertentu.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi permintaan barang dan jasa, antara lain barang pengganti, pendapatan, selera, dan sebagainya, termasuk perkiraan dan harapan masyarakat.

Untuk memahami hal itu, berikut adalah contoh perkiraan dan harapan masyarakat:

  1. Contoh yang dikutip dari buku yang sama adalah pembelian sembako yang berlebihan pada tahun 1997 karena adanya kekhawatiran akan terjadi krisis ekonomi yang mengarah ke resesi berkepanjangan.

  2. Menumpuk atau bahkan menimbun sembako masih dilakukan masyarakat hingga sekarang tapi dengan penyebab yang berbeda, yaitu kenaikan harga sembako yang signifikan tiap menjelang Lebaran, Natal atau tahun baru.

  3. Dahulu setiap pemerintah mengumumkan akan terjadi kenaikan BBM, masyarakat mengantre di pom bensin hingga tengah malam dengan harapan mendapatkan selisih harga. Sekarang pemerintah lebih sering mengubah harga tanpa pemberitahuan.

  4. Masyarakat membeli rumah secara kredit karena membeli secara tunai dirasa berat, sementara harga terus naik sehingga kemungkinan memiliki rumah semakin kecil.

  5. Masyarakat membeli rumah atau tanah sebagai investasi karena melihat harga yang terus naik sehingga diharapkan akan mendapat untung besar di kemudian hari.

  6. Sebagian masyarakat membeli perhiasan setelah hari raya karena biasanya banyak yang menjual kembali perhiasan asal laku setelah dikenakan untuk pulang kampung atau untuk memulihkan tabungan yang terkuras selama liburan keluar kota.

  7. Para orang tua membeli emas sebagai simpanan untuk biaya pendidikan anak-anak mereka hingga perguruan tinggi dengan perkiraan dan harapan tidak banyak tergerus inflasi.

  8. Masyarakat menunda pembelian ponsel baru untuk menunggu ponsel-ponsel yang sudah kompatibel dengan sinyal 5G yang menggantikan sinyal 4G.

Baca juga: Mengenal Fungsi Penawaran dan Hukumnya dalam Ilmu Ekonomi

Itulah contoh perkiraan dan harapan masyarakat yang memengaruhi permintaan dalam ilmu ekonomi. Faktor tersebut harus dicermati, baik oleh masyarakat maupun pelaku ekonomi. (lus)